Pemilu 2019, PPP Targetkan Tiga Besar

Kompas.com - 05/06/2016, 14:02 WIB
Pelantikan Pengurus DPP PPP 2016-2021 di Jakarta, Jumat (20/5/2016). KOMPAS.com/IHSANUDDINPelantikan Pengurus DPP PPP 2016-2021 di Jakarta, Jumat (20/5/2016).
Penulis Dani Prabowo
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com – Partai Persatuan Pembangunan menargetkan perolehan kursi tiga besar pada penyelenggaraan Pemilu 2019. Sejumlah strategi pun disiapkan untuk meraih hal tersebut.

Penetapan target tersebut merupakan salah satu hasil Rapat Kerja DPP PPP yang dilangsungkan di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur pada 3-5 Juni 2016. Rapat diikuti oleh seluruh pengurus harian, serta pengurus departemen dan lembaga.

“Kita menargetkan masuk tiga besar perolehan suara dan kursi secara nasional. Untuk itu, rapat kerja telah menyusun program kerja 44 bidang yang berdampk secara elektoral,” kata Ketua DPP PPP bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) Qoyum Abdul Jabar, di Asrama Haji, Minggu (5/6/2016).

Wakil Sekjen DPP PPP Achmad Baidowi mengatakan, jumlah kursi yang diharapkan untuk mencapai target tersebut yakni 77 kursi. Untuk itu, upaya pemetaan tengah dilakukan untuk memaksimalkan hasil yang akan diperoleh.

Untuk diketahui, saat ini perolehan kursi PPP di DPR yaitu sebanyak 39 kursi. Salah satu strategi yang akan diterapkan yakni mempertahankan seluruh kursi yang telah diraih pada Pemilu Legislatif 2014 lalu.

“Kita petakan mana saja dapil yang bisa mendapat dua kursi. Taruh lah di Bali, kita pakai logika apapun sulit bagi kita untuk mendapat dua kursi. Tapi kita bisa maksimalkan di dapil di Jawa Timur, Dapil Tasikmalaya, Dapil Banten seperti di Pandeglang,” kata dia.

Strategi lain yang juga akan diterapkan yaitu memanfaatkan basis kemenangan PPP di Pemilu Legislatif 1999 dan Pemilu Legislatif 2004. Saat itu, perolehan suara PPP masing-masing 57 kursi dan 59 kursi.

“Basis itu akan kita ambil, karena itu modal,” ujarnya.

Langkah berikutnnya yakni mengubah citra PPP sebagai partai agama menjadi partai yang merakyat, moderat, dan mondial.

Hal itu dilakukan untuk menyasar pemilih pemula yang akan menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019. Menurut dia, isu agama kurang laku untuk dijual kepada para pemilih pemula.

“Untuk itu kita mengubah branding kita dari ‘Rumah Besar Umat Islam’, menjadi ‘Bergerak Bersama Rakyat’,” kata dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mayoritas Masyarakat Ingin Calon Kepala Daerah Pelanggar Protokol Kesehatan Didiskualifikasi

Mayoritas Masyarakat Ingin Calon Kepala Daerah Pelanggar Protokol Kesehatan Didiskualifikasi

Nasional
Partai Demokrat Minta Polisi Jangan Bertindak Berlebihan Terhadap Demonstran

Partai Demokrat Minta Polisi Jangan Bertindak Berlebihan Terhadap Demonstran

Nasional
Survei IPI: Mayoritas Setuju Aparat Semena-mena Terhadap yang Berseberangan Secara Politik

Survei IPI: Mayoritas Setuju Aparat Semena-mena Terhadap yang Berseberangan Secara Politik

Nasional
FSGI Ungkap Alasan Beri Nilai 55 untuk Program PJJ Nadiem Makarim

FSGI Ungkap Alasan Beri Nilai 55 untuk Program PJJ Nadiem Makarim

Nasional
Polisi Cari Pengendali Penyelundupan Senpi ke KKB di Papua

Polisi Cari Pengendali Penyelundupan Senpi ke KKB di Papua

Nasional
Survei IPI: 73,8 Persen Setuju Masyarakat Makin Sulit Berunjuk Rasa

Survei IPI: 73,8 Persen Setuju Masyarakat Makin Sulit Berunjuk Rasa

Nasional
Disorot, Bawaslu Daerah Loloskan Mantan Koruptor meski Belum Penuhi Masa Tunggu Pidana

Disorot, Bawaslu Daerah Loloskan Mantan Koruptor meski Belum Penuhi Masa Tunggu Pidana

Nasional
FSGI: Kami Beri Nilai 100 untuk Program Penghapusan UN

FSGI: Kami Beri Nilai 100 untuk Program Penghapusan UN

Nasional
UPDATE 25 Oktober: 2 Provinsi Tak Ada Kasus Baru, DKI Tertinggi

UPDATE 25 Oktober: 2 Provinsi Tak Ada Kasus Baru, DKI Tertinggi

Nasional
Hari Dokter Nasional, Ayo Bantu Garda Terdepan Lewat Gerakan 3M

Hari Dokter Nasional, Ayo Bantu Garda Terdepan Lewat Gerakan 3M

Nasional
UPDATE 25 Oktober: 168.918 Suspek Covid-19 di Indonesia

UPDATE 25 Oktober: 168.918 Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
Ini Kekurangan Bantuan Kuota Internet dari Kemendikbud Versi FSGI

Ini Kekurangan Bantuan Kuota Internet dari Kemendikbud Versi FSGI

Nasional
Survei IPI: Mayoritas Anggap Indonesia Kurang Demokratis

Survei IPI: Mayoritas Anggap Indonesia Kurang Demokratis

Nasional
UPDATE 25 Oktober: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Capai 62.649

UPDATE 25 Oktober: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Capai 62.649

Nasional
UPDATE 25 Oktober: Total Spesimen Covid-19 yang Diperiksa Capai 4.327.144

UPDATE 25 Oktober: Total Spesimen Covid-19 yang Diperiksa Capai 4.327.144

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X