Gerakan Masyarakat Sipil Indonesia, Reaktif dan Cepat Bubar

Kompas.com - 03/06/2016, 20:42 WIB
Koalisi Masyarakat Sipil serta dua Pimpinan KPK, Agus Rahardjo dan Saut Situmorang, memukul kentongan sebagai simbol penolakan revisi UU KPK yanh dianggap membahayakan. Aksi dilakukan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (16/2/2016). Ambaranie Nadia K.MKoalisi Masyarakat Sipil serta dua Pimpinan KPK, Agus Rahardjo dan Saut Situmorang, memukul kentongan sebagai simbol penolakan revisi UU KPK yanh dianggap membahayakan. Aksi dilakukan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (16/2/2016).
|
EditorSabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com — Terpecah dan tidak solid. Itulah hasil penelitian Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Power Walfare and Democracy (PWD) tentang wajah gerakan masyarakat sipil di Indonesia saat ini.

Penyatuan elemen-elemen gerakan tetap ada, tetapi sangat rapuh dan tidak berkelanjutan.

"Aliansi gerakan bukannya enggak terjadi. Itu terjadi, tetapi itu hanya merespons reaktif isu-isu, setelah selesai, ya bubar," ujar salah satu peneliti, Willy Purna Samadhi, saat berbincang dengan Kompas.com di salah satu kedai kopi di Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (3/6/2016).

Kondisi itu, menurut Willy, menggambarkan satu hal, yakni ketidakjelasan paradigma soal demokrasi bersama. Kondisi ini bukan akhir gerakan masyarakat sipil.

(Baca: Berakhirnya Kasus Samad-BW, Kemenangan Gerakan Masyarakat Sipil Lawan Korupsi)

Willy berpendapat, masih ada peluang untuk memperjuangkan isu-isu kerakyatan di tataran birokrasi, yakni dengan menjalin lagi relasi dengan para aktivis masyarakat sipil yang masuk ke dalam sistem pemerintahan.

"Kami mengusulkan dibentuk joint commision. Di dalamnya duduk wakil masyarakat sipil, orang birokrat, pemerintah, partai politik, dan sebagainya. Komite ini untuk menggodok usul-usul, saran-saran, dan kepentingan yang asalnya benar-benar dari rakyat," ujar Willy.

Seiring dengan itu, Willy juga berpendapat bahwa masyarakat sipil tetap harus bersatu dan memperjuangkan kepentingan bersama.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Siauw Giok Tjhan, Penggemar Cerita Detektif yang Ajak Pemuda Tionghoa Dukung Kemerdekaan RI

Siauw Giok Tjhan, Penggemar Cerita Detektif yang Ajak Pemuda Tionghoa Dukung Kemerdekaan RI

Nasional
Liem Koen Hian, Partisipasi Tokoh Tionghoa di Awal Pemerintahan RI

Liem Koen Hian, Partisipasi Tokoh Tionghoa di Awal Pemerintahan RI

Nasional
Mahfud MD Tolak Tawaran Bantuan Dubes AS untuk Atasi Persoalan Natuna

Mahfud MD Tolak Tawaran Bantuan Dubes AS untuk Atasi Persoalan Natuna

Nasional
Bamsoet Nilai Banjir Jakarta Bawa Hikmah, Minimal Saling Kenal Tetangga

Bamsoet Nilai Banjir Jakarta Bawa Hikmah, Minimal Saling Kenal Tetangga

Nasional
Bamsoet Minta Golkar Hati-hati Usung Calon pada Pilkada 2020

Bamsoet Minta Golkar Hati-hati Usung Calon pada Pilkada 2020

Nasional
Jokowi Ingatkan Yasonna, Ketua MPR: Itu Berlaku untuk Semua Pejabat

Jokowi Ingatkan Yasonna, Ketua MPR: Itu Berlaku untuk Semua Pejabat

Nasional
Golkar Sebut Penyederhanaan Partai di Parlemen Penting Dilakukan

Golkar Sebut Penyederhanaan Partai di Parlemen Penting Dilakukan

Nasional
Masjid Agung Demak dan Pengaruh Tionghoa...

Masjid Agung Demak dan Pengaruh Tionghoa...

Nasional
Mahfud MD Akan ke Malaysia, Bahas Penculikan WNI oleh Abu Sayyaf

Mahfud MD Akan ke Malaysia, Bahas Penculikan WNI oleh Abu Sayyaf

Nasional
Cerita Menhan Malaysia Naik Pesawat Buatan RI ke Jakarta, Penerbangan Jadi Lebih Lama

Cerita Menhan Malaysia Naik Pesawat Buatan RI ke Jakarta, Penerbangan Jadi Lebih Lama

Nasional
Ketua MPR Minta BPK Audit Menyeluruh Jiwasraya, Asabri, hingga BPJS

Ketua MPR Minta BPK Audit Menyeluruh Jiwasraya, Asabri, hingga BPJS

Nasional
Menurut Mahfud MD, Indonesia dan Malaysia Sama-sama Ingin Jadi Negara Islami

Menurut Mahfud MD, Indonesia dan Malaysia Sama-sama Ingin Jadi Negara Islami

Nasional
Bamsoet: Kita Hindari Pansus Jiwasraya untuk Kurangi Kegaduhan

Bamsoet: Kita Hindari Pansus Jiwasraya untuk Kurangi Kegaduhan

Nasional
Bambang Widjojanto Nilai Kenaikan Indeks Persepsi Korupsi Mesti Dilihat Hati-hati

Bambang Widjojanto Nilai Kenaikan Indeks Persepsi Korupsi Mesti Dilihat Hati-hati

Nasional
PDI-P: Hari Raya Imlek sebagai Hari Libur Nasional merupakan Ekspresi Semangat Kebangsaan

PDI-P: Hari Raya Imlek sebagai Hari Libur Nasional merupakan Ekspresi Semangat Kebangsaan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X