ICW Ungkap Dua Dana di Sektor Pendidikan yang Rawan Dikorupsi

Kompas.com - 18/05/2016, 06:06 WIB
Staf Divisi Investigasi Indonesia Corruption Watch (ICW) Wana Alamsyah di Gedung Kejaksaan Agung RI, Jakarta Selatan, Rabu (30/9/2015). KOMPAS.com/ABBA GABRILLINStaf Divisi Investigasi Indonesia Corruption Watch (ICW) Wana Alamsyah di Gedung Kejaksaan Agung RI, Jakarta Selatan, Rabu (30/9/2015).
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Dana Alokasi Khusus (DAK) dan dana Non Pengadaan Barang dan Jasa (Non PBJ) merupakan objek dana yang paling rentan dikorupsi di sektor pendidikan.

Hal ini disampaikan peneliti Divisi Investigasi Indonesia Corruption Watch (ICW) Wana Alamsyah, di Jakarta, Selasa (17/5/2016).

Menurut Wana, DAK merupakan objek dana yang paling banyak dan rentan dikorupsi. ICW mencatat ada 85 kasus dengan kerugian negara sebesar Rp 377 miliar terkait DAK.

"Rentannya dikorupsi karena DAK dari penyusunan kebijakan sampai pada implementasinya masih rawan diselewengkan," kata Wana.

Dari banyak kasus, daerah berusaha mendapatkan DAK lebih besar, sehingga penjabat daerah menyewa calo untuk menyuap pejabat pemerintah pusat.

Selain itu, menurut Wana, pengelolaan DAK di daerah juga berpotensi diselewengkan, terutama pada penentuan sekolah penerima DAK.

"Potensi penyelewengannya semakin tinggi karena pengawasan dan pengelolaan DAK di daerah sangat lemah," ujar Wana.

Sedangkan, terkait dana Non PBJ, lanjut wana, sebanyak 247 kasus menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 466 miliar. Menurut dia, anggaran Non PBJ lebih besar dibandingkan PBJ.

Maka sering kali modus penggelapan adalah modus yang paling sering digunakan untuk pengadaan fiktif atau kegiatan operasional fiktif dalam anggaran non PBJ.

Tidak kalah pentingnya, modus mark up juga menjadi modus korupsi paling tinggi kedua. Modus ini paling banyak digunakan dalam proses pengadaan.

"Modus penggelapan menyumbang 132 kasus. Korupsi dan menimbulkan kerugian negara Rp 518 miliar. Sedangkan modus mark up menyumbang 110 korupsi dengan nilai kerugian negara Rp 448 miliar," kata Wana.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Melihat Kans Gibran di Pilkada Solo, Akankah Mudah Putra Presiden Lawan Orang Biasa?

Melihat Kans Gibran di Pilkada Solo, Akankah Mudah Putra Presiden Lawan Orang Biasa?

Nasional
Intensifnya Pertemuan Indonesia-AS: Permintaan 'True Friend', Investasi, dan Laut China Selatan

Intensifnya Pertemuan Indonesia-AS: Permintaan "True Friend", Investasi, dan Laut China Selatan

Nasional
Peringatan Maulid Nabi, Jokowi Ingatkan Kepedulian Sosial di Masa Pandemi

Peringatan Maulid Nabi, Jokowi Ingatkan Kepedulian Sosial di Masa Pandemi

Nasional
Polri Tangkap Oknum Petugas Lapas Pekanbaru, Diduga Kurir Narkoba di Jaringan Dikendalikan Napi

Polri Tangkap Oknum Petugas Lapas Pekanbaru, Diduga Kurir Narkoba di Jaringan Dikendalikan Napi

Nasional
Pemuda dan Masa Depan Indonesia

Pemuda dan Masa Depan Indonesia

Nasional
54 Wilayah Ini Zona Oranye Covid-19 Selama 10 Minggu, Satgas Nilai akibat Merasa Nyaman

54 Wilayah Ini Zona Oranye Covid-19 Selama 10 Minggu, Satgas Nilai akibat Merasa Nyaman

Nasional
8 Bulan Buron, Begini Kronologi Penangkapan Tersangka Penyuap Nurhadi

8 Bulan Buron, Begini Kronologi Penangkapan Tersangka Penyuap Nurhadi

Nasional
Tangkap Tersangka Penyuap Nurhadi, KPK Amankan Kendaraan dan Alat Komunikasi

Tangkap Tersangka Penyuap Nurhadi, KPK Amankan Kendaraan dan Alat Komunikasi

Nasional
Ada 4 Kabupaten/Kota Belum Catat Pasien Covid-19 yang Sembuh, Ini Alasannya

Ada 4 Kabupaten/Kota Belum Catat Pasien Covid-19 yang Sembuh, Ini Alasannya

Nasional
Pilkada Mojokerto, Saat Adik Menaker Ida Fauziyah Dampingi Petahana...

Pilkada Mojokerto, Saat Adik Menaker Ida Fauziyah Dampingi Petahana...

Nasional
KPK Tahan Hiendra Soenjoto, Tersangka Penyuap Nurhadi untuk 20 Hari ke Depan

KPK Tahan Hiendra Soenjoto, Tersangka Penyuap Nurhadi untuk 20 Hari ke Depan

Nasional
Doni Monardo Apresiasi 23 Presenter TV yang Terlibat Pembuatan Lagu Pencegahan Covid-19

Doni Monardo Apresiasi 23 Presenter TV yang Terlibat Pembuatan Lagu Pencegahan Covid-19

Nasional
Satgas: Persentase Kematian akibat Covid-19 di Indonesia 3,4 Persen, Dunia 2,63 Persen

Satgas: Persentase Kematian akibat Covid-19 di Indonesia 3,4 Persen, Dunia 2,63 Persen

Nasional
Menlu AS Nilai Indonesia Telah Memberi Model Hidup dengan Toleransi

Menlu AS Nilai Indonesia Telah Memberi Model Hidup dengan Toleransi

Nasional
Wapres Ingatkan Umat Islam untuk Teladani Sifat dan Karakter Nabi Muhammad

Wapres Ingatkan Umat Islam untuk Teladani Sifat dan Karakter Nabi Muhammad

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X