Kompas.com - 08/07/2016, 11:02 WIB
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Husni Kamil Manik memimpin rapat koordinasi persiapan pilkada tahun 2017 di daerah otonom khusus, di kantor KPU, Jakarta, Selasa (19/4/2016). TRIBUNNEWS / HERUDINKetua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Husni Kamil Manik memimpin rapat koordinasi persiapan pilkada tahun 2017 di daerah otonom khusus, di kantor KPU, Jakarta, Selasa (19/4/2016).
Penulis Amir Sodikin
|
EditorHeru Margianto

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum Husni Kamil Manik, Kamis (7/7/2016) malam, telah dipanggil Sang Pencipta. Sosok kalem, tenang, dan penyabar ini telah mengantarkan Indonesia memasuki masa-masa kritis saat Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2014.

Kiprahnya dalam mewarnai sistem kepemiluan Indonesia pantas menjadi pelajaran bagi kita semua. Ia berusaha berdiri di semua pihak, dengan caranya yang begitu tenang.

Mencairkan suasana saat rapat genting dan tegang, menjadi salah satu keahlian Husni. Salah satu rapat penting yang menentukan kredibilitas KPU adalah saat memimpin rekapitulasi suara nasional pada Pilpres 2014.

Di antara banyak komentar pedas dan juga caci maki, Husni tak terpancing emosi. Jika terpancing emosi, forum penting itu bisa menjadi berlarut-larut dan bisa menemui jalan buntu.

Saya masih ingat, salah satu penggal jalannya sidang saat itu. Husni dengan tenang berusaha menguasai jalannya forum rekapitulasi suara nasional. Hari itu, Jumat (9/5/2014) malam pukul 21.00, Kantor KPU masih hiruk-pikuk. Catatan saya ini pernah dimuat di harian Kompas esok harinya.

Kurang tiga jam lagi, KPU harus menetapkan hasil pemilu legislatif secara nasional. Namun, perdebatan di ruang rapat pleno terbuka masih alot.

Para saksi partai politik masih mempermasalahkan akurasi rekapitulasi Provinsi Sumatera Selatan, khususnya untuk Kabupaten Musi Rawas. Suasana makin genting karena setelah Sumsel masih ada Maluku Utara yang harus mempresentasikan perbaikan rekapitulasi provinsi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di halaman KPU, makin malam makin ramai orang-orang berdatangan menyaksikan rekapitulasi. KPU telah menggelar tenda ukuran besar dilengkapi layar lebar berisi tayangan langsung jalannya rekapitulasi.

Di lobi lantai II juga disediakan layar untuk menyaksikan jalannya sidang bagi yang tak memiliki kartu tanda pengenal. Di ruang sidang, media massa dalam dan luar negeri berjubel menyesaki ruang sidang, siap-siap meliput penetapan hasil Pemilu Legislatif 2014.

Namun, forum masih diwarnai debat mengkritik dapil Sumsel I, terutama di Musi Rawas. Saksi dari Partai Persatuan Pembangunan, Ahmad Yani, salah satu yang vokal memprotes yang terjadi di Musi Rawas.

Yani, yang juga caleg PPP dari dapil Sumsel I ini, mengungkapkan sejumlah kecurangan. ”Sulit meyakini C1 plano yang ada. Tapi, KPU akhirnya bisa mendatangkan C1 plano. Bagaimana validitasnya? Seperti barang gaib,” kata Yani.

Selain menyalahkan KPU Musi Rawas, Yani juga mengkritik kinerja KPU Sumsel.

Para pengunjung yang hadir harap-harap cemas dengan jalannya sidang. Jika KPU salah sedikit dalam mengelola jalannya sidang, situasi menjadi runyam. Giliran Husni harus menanggapi protes keras peserta sidang malam itu.

”Masih ada poin baru yang akan disampaikan? Pak Yani ini luar biasa, beliau Wakil Sekjen PPP yang hadir di sini,” kata Husni Kamil Manik. Jurus Husni yang mencoba bercanda ini ternyata ampuh meredam suasana genting sidang.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE: 223.929 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 1,93 Persen

UPDATE: 223.929 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 1,93 Persen

Nasional
Update 17 Oktober: 62.732.568 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

Update 17 Oktober: 62.732.568 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

Nasional
Update 17 Oktober: Bertambah 19, Pasien Covid-19 Meninggal Total 142.952 Orang

Update 17 Oktober: Bertambah 19, Pasien Covid-19 Meninggal Total 142.952 Orang

Nasional
UPDATE 17 Oktober: Bertambah 1.086, Pasien Covid-19 Sembuh Total 4.073.418

UPDATE 17 Oktober: Bertambah 1.086, Pasien Covid-19 Sembuh Total 4.073.418

Nasional
UPDATE 17 Oktober: Tambah 747, Total Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 4.237.758

UPDATE 17 Oktober: Tambah 747, Total Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 4.237.758

Nasional
Jokpro Jabar Deklarasikan Dukungan untuk Jokowi-Prabowo 2024

Jokpro Jabar Deklarasikan Dukungan untuk Jokowi-Prabowo 2024

Nasional
Pemerintah Ubah Hari Libur Nasional, Antisipasi Terjadinya Lonjakan Kasus Covid-19

Pemerintah Ubah Hari Libur Nasional, Antisipasi Terjadinya Lonjakan Kasus Covid-19

Nasional
Ma'ruf: Pemerintah  Mempercepat Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem

Ma'ruf: Pemerintah Mempercepat Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem

Nasional
Tampung Aspirasi, Muhaimin Gelar Lomba Video 'Lapor Cak Imin Aja!'

Tampung Aspirasi, Muhaimin Gelar Lomba Video "Lapor Cak Imin Aja!"

Nasional
UNJ Disebut Akan Ubah Aturan demi Beri Gelar untuk Ma'ruf Amin dan Erick Thohir

UNJ Disebut Akan Ubah Aturan demi Beri Gelar untuk Ma'ruf Amin dan Erick Thohir

Nasional
Menilik Sejarah Terbentuknya Korps Paskhas TNI AU...

Menilik Sejarah Terbentuknya Korps Paskhas TNI AU...

Nasional
KPK Akan Dalami Uang Rp 1,5 Miliar yang Diamankan dari Dodi Alex Noerdin

KPK Akan Dalami Uang Rp 1,5 Miliar yang Diamankan dari Dodi Alex Noerdin

Nasional
Sukses Uji Penyelaman, KRI Cakra-401 Dinilai Penuhi Indikator Kelayakan Operasi

Sukses Uji Penyelaman, KRI Cakra-401 Dinilai Penuhi Indikator Kelayakan Operasi

Nasional
Dodi Reza Alex Noerdin Diduga Rekayasa Proyek, KPK Sebut Fee 10 Persen

Dodi Reza Alex Noerdin Diduga Rekayasa Proyek, KPK Sebut Fee 10 Persen

Nasional
Sedang Perbaikan, Kapal Selam KRI Cakra-401 Sukses Jalani Uji Penyelaman

Sedang Perbaikan, Kapal Selam KRI Cakra-401 Sukses Jalani Uji Penyelaman

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.