Fadli Zon Kecam Upaya Kudeta Militer di Turki

Kompas.com - 16/07/2016, 12:48 WIB
Tentara Turki yang ditangkap oleh warga sipil diserahkan ke polisi, di Taksim Square, Istanbul, Sabtu (16/7/2016) dini hari waktu setempat. Upaya kudeta terjadi pada Jumat malam setelah militer mengeluarkan pernyataan telah mengambil alih kekuasaan untuk mengembalikan aturan dan demokrasi di negeri itu. AP PHOTO / SELCUK SAMILOGLUTentara Turki yang ditangkap oleh warga sipil diserahkan ke polisi, di Taksim Square, Istanbul, Sabtu (16/7/2016) dini hari waktu setempat. Upaya kudeta terjadi pada Jumat malam setelah militer mengeluarkan pernyataan telah mengambil alih kekuasaan untuk mengembalikan aturan dan demokrasi di negeri itu.
Penulis Ihsanuddin
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, mengecam upaya kudeta militer terhadap Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Fadli menilai bahwa seharusnya tidak perlu ada upaya kudeta terhadap kepemimpinan Erdogan yang merupakan hasil pemilu yang demokratis.

"Kita harus mengutuk keras upaya kudeta militer di Turki yang ingin menggulingkan pemerintahan yang sah dan telah menimbulkan korban," kata Fadli dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (16/7/2016).

Menurut Fadli, sangat penting bagi semua pihak untuk mengakui pemerintah yang terpilih secara demokratis dan menghindari kekerasan serta pertumpahan darah.


Upaya kudeta terhadap pemerintahan yang sah hanya menimbulkan dampak negatif, tak hanya bagi perkembangan demokrasi di Turki, tetapi juga masyarakat internasional.

Seluruh pihak terkait hendaknya menyelesaikan dinamika politik yang ada secara damai dan konstitusional sesuai dengan prinsip demokrasi dengan mengutamakan kepentingan rakyat Turki.

"Saya yakin upaya kudeta ini tak mendapat respons positif dari rakyat Turki dan pemerintahan Erdogan bisa mengatasi keadaan dengan cepat," kata Fadli.

Sekelompok elemen militer Turki mengumumkan telah menguasai negeri itu pada Sabtu (16/7/2016) malam dan langsung memicu bentrokan berdarah di Istanbul dan Ankara.

Fotografer AFP melaporkan telah menyaksikan tentara menembaki warga yang berkumpul di dekat salah satu jembatan Selat Bosphorus di Istanbul.

Sementara itu, kantor berita Anadolu mengabarkan, gedung parlemen Turki di Ankara diserang dengan menggunakan bom.

Pada malam yang sama, Presiden Recep Tayyip Erdogan yang terlihat sangat terkejut muncul di televisi dari lokasi yang tak diketahui dan menegaskan bahwa dia masih berkuasa serta berjanji akan menghukum para pelaku percobaan kudeta.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X