Istana Bantah Gories Mere dan Diaz Hendropriyono "Orang Titipan"

Kompas.com - 12/07/2016, 18:34 WIB
Ketua Relawan Kawan Jokowi, Diaz Hendropriyono di Gedung Sport Hall Karang Panjang Ambon, Jumat (27/6/2014). KOMPAS.com/ RAHMAN PATTYKetua Relawan Kawan Jokowi, Diaz Hendropriyono di Gedung Sport Hall Karang Panjang Ambon, Jumat (27/6/2014).
|
EditorSandro Gatra

JAKARTA, KOMPAS.com - Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi Sapto Prabowo membantah Gories Mere dan Diaz Hendropriyono merupakan orang titipan. Gories dan Diaz diangkat Presiden Joko Widodo menjadi Staf Khusus Presiden.

"Saya rasa tidak ada titip menitip seperti itu," ujar Johan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (12/7/2016). 

Meski mendapat masukan dari banyak pihak soal pengangkatan kedua sosok itu, Johan meyakini, keduanya murni merupakan pilihan Presiden.

Ditanya apa kompetensi Gories dan Diaz sehingga keduanya diangkat menjadi staf khusus presiden, Johan tidak mengetahuinya. Namun yang jelas, Presiden melihat latar belakang mereka akan membantu tugas-tugasnya.

"Dari perjalananan karier Pak Gories dan Pak Diaz, tentu ada hal-hal yang menurut Presiden diperlukan masukan-masukan dari mereka," lanjut dia.

Soal apa bidang yang akan Gories dan Diaz kerjakan, Johan juga tidak mengetahuinya. Dalam Keppres, kalimat pengangkatan hanya bertulis 'mengangkat sebagai staf khusus presiden' tanpa diembel-embeli satu bidang tertentu. 

Tugas dan fungsi Gories dan Diaz sebagai staf khusus, lanjut Johan, tercantum di bagian tugas dan fungsi. Johan mengaku, tidak melihat isi Keppres tersebut. 

"Staf khusus presiden memang ada tugasnya. (misalnya tugasnya Johan Budi), mengkomunikasikan, kemudian membantu kehumasan di pemerintah. Nah, sayanya enggak tahu (isi Keppres pengangkatan Gorries dan Diaz) seperti apa. Tapi pasti ada," ujar Johan. 

Presiden Joko Widodo mengangkat Gories Mere dan Diaz Hendropriyono menjadi Staf Khusus Presiden. Keppres pengangkatan kedua itu sudah diteken sejak Juni 2016 lalu. 

Gories dikenal sebagai mantan pejabat kepolisian yang pernah menjabat Kepala Densus 88. Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Bareskrim Polri dan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) yang pertama.

Sementara itu, Diaz Hendropriyono merupakan anak ketiga AM Hendropriyono. Saat Jokowi-JK maju dalam Pilpres 2014, Diaz berperan sebagai relawan pendukung melalui "Kawan Jokowi".

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Silaturahmi Politik, Golkar-PKS Bahas Pilkada 2020 dan Omnibus Law

Silaturahmi Politik, Golkar-PKS Bahas Pilkada 2020 dan Omnibus Law

Nasional
Tito Karnavian Sindir Kepala Daerah yang Tak Peduli pada Perpustakaan

Tito Karnavian Sindir Kepala Daerah yang Tak Peduli pada Perpustakaan

Nasional
Audiensi dengan Korban First Travel, Komisi VIII: Negara Bisa Digugat

Audiensi dengan Korban First Travel, Komisi VIII: Negara Bisa Digugat

Nasional
Anggota Komisi I Sebut Ada Potensi 'Abuse of Power' dalam RUU Perlindungan Data Pribadi

Anggota Komisi I Sebut Ada Potensi "Abuse of Power" dalam RUU Perlindungan Data Pribadi

Nasional
Politikus Demokrat Usul Panja Harun Masiku, KPK Fokus Tuntaskan Penyidikan

Politikus Demokrat Usul Panja Harun Masiku, KPK Fokus Tuntaskan Penyidikan

Nasional
Periksa Tersangka Kasus Korupsi di Kemenag, Ini yang Didalami KPK

Periksa Tersangka Kasus Korupsi di Kemenag, Ini yang Didalami KPK

Nasional
Airlangga Tak Persoalkan Jokowi Bicara Reshuffle Kabinet ke Pegiat Medsos

Airlangga Tak Persoalkan Jokowi Bicara Reshuffle Kabinet ke Pegiat Medsos

Nasional
Ini Hasil Penggeledahan Rumah Warga di Batan Indah Terkait Radiasi Nuklir

Ini Hasil Penggeledahan Rumah Warga di Batan Indah Terkait Radiasi Nuklir

Nasional
KPK Geledah Apartemen yang Diduga Tempat Nurhadi Bersembunyi, tetapi Nihil

KPK Geledah Apartemen yang Diduga Tempat Nurhadi Bersembunyi, tetapi Nihil

Nasional
Telusuri Aset Para Tersangka Kasus Jiwasraya, Kejagung Minta Keterangan 17 Bank

Telusuri Aset Para Tersangka Kasus Jiwasraya, Kejagung Minta Keterangan 17 Bank

Nasional
Mendagri Ungkap Ada Anggaran Daerah yang Disimpan di Bank, Berharap Deposito

Mendagri Ungkap Ada Anggaran Daerah yang Disimpan di Bank, Berharap Deposito

Nasional
Menkominfo: Ada 127 Hoaks di Indonesia soal Virus Corona, Salah Satunya Menular Lewat Nyamuk

Menkominfo: Ada 127 Hoaks di Indonesia soal Virus Corona, Salah Satunya Menular Lewat Nyamuk

Nasional
Mahfud Sebut Koordinasi Pembangunan Papua Akan Lebih Terarah

Mahfud Sebut Koordinasi Pembangunan Papua Akan Lebih Terarah

Nasional
Polisi Periksa 17 Saksi Terkait Limbah Radioaktif di Tangerang Selatan

Polisi Periksa 17 Saksi Terkait Limbah Radioaktif di Tangerang Selatan

Nasional
Malaysia Belajar Pengelolaan Laporan Harta Pejabat ke KPK

Malaysia Belajar Pengelolaan Laporan Harta Pejabat ke KPK

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X