Komisi IX Panggil Bareskrim Untuk Ungkap Rumah Sakit Pelanggan Vaksin Palsu

Kompas.com - 13/07/2016, 16:13 WIB
Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf mengunjungi wilayah perbatasan Kabupaten Nunukan. Dalam kunjungannya, Dede Yusuf menemukan ribuan buruh migran yang menjadi korban trafiking. KOMPAS.com/SUKOCOKetua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf mengunjungi wilayah perbatasan Kabupaten Nunukan. Dalam kunjungannya, Dede Yusuf menemukan ribuan buruh migran yang menjadi korban trafiking.
|
EditorKrisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komisi IX DPR Dede Yusuf mengatakan dalam Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri turun diundang dalam rapat kerja Komisi IX bersama Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Kamis (14/7/2016, besok. 

Kebijakan pemanggilan ini, kata Dede, karena selain badan milik Polri itu menyidik kasus ini, Bareskrim pula yang meminta Menkes agar tak mempublikasi identitas 14 rumah sakit yang terlibat penggunaan vaksin palsu. 

(Baca: Menkes Tak Mampu Jawab soal Vaksin Palsu, Komisi IX Tunda Bahas Anggaran Kemenkes)

Sedianya, siang tadi, Komisi X rapat membahas anggaran bersama Kemenkes. Namun pimpinan rapat memutuskan menunda pembahasan karena Menkes tak mampu menjawab detail kasus vaksin palsu. 

"Kami sadar, penyembunyian identitas 14 rumah sakit itu memang untuk penyelidikan dalam upaya menangkap pelaku yang lebih besar, tapi bagaimanapun juga masyarakat sebagai pengguna jasa rumah sakit kan menunggu kepastian," kata bekas Wakil Gubernur Jawa Barat itu usai memimpin raker di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (13/7/2016).

Dede mengaku Komisi IX sebelumnya mengingatkan Bareskrim melalui Menkes agar dua pekan sejak penyidikan, identitas 14 rumah sakit itu mesti diumumkan.

"Nah, makanya kami akan tagih itu (identitas 14 rumah sakit) yang terlibat penggunaan vaksin palsu, ini juga sebagai pembuktian Pemerintah kepada masyarakat bahwa mereka memang bekerja memberantas peredaran vaksin palsu," papar Dede.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami juga berharap di raker besok, Menkes secara tegas menjawab sanksi administratif apa yang akan diberikan kepada pihak yang terlibat dalam penggunaan vaksin palsu," lanjut Dede

Senada, anggota Komisi IX Ribka Tjiptaning pun mendesak identitas ke-14 rumah sakit tersebut dipublikasi.

"Jika Bu Menkes tidak juga mempublikasikan identitas ke-14 rumah sakit itu, maka saya curiga ada sindikat yang dilindungi," kata Ribka dalam raker tersebut.

Bareskrim Polri sebelumnya menyatakan, setidaknya 197 anak yang terindikasi terpapar vaksin palsu. Mereka akan divaksin ulang secara gratis. Kepolisian sudah menetapkan 18 orang sebagai tersangka.

(Baca: Sikapi Vaksin Palsu, Pembahasan Anggaran Kemenkes Diminta Ditunda)

Dari hasil penelusuran satgas, rumah sakit yang berlangganan vaksin palsu bertambah menjadi 14 rumah sakit yang tersebar di Jawa dan Sumatera. Namun, polisi enggan menjelaskan secara spesifik di daerah mana rumah sakit tersebut berada.

Distribusi vaksin palsu tersebar di sekitar Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Semarang, Banten, Medan, Aceh, dan Padang. Selain 14 rumah sakit, fasilitas kesehatan yang baru diketahui berlangganan vaksin palsu yakni dua klinik, dua apotek, dan satu toko obat.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kementerian PPPA Dorong Kemenag Susun Regulasi Pencegahan Kekerasan Anak di Satuan Pendidikan Berbasis Agama

Kementerian PPPA Dorong Kemenag Susun Regulasi Pencegahan Kekerasan Anak di Satuan Pendidikan Berbasis Agama

Nasional
Ketua Tim Riset: Jangan Takut Vaksin Covid-19, Takutlah pada Virusnya

Ketua Tim Riset: Jangan Takut Vaksin Covid-19, Takutlah pada Virusnya

Nasional
Kemenkes: Hasil Swab Antigen Dimasukkan ke Laporan Harian Covid-19 Sejak Februari 2021

Kemenkes: Hasil Swab Antigen Dimasukkan ke Laporan Harian Covid-19 Sejak Februari 2021

Nasional
UPDATE: 130.630 Spesimen Covid-19 Diperiksa dalam Sehari, Total 18.864.666

UPDATE: 130.630 Spesimen Covid-19 Diperiksa dalam Sehari, Total 18.864.666

Nasional
KPK: Berkas Perkara Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial Dinyatakan Lengkap

KPK: Berkas Perkara Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial Dinyatakan Lengkap

Nasional
Kasus Korupsi Asabri, Kejagung Periksa Sejumlah Dirut Perusahaan Sekuritas

Kasus Korupsi Asabri, Kejagung Periksa Sejumlah Dirut Perusahaan Sekuritas

Nasional
Soal Wacana Presiden Tiga Periode, Gerindra Tak Pernah Dengar Ada Gerakan dari Istana

Soal Wacana Presiden Tiga Periode, Gerindra Tak Pernah Dengar Ada Gerakan dari Istana

Nasional
Menlu: Perempuan Miliki Peran Penting Atasi Pandemi Covid-19

Menlu: Perempuan Miliki Peran Penting Atasi Pandemi Covid-19

Nasional
Wujudkan Desa Bersih Narkoba, Gus Menteri Terapkan Kebijakan Ini

Wujudkan Desa Bersih Narkoba, Gus Menteri Terapkan Kebijakan Ini

Nasional
Ini Alasan DPR Perpanjang Pembahasan RUU PDP dan Penanggulangan Bencana

Ini Alasan DPR Perpanjang Pembahasan RUU PDP dan Penanggulangan Bencana

Nasional
UPDATE 22 Juni: Sebaran 13.668 Kasus Baru Covid-19, Jabar Paling Tinggi

UPDATE 22 Juni: Sebaran 13.668 Kasus Baru Covid-19, Jabar Paling Tinggi

Nasional
Sebut Denda Pelanggaran Prokes Tak Mengubah Perilaku, Kemenkes: Masyarakat Tetap Acuh

Sebut Denda Pelanggaran Prokes Tak Mengubah Perilaku, Kemenkes: Masyarakat Tetap Acuh

Nasional
UPDATE 22 Juni: 12.514.917 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 23.789.884 Dosis Pertama

UPDATE 22 Juni: 12.514.917 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 23.789.884 Dosis Pertama

Nasional
UPDATE 22 Juni: Ada 124.918 Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

UPDATE 22 Juni: Ada 124.918 Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 22 Juni: Tambah 8.375, Pasien Covid-19 Sembuh Jadi 1.810.136

UPDATE 22 Juni: Tambah 8.375, Pasien Covid-19 Sembuh Jadi 1.810.136

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X