Klarifikasi Vaksin Palsu, Komisi IX Panggil Menkes dan BPOM pada Hari Ini

Kompas.com - 27/06/2016, 11:36 WIB
Anggota Fraksi PPP Okky Asokawati KOMPAS.com/INDRA AKUNTONOAnggota Fraksi PPP Okky Asokawati
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi IX DPR menjadwalkan rapat dengan Menteri Kesehatan Nila Moeloek dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Senin (27/6/2016), terkait terungkapnya peredaran vaksin palsu.

Kasus ini tengah ditangani kepolisian.

"Siang ini Insya Allah jam tiga sore akan raker dengan Menkes dan Plt Kepala BPOM. Meminta penjelasan terkait vaksin palsu," kata anggota Komisi IX Okky Asokawati, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (27/6/2016).

Ia mengatakan, tindakan preventif dari Kemenkes atas vaksin palsu ini sangat memprihatinkan, karena informasinya sudah lama terdengar.

Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dan Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) pun dinilainya tak dikawal dengan baik.

"Terkait CPOB yang harusnya memberi izin adalah Kemenkes. Kalau sampai ada pihak yang memproduksi vaksin dengan tidak baik berarti CPOB nya tidak baik," kata politisi Partai Persatuan Pembangunan itu.

Tak hanya Kemenkes, Okky menilai, BPOM juga kecolongan. Sebab, distribusi vakain merupakan tugas pokok dan fungsi BPOM.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia meminta agar pemerintah melakukan pengawasan yang lebih baik serta meyakinkan masyarakat terutama kaum ibu agar tak takut melakukan vaksinasi terhadap ibu dan balitanya.

Bareskrim Polri yang tengah menangani kasus ini juga dimita segera memberikan informasi terkait rumah sakit atau tempat fasilitas kesehatan mana saja yang ditengarai memberikan vaksin palsu.

"Sebab saya khawatir dengan adanya kasus ini masyarakat jadi takut melalukan vaksinasi," kata Okky.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menantu Rizieq Divonis 1 Tahun Penjara di Kasus Tes Swab RS Ummi, Ini Hal yang Memberatkan

Menantu Rizieq Divonis 1 Tahun Penjara di Kasus Tes Swab RS Ummi, Ini Hal yang Memberatkan

Nasional
Kasus Tes Usap RS Ummi, Menantu Rizieq Shihab Divonis 1 Tahun Penjara

Kasus Tes Usap RS Ummi, Menantu Rizieq Shihab Divonis 1 Tahun Penjara

Nasional
100 Hari Menuju PON XX Papua, Panitia Siapkan Berbagai Event Menarik

100 Hari Menuju PON XX Papua, Panitia Siapkan Berbagai Event Menarik

Nasional
Hakim Anggap Pernyataan Rizieq Merasa Sehat Saat Dirawat di RS Ummi sebagai Kebohongan

Hakim Anggap Pernyataan Rizieq Merasa Sehat Saat Dirawat di RS Ummi sebagai Kebohongan

Nasional
DIM RUU Otsus Papua Disetujui, DPR dan Pemerinta Bentuk Panja

DIM RUU Otsus Papua Disetujui, DPR dan Pemerinta Bentuk Panja

Nasional
Vaksinasi Indonesia Tertinggal dari Negara Lain, Gus Muhaimin Minta Pemerintah Ajak Tokoh Agama untuk Sosialisasikan

Vaksinasi Indonesia Tertinggal dari Negara Lain, Gus Muhaimin Minta Pemerintah Ajak Tokoh Agama untuk Sosialisasikan

Nasional
Mudahkan Masyarakat Laporkan Pelanggar Etik di KPK, Dewas Luncurkan Aplikasi 'Otentik'

Mudahkan Masyarakat Laporkan Pelanggar Etik di KPK, Dewas Luncurkan Aplikasi "Otentik"

Nasional
Polri Minta Maaf atas Perbuatan Briptu Nikmal Perkosa Remaja di Mapolsek

Polri Minta Maaf atas Perbuatan Briptu Nikmal Perkosa Remaja di Mapolsek

Nasional
Briptu Nikmal Idwar, Polisi Pemerkosa Remaja di Maluku Utara Akan Dipecat

Briptu Nikmal Idwar, Polisi Pemerkosa Remaja di Maluku Utara Akan Dipecat

Nasional
Ini Hal yang Memberatkan Vonis terhadap Rizieq Shihab dalam Kasus Tes Usap RS Ummi

Ini Hal yang Memberatkan Vonis terhadap Rizieq Shihab dalam Kasus Tes Usap RS Ummi

Nasional
Hakim Vonis Rizieq Shihab 4 Tahun Penjara, Lebih Ringan dari Tuntutan Jaksa

Hakim Vonis Rizieq Shihab 4 Tahun Penjara, Lebih Ringan dari Tuntutan Jaksa

Nasional
Pemerintah Hong Kong Kategorikan Situasi Pandemi Covid-19 Indonesia seperti India

Pemerintah Hong Kong Kategorikan Situasi Pandemi Covid-19 Indonesia seperti India

Nasional
Divonis 4 Tahun Penjara di Kasus Tes Swab RS Ummi, Rizieq Banding

Divonis 4 Tahun Penjara di Kasus Tes Swab RS Ummi, Rizieq Banding

Nasional
YLBHI Anggap Pernyataan Jampidsus Soal Pinangki Tidak Etis

YLBHI Anggap Pernyataan Jampidsus Soal Pinangki Tidak Etis

Nasional
Ini Perkiraan Biaya Lockdown yang Pernah Diungkap Jokowi...

Ini Perkiraan Biaya Lockdown yang Pernah Diungkap Jokowi...

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X