Usulan soal Soeharto Jadi Pahlawan Nasional Bakal Picu Kontroversi - Kompas.com

Usulan soal Soeharto Jadi Pahlawan Nasional Bakal Picu Kontroversi

Kompas.com - 17/05/2016, 11:53 WIB
(ARSIP FOTO) KOMPAS / JULIAN SIH Jenderal TNI (Purn) Soeharto mengucapkan sumpah jabatan usai terpilih kembali menjadi Presiden RI periode 1993-1998, di Jakarta, Kamis (11/3/1995).

JAKARTA, KOMPAS.com — Peneliti sejarah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Asvi Warman Adam menilai munculnya kembali usulan menjadikan Soeharto sebagai pahlawan nasional bakal memicu kontroversi.

Menurut Asvi, masyarakat masih menolak usulan tersebut.

"Soeharto memang bermasalah untuk jadi pahlawan nasional karena banyak yang mendukung dia dan banyak sekali yang menolak. Kontroversinya sangat besar," kata Asvi saat dihubungi Kompas.com, Selasa (17/5/2016).

Hal itu disampaikan Asvi ketika dimintai tanggapan soal salah satu keputusan Musyawarah Nasional Luar Biasa Partai Golkar agar Soeharto didorong menjadi pahlawan nasional.

Asvi mengatakan, kontroversi itu datang karena masyarakat masih mengingat jasa dan kerusakan yang terjadi pada masa Soeharto.

Ada masyarakat yang menilai Soeharto sebagai Bapak Pembangunan Indonesia. Di sisi lain, Soeharto dinilai sebagai perusak terbesar sepanjang Orde Baru, di antaranya dengan pelanggaran HAM berat.

"Dalam kondisi seperti itu, apa bijaksana Presiden mengangkat dia sebagai pahlawan. Karena pahlawan kan orang yang sangat besar jasanya untuk negara dan bangsa," ucap Asvi.

Asvi menambahkan, usulan tersebut sarat kepentingan. Keluarga Soeharto dan pihak-pihak yang memiliki kepentingan dengan Soeharto pasti mendorong gelar tersebut diberikan.

Menurut Asvi, kepentingan usulan tersebut adalah meredam dan menyelamatkan orang yang tersangkut dalam pengusutan kasus-kasus pelanggaran hak asasi manusia berat dan korupsi Yayasan Supersemar.

Munaslub Golkar sebelumnya mengusulkan agar Presiden kedua RI Soeharto menjadi pahlawan nasional. (Baca: Munaslub Golkar Usulkan Soeharto Jadi Pahlawan Nasional)

Hal tersebut disampaikan Aburizal Bakrie saat menyampaikan pidatonya pada paripurna Munaslub Golkar, di Nusa Dua, Bali, Senin (16/5/2016).

"Partai Golkar pernah mengusulkan Soeharto jadi pahlawan nasional. Belum berhasil. Kali ini, Munas mengusulkan kembali ke DPP agar Soeharto untuk menjadi pahlawan nasional," kata Aburizal.

Teknis pengusulan Soeharto menjadi pahlawan nasional nantinya akan dibahas di sidang komisi.

Aburizal menilai Soeharto layak mendapatkan gelar itu. DPP Golkar sendiri, lanjut dia, sudah pernah memberikan penghargaan Abdi Luhur kepada mantan Ketua Dewan Pembina Golkar itu.

"Saya serahkan ke munas ini untuk mengambil langkah yang diperlukan untuk diusulkan menjadi pahlawan nasional," ujar Aburizal.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorSandro Gatra
Komentar
Close Ads X