Rekomendasi Simposium Tandingan Juga Jadi Pertimbangan Pemerintah

Kompas.com - 01/06/2016, 15:24 WIB
Ketua Panitia Pengarah Simposium Nasional Tragedi 1965 sekaligus Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), Agus Widjojo, mengatakan tim perumus simposium sudah menyiapkan hasil rekomendasi untuk dilaporkan ke Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan. Hal tersebut dia katakan saat ditemui di gedung Lemhanas, Rabu (18/5/2016). Kristian ErdiantoKetua Panitia Pengarah Simposium Nasional Tragedi 1965 sekaligus Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), Agus Widjojo, mengatakan tim perumus simposium sudah menyiapkan hasil rekomendasi untuk dilaporkan ke Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan. Hal tersebut dia katakan saat ditemui di gedung Lemhanas, Rabu (18/5/2016).
|
EditorSabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Agus Widjojo menilai rekomendasi dari pelaksanaan Simposium Nasional "Mengamankan Pancasila dari Ancaman Kebangkitan PKI dan Ideologi Lain", akan memperkaya pemerintah dalam merumuskan kebijakan untuk menuju rekonsiliasi.

Kata dia, hasil rekomendasi dari baik simposium itu maupun simposium tragedi 1965 akan sepenuhnya menjadi pertimbangan pemerintah dalam membuat kebijakan.

"Silahkan pemerintah untuk pertimbangkan semua masukan, mensinergikan dan merumuskan menjadikan satu kebijakan," kata Agus di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (1/6/2017).

(Baca: Resmi Dibuka, Simposium Purnawirawan TNI Akan Rumuskan Rekomendasi soal PKI)

Menurut Agus, pelaksanaan simposium tandingan tersebut merupakan pelaksanaan dari demokrasi. Ia menolak wacana pelaksanaan simposium tandingan merupakan upaya menghambat rekonsiliasi.

"Kalau ada pendapat yang berbeda dan simposium ini merasa perlu untuk menyampaikan pendapatnya walaupun belum dikomunikasikan dengan simposium Aryaduta, sah-sah saja menyampaikan pendapat betapapun berbedanya itu," ucap Agus.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X