Kompas.com - 12/05/2016, 14:54 WIB
Mahasiswa Universitas Trisakti mulai berkumpul di halaman universitas untuk melakukan aksi damai menuntut penuntasan Tragedi Mei 1998 di Istana Negara, Kamis (12/5/2016). Nursita SariMahasiswa Universitas Trisakti mulai berkumpul di halaman universitas untuk melakukan aksi damai menuntut penuntasan Tragedi Mei 1998 di Istana Negara, Kamis (12/5/2016).
|
EditorSabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah mahasiswa Universitas Trisakti melakukan aksi damai di depan kampus Trisakti.

Aksi memutari area kampus ini dimaksudkan untuk mengajak seluruh mahasiswa Trisakti agar mengikuti aksi besar di depan Istana Negara, Kamis (12/5/2016) siang hari ini.

Titik pertama para mahasiswa berjalan menuju tugu proklamasi di Jalan Kyai Tapa. Setelah itu, para mahasiswa juga menuju jembatan layang Tomang, Jalan S.Parman.

Meski berorasi dan meneriakkan sumpah mahasiswa, aksi para mahasiswa ini terbilang tertib karena masih memberikan jalan kepada kepada pengendara lain.

"Dulu teman-teman kita ditembak oleh aparat di sini kawan-kawan. Apakah kawan-kawan takut," kata orator, Jafar salah satu Mahasiswa Trisakti.

"Hidup mahasiswa, hidup mahasiswa!" kata seluruh mahasiswa yang mengikuti aksi.

Salah satu orator La Ode, mengatakan tepat pada empat orang saudara mereka telah meninggal dalam tragedi 12 Mei 1998. Selama 18 tahun berlalu, kasus ini belum juga dapat terselesaikan oleh pemerintah.

"Janji-janji Jokowi tidak jelas, mana janji manismu pemerintah," kata Laode.

"Oleh karena itu, kami berkumpul di kampus ini menuju Istana Negara mendesak kepada Presiden agar kasus ini cepat terselesaikan," ujar dia.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Illegal Fishing: Pengertian, Bentuk dan Aturan Hukumnya

Illegal Fishing: Pengertian, Bentuk dan Aturan Hukumnya

Nasional
Upaya Pemerintah Mengatasi Illegal Fishing

Upaya Pemerintah Mengatasi Illegal Fishing

Nasional
Ungkap Alasan Tolak UAS, Kemendagri Singapura: Ceramahnya Merendahkan Agama Lain

Ungkap Alasan Tolak UAS, Kemendagri Singapura: Ceramahnya Merendahkan Agama Lain

Nasional
Kolonel Priyanto Minta Bebas, Oditur Tetap Tuntut Penjara Seumur Hidup

Kolonel Priyanto Minta Bebas, Oditur Tetap Tuntut Penjara Seumur Hidup

Nasional
Kemendagri Singapura: UAS Ditolak Masuk karena Dinilai Sebar Ajaran Ekstremis

Kemendagri Singapura: UAS Ditolak Masuk karena Dinilai Sebar Ajaran Ekstremis

Nasional
Jampidsus: Lin Che Wei Punya Hubungan dengan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag

Jampidsus: Lin Che Wei Punya Hubungan dengan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag

Nasional
Update 17 Mei: Sebaran 247 Kasus Baru Covid-19, DKI Jakarta Sumbang 74

Update 17 Mei: Sebaran 247 Kasus Baru Covid-19, DKI Jakarta Sumbang 74

Nasional
Nasdem Belum Jalin Komunikasi Serius dengan Anies maupun Ridwan Kamil

Nasdem Belum Jalin Komunikasi Serius dengan Anies maupun Ridwan Kamil

Nasional
IDI Sebut Keputusan Jokowi Longgarkan Pemakaian Masker di Ruang Terbuka Sudah Tepat

IDI Sebut Keputusan Jokowi Longgarkan Pemakaian Masker di Ruang Terbuka Sudah Tepat

Nasional
Alfamidi Tegaskan Tersangka Kasus Suap Perizinan di Kota Ambon Bukan Pegawainya

Alfamidi Tegaskan Tersangka Kasus Suap Perizinan di Kota Ambon Bukan Pegawainya

Nasional
Golkar Tak Masalah PPP-PAN Punya Capres Lain untuk Pilpres 2024

Golkar Tak Masalah PPP-PAN Punya Capres Lain untuk Pilpres 2024

Nasional
Sayangkan Kebijakan Jokowi, Epidemiolog: Belum Cukup Aman Lepas Masker, Jangan Terburu-buru

Sayangkan Kebijakan Jokowi, Epidemiolog: Belum Cukup Aman Lepas Masker, Jangan Terburu-buru

Nasional
Dalami Alasan UAS Ditolak Masuk, KBRI Kirim Nota Diplomatik ke Kemlu Singapura

Dalami Alasan UAS Ditolak Masuk, KBRI Kirim Nota Diplomatik ke Kemlu Singapura

Nasional
Menkes Sebut Pelonggaran Masker di Area Terbuka Bagian dari Transisi Menuju Endemi

Menkes Sebut Pelonggaran Masker di Area Terbuka Bagian dari Transisi Menuju Endemi

Nasional
Menkes: Kasus Covid-19 Usai Lebaran Terkendali jika Positivity Rate di Bawah 5 Persen

Menkes: Kasus Covid-19 Usai Lebaran Terkendali jika Positivity Rate di Bawah 5 Persen

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.