Pelaksana Simposium Tandingan Minta Rekomendasinya Digabung dengan Simposium Tragedi 1965

Kompas.com - 30/05/2016, 18:14 WIB
Ketua pelaksana simposium bertajuk Lutfy Mairizal PutraKetua pelaksana simposium bertajuk "Mengamakan Pancasila dari Ancaman Kebangkitan Partai Komunis Indonesia dan Ideologi Lain", Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri meminta kepada Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Luhut Binsar Panjaitan untuk menunda pelaksanaan hasil rekomendasi dari Simposium Nasional Membedah Tragedi 1965.

Menurut Kiki, rekomendasi dari simposium tersebut akan digabungkan dengan simposium tandingan bertajuk "Mengamankan Pancasila dari Ancaman Kebangkitan Partai Komunis Indonesia dan Ideologi Lain" yang akan digelar pada 1-2 Juni 2016 mendatang.

"Kami yang minta agar rekomendasi di Hotel Aryaduta itu ditahan dulu. Nanti kami padukan dengan simposium yang kami buat," kata Kiki, saat konferensi pers di, Jakarta, Senin (30/5/2016).

Kiki mengatakan, permintaan tersebut disampaikan saat Luhut berkunjung ke Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD).

Menurut dia, di depan Jenderal TNI (Purn) Widjojo Soejono dan Jenderal TNI (Purn) Try Soetrisno, Luhut memaparkan apa yang sedang dikerjakan pemerintah, termasuk soal komunisme.

"Kami ingin menempatkan ini dalam bingkai kepentingan nasional bukan kepentingan kelompok," ucap Kiki.

Kiki mengatakan, pihaknya siap untuk duduk bersama membicarakan hasil rekomendasi dari kedua belah pihak.

"Kami sudah siap untuk duduk bersama berdialog untuk finalisasi rekomendasi," tutur Kiki.

Pada dasarnya, menurut Kiki, pihaknya setuju diadakannya rekonsiliasi pada peristiwa 1965. Untuk mencapai hal itu, ia menginginkan pembahasan rekonsiliasi dilakukan bersama-sama.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Prabowo Kembali Tunjuk Ahmad Muzani Jadi Sekjen Partai Gerindra

Prabowo Kembali Tunjuk Ahmad Muzani Jadi Sekjen Partai Gerindra

Nasional
Jokowi Ajak Kader Gerindra Bantu Negara Tangani Dampak Pandemi Covid-19

Jokowi Ajak Kader Gerindra Bantu Negara Tangani Dampak Pandemi Covid-19

Nasional
Kongres Luar Biasa secara Virtual Saat Pandemi, Gerindra Siap Daftar ke Muri

Kongres Luar Biasa secara Virtual Saat Pandemi, Gerindra Siap Daftar ke Muri

Nasional
KSAD Jadi Wakil Komite Penanganan Covid-19, Mahfud: Keterlibatan TNI Diperlukan

KSAD Jadi Wakil Komite Penanganan Covid-19, Mahfud: Keterlibatan TNI Diperlukan

Nasional
UPDATE 8 Agustus: Kasus Covid-19 DKI Jakarta Kembali Lampaui Jawa Timur

UPDATE 8 Agustus: Kasus Covid-19 DKI Jakarta Kembali Lampaui Jawa Timur

Nasional
Prabowo: Gerindra Besar Bukan karena Ketum, tetapi Berhasil Tangkap Keluhan Rakyat

Prabowo: Gerindra Besar Bukan karena Ketum, tetapi Berhasil Tangkap Keluhan Rakyat

Nasional
Pemerintah Beri Bintang Jasa 22 Tenaga Medis yang Gugur Saat Rawat Pasien Covid-19

Pemerintah Beri Bintang Jasa 22 Tenaga Medis yang Gugur Saat Rawat Pasien Covid-19

Nasional
Platform E-Learning ASN Unggul Jadi Solusi Pelatihan ASN di Tengah Pandemi

Platform E-Learning ASN Unggul Jadi Solusi Pelatihan ASN di Tengah Pandemi

Nasional
Sebaran 2.277 Kasus Baru Covid-19 RI, DKI Jakarta Tertinggi dengan 686

Sebaran 2.277 Kasus Baru Covid-19 RI, DKI Jakarta Tertinggi dengan 686

Nasional
UPDATE 8 Agustus: Kasus Suspek Covid-19 Capai 83.624

UPDATE 8 Agustus: Kasus Suspek Covid-19 Capai 83.624

Nasional
Prabowo: Banyak Partai Muncul dan Cepat Hilang, Gerindra Kokoh 12 Tahun

Prabowo: Banyak Partai Muncul dan Cepat Hilang, Gerindra Kokoh 12 Tahun

Nasional
UPDATE 8 Agustus: Total 1.693.880 Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19

UPDATE 8 Agustus: Total 1.693.880 Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19

Nasional
Sah, Prabowo Subianto Kembali Jadi Ketum Partai Gerindra

Sah, Prabowo Subianto Kembali Jadi Ketum Partai Gerindra

Nasional
UPDATE: Bertambah 65, Pasien Meninggal akibat Covid-19 Kini 5.658

UPDATE: Bertambah 65, Pasien Meninggal akibat Covid-19 Kini 5.658

Nasional
UPDATE: Bertambah 1.749, Kini Ada 79.306 Pasien Sembuh dari Covid-19

UPDATE: Bertambah 1.749, Kini Ada 79.306 Pasien Sembuh dari Covid-19

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X