Dua Terdakwa "Obor Rakyat" Minta Jokowi Dihadirkan dalam Sidang

Kompas.com - 17/05/2016, 18:07 WIB
Fabian Januarius Kuwado Dua terdakwa perkara pencemaran nama baik Joko Widodo melalui tabloid Obor Rakyat, Setiyardi Budiono dan Darmawan Sepriosa saat menjalani sidang pertama di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (17/5/2016).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sidang perdana perkara dugaan pencemaran nama baik Joko Widodo oleh Tabloid Obor Rakyat, selesai digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (17/5/2016). Sidang tersebut mengagendakan pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dua terdakwa yakni Setiyardi Budiono dan Darmawan Sepriyossa didakwa Pasal 311 ayat (1) KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Setiyardi merupakan Pemimpin Redaksi Tabloid Obor Rakyat sementara Darmawan memiliki jabatan sebagai redaktur.

Usai membacakan dakwaan, keduanya meminta jaksa untuk menghadirkan pelapor dalam sidang selanjutnya. Pelapor kasus ini yakni Jokowi beserta tim advokasinya saat pemilihan presiden lalu.

"Dalam dakwaan tadi disebutkan saksi pelapor ya. Secara pribadi kami berharap (saksi pelapor) berkenan hadir supaya menjadi jelas Yang Mulia," ujar Setiyardi.

(Baca: Tersangka "Obor Rakyat" Dijerat Pasal Penyebaran Fitnah dan Kebencian)

Hakim Sinung Hermawan kemudian bertanya kepada jaksa, yakni Zulkifli, Sahrul Efendi dan Endang Rahmawati. Para jaksa berupaya untuk memenuhi permintaan itu.

Hakim, jaksa dan kuasa terdakwa sempat bernegosiasi tentang waktu sidang lanjutan. Akhirnya hakim memutuskan sidang selanjutnya dilaksanakan pada 2 Juni mendatang.

"Oke, diputuskan, sidang lanjutan digelar pada Kamis (2/6/2016) jam 10.00 WIB," ujar Hakim Sinung.

Bantah Bermanuver

Kuasa hukum dua terdakwa, Hinca Panjaitan membantah permintaan menghadirkan Jokowi dalam sidang adalah manuver untuk mengulur waktu.

"Permintaan itu hak terdakwa. Dalam hukum acara, sah-sah saja saksi korban hadir untuk menjelaskan bahwa saya terhina. Normal saja enggak ada manuver," ujar Hinca.

(Baca: Ini Penyandang Dana Tabloid "Obor Rakyat")

Malah, Hinca berpendapat kehadiran Jokowi dapat membuat terang perkara tersebut dan sebagai bentuk ketaatan warga negara terhadap hukum.

Untuk diketahui, Tabloid Obor Rakyat memuat pemberitaan yang dianggap fitnah terkait isu SARA yang menyerang Jokowi pada tahun pemilu, 2014 lalu. Tabloid ini disebarkan secara masif di beberapa pesantren di Pulau Jawa.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorSabrina Asril

Terkini Lainnya

Kisah Duka Polisi yang Meninggal Saat Amankan Pemilu...

Kisah Duka Polisi yang Meninggal Saat Amankan Pemilu...

Regional
Persepi: Ada Orang-orang yang Mendegradasi Temuan Ilmiah...

Persepi: Ada Orang-orang yang Mendegradasi Temuan Ilmiah...

Nasional
Bupati dan Wakil Bupati Ciamis Dilantik, Warga Padati Pendopo Kabupaten

Bupati dan Wakil Bupati Ciamis Dilantik, Warga Padati Pendopo Kabupaten

Regional
'Quick Count' Pilpres 2019 Indikator Politik Indonesia di Sumsel, Bengkulu, Lampung, Babel, dan Kepri

"Quick Count" Pilpres 2019 Indikator Politik Indonesia di Sumsel, Bengkulu, Lampung, Babel, dan Kepri

Regional
Program 'Digital Talent Scholarship 2019' Kominfo untuk Guru TIK

Program "Digital Talent Scholarship 2019" Kominfo untuk Guru TIK

Edukasi
Jokowi: Tanyakan Langsung ke Pak Prabowo...

Jokowi: Tanyakan Langsung ke Pak Prabowo...

Nasional
KAI Perbaiki 15 Titik Jembatan Jalur Kereta yang Berisiko Anjlok

KAI Perbaiki 15 Titik Jembatan Jalur Kereta yang Berisiko Anjlok

Regional
Beasiswa Kominfo 'Digital Talent 2019' bagi SMK Disertai Uang Saku

Beasiswa Kominfo "Digital Talent 2019" bagi SMK Disertai Uang Saku

Edukasi
Peneliti LSI: Pemilu Serentak Ibarat 'Kawin Paksa', Tak Ada Kesetaraan Pileg dan Pilpres

Peneliti LSI: Pemilu Serentak Ibarat 'Kawin Paksa', Tak Ada Kesetaraan Pileg dan Pilpres

Nasional
'Quick Count' Pilpres 2019 Indikator Politik Indonesia di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau dan Jambi

"Quick Count" Pilpres 2019 Indikator Politik Indonesia di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau dan Jambi

Regional
Trump Disebut Akan Nominasikan Shanahan sebagai Menteri Pertahanan

Trump Disebut Akan Nominasikan Shanahan sebagai Menteri Pertahanan

Internasional
Bawaslu Kota Malang Rekomendasikan Pemungutan Suara Ulang di 2 TPS

Bawaslu Kota Malang Rekomendasikan Pemungutan Suara Ulang di 2 TPS

Regional
Tangan Anak Terjepit di Eskalator Baywalk Mal, Begini Ceritanya...

Tangan Anak Terjepit di Eskalator Baywalk Mal, Begini Ceritanya...

Megapolitan
Dua Saudari Asal Arab Saudi Berharap Bisa Pergi ke Negara Ketiga

Dua Saudari Asal Arab Saudi Berharap Bisa Pergi ke Negara Ketiga

Internasional
Perancis Kirim Empat Tank dan 300 Tentara ke Estonia

Perancis Kirim Empat Tank dan 300 Tentara ke Estonia

Internasional

Close Ads X