Kompas.com - 30/06/2016, 07:03 WIB
|
EditorKrisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyidik Badan Reserse Kriminal Polri telah memeriksa tiga saksi dari rumah sakit terkait pembuatan dan peredaran vaksin palsu. Diketahui, ada empat rumah sakit yang disinyalir menjadi pelanggan vaksin palsu tersebut.

"Ada tiga saksi yang kami periksa terkait dengan rumah sakit," ujar Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Agung Setya di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (29/6/2016) malam.

Namun, Agung enggan mengungkap dari rumah sakit mana mereka berasal. Pemeriksaan terhadap ketiga saksi tersebut dilakukan untuk menelusuri keterlibatan oknum rumah sakit dalam penggunaan vaksin palsu. 

(Baca: Vaksin Palsu Sudah Terdistribusi dari Padang hingga Aceh)

"Dari mereka, kami lakukan pemeriksaan," kata Agung.

Selain di empat rumah sakit, fasilitas kesehatan yang berlangganan vaksin palsu juga terdeteksi di dua klinik, dua apotek, dan satu tempat obat. Namun, Bareskrim Polri enggan mengungkap nama dan lokasinya karena khawatir mengganggu proses penyidikan.

Kementerian Kesehatan sebelumnya telah meminta seluruh rumah sakir untuk memeriksa stok vaksin mereka apakah asli atau palsu. Jika ternyata palsu, maka rumah sakit diminta menarik seluruh produk vaksin itu agar tidak digunakan.

Penyidik juga masih mendalami keterlibatan dokter dalam pemberian vaksin palsu. Agung mengatakan, pemeriksaan saksi masih terus dilakukan untuk menguatkan bukti siapa saja yang bisa dijerat berikutnya.

Bareskrim Polri telah menangkap 16 tersangka terkait vaksin palsu. Dari jumlah itu, tujuh di antaranya merupakan produsen. Sementara sisanya merupakan distributor dan pembuat label vaksin.

Agung menduga masih ada pelaku lain yang berkeliaran di sejumlah daerah terkait vaksin palsu. Karena itu lah Bareskrim mengerahkan penyidik di daerah untuk membantu gerak reserse Mabes Polri.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.