Eksepsi Dua Terdakwa Belum Siap, Sidang "Obor Rakyat" Ditunda

Kompas.com - 02/06/2016, 12:47 WIB
Dua terdakwa Fachri FachrudinDua terdakwa "Obor Rakyat" Setiyardi Budiono dan Darmawan Sepriyossa jalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (2/6/2016).
|
EditorSandro Gatra

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengadilan Negeri Jakarta Pusat kembali melanjutkan sidang perkara dugaan pencemaran nama baik Joko Widodo oleh pimpinan Tabloid Obor Rakyat, Kamis (2/6/2016).

Dua terdakwa, yakni Setiyardi Budiono dan Darmawan Sepriosa didakwa Pasal 311 ayat (1) KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Setiyardi merupakan Pemimpin Redaksi Tabloid Obor Rakyat, sementara Darmawan menjabat redaktur.

Ketua Majelis Hakim, Sinung Hermawan, membuka sidang pukul 11.07 WIB, dengan agenda pembacaan eksepsi atau nota keberatan dari pihak terdakwa. Namun, kedua terdakwa belum siap.


"Kami belum siap hari ini. Kami minta waktu lagi," tutur pengacara terdakwa, Deni Simorangkir kepada majelis hakim.

Sidang kemudian disepakati ditunda hingga pekan depan.

"Jadi untuk persidangan berikut tanggal 9 Juni 2016 pukul 09.00 WIB," kata Hakim Sinung setelah mendengar tanggapan kedua pihak.

"Kalau bisa lebih cepat karena bersamaan dengan putusan perkara Nazarudin jam 10.00 WIB," tambah Sinung. Sidang akhirnya di tutup sekira pukul 11.15 WIB.

Dalam kasus ini, Setyardi dan Darmawan dianggap melakukan pencemaran nama baik dan penghinaan terhadap Joko Widodo melalui Tabloid Obor Rakyat.

Tabloid Obor Rakyat memuat pemberitaan yang dianggap fitnah terkait isu SARA yang menyerang Jokowi pada tahun pemilu, 2014 lalu.

Tabloid ini disebarkan secara masif di beberapa pesantren di Pulau Jawa.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X