Tak Hanya Menuju Istana, Ribuan Buruh Bakal Gelar Aksi di Depan Gedung DPR

Kompas.com - 01/05/2016, 09:09 WIB
Massa buruh GSBI melakukan longmarch menuju Istana Negara, Selasa (20/10) siang. Aldo FenalosaMassa buruh GSBI melakukan longmarch menuju Istana Negara, Selasa (20/10) siang.
|
EditorIndra Akuntono

JAKARTA, KOMPAS.com — Ribuan buruh se-Jabodetabek akan menggelar aksi memperingati Hari Buruh sedunia atau (May Day) di depan Gedung MPR/DPR, Minggu (1/5/2016). Kelompok buruh lainnya akan berkumpul di patung kuda sebelum melakukan long march ke depan Istana Merdeka.

Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, akan ada 10.000 buruh yang bergerak menuju Gedung DPR RI pada pagi hari ini, Minggu (1/5/2016).

"Di DPR akan ada kawan-kawan (buruh) dari industri tekstil, dari Serikat Pekerja Nasional (SPN)," ujar Said, saat dihubungi, Sabtu (30 April 2016).

Di Gedung DPR RI itu para buruh akan menyampaikan tuntutan pencabutan PP Nomor 78/2015 tentang pengupahan. Tuntutan itu juga disuarakan elemen buruh yang beraksi di wilayah lain.

Selain itu, massa buruh juga meminta dihentikannya kriminalisasi terhadap para buruh dan soal PHK, penolakan reklamasi, penggusuran, serta RUU Tax Amnesty.

Para buruh yang ada di Gedung DPR RI menginginkan para anggota Dewan yang katanya mewakili aspirasi rakyat itu lebih berperan dalam memperjuangkan nasib para buruh.

"Di sektor tekstil saat ini bahkan ada istilah upah minimum padat karya yang nilainya lebih rendah dari upah minimum regional kabupaten kota," tuturnya.

Melalui aspirasi yang disampaikan ke anggota Dewan nantinya, para buruh berharap ke depan ada tindakan nyata terkait perbaikan nasib mereka.

"Di DPR ada panja upah kan. Mereka berharap DPR mengakomodasi keluhan tuntutan kawan-kawan dari tekstil dan garmen," kata Said.

Kompas TV KSPI Siapkan Atribut Hari Buruh
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Narapidana Jadi Dalang Penipuan Online, Bermodus Menyamar Jadi Polisi

Narapidana Jadi Dalang Penipuan Online, Bermodus Menyamar Jadi Polisi

Nasional
10 Pegawai KPK, dari Penjaga Rutan hingga Komisioner, Lakukan Pelanggaran Etik

10 Pegawai KPK, dari Penjaga Rutan hingga Komisioner, Lakukan Pelanggaran Etik

Nasional
Polri: Operasi Damai Cartenz 2022 Beroperasi Mulai 17 Januari Hingga 31 Desember

Polri: Operasi Damai Cartenz 2022 Beroperasi Mulai 17 Januari Hingga 31 Desember

Nasional
Duduk Perkara Kasus Luhut Vs Haris Azhar yang Dijemput Paksa Kepolisian

Duduk Perkara Kasus Luhut Vs Haris Azhar yang Dijemput Paksa Kepolisian

Nasional
Menkes: 1,1 Juta Dosis Vaksin Kedaluwarsa, Mayoritas dari Donasi Gratis

Menkes: 1,1 Juta Dosis Vaksin Kedaluwarsa, Mayoritas dari Donasi Gratis

Nasional
Menkes Persilahkan Anggota Dewan Vaksinasi Booster

Menkes Persilahkan Anggota Dewan Vaksinasi Booster

Nasional
Pemerintah Prioritaskan Perbaikan Sekolah Terdampak Gempa Pandeglang

Pemerintah Prioritaskan Perbaikan Sekolah Terdampak Gempa Pandeglang

Nasional
Update 18 Januari: Capaian Vaksinasi Dosis Kedua 58,14 Persen

Update 18 Januari: Capaian Vaksinasi Dosis Kedua 58,14 Persen

Nasional
KPK Geledah Sejumlah Rumah di Kabupaten PPU dan Balikpapan Terkait Dugaan Korupsi Bupati Abdul Gafur

KPK Geledah Sejumlah Rumah di Kabupaten PPU dan Balikpapan Terkait Dugaan Korupsi Bupati Abdul Gafur

Nasional
Ryamizard Buka Suara, Sebut Perintah Jokowi Sewa Satelit 123 Meski Tak Ada Anggaran

Ryamizard Buka Suara, Sebut Perintah Jokowi Sewa Satelit 123 Meski Tak Ada Anggaran

Nasional
Polri: Eks Pegawai KPK Sudah Bertugas di Satgas Pencegahan Korupsi

Polri: Eks Pegawai KPK Sudah Bertugas di Satgas Pencegahan Korupsi

Nasional
UPDATE 18 Januari: 9.564 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 18 Januari: 9.564 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 18 Januari: Kasus Kematian akibat Covid-19 Bertambah 9

UPDATE 18 Januari: Kasus Kematian akibat Covid-19 Bertambah 9

Nasional
Update 18 Januari: Bertambah 1.362, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 4.273.783

Update 18 Januari: Bertambah 1.362, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 4.273.783

Nasional
Beredar Surat Ombudsman Jadi Alasan Ortu Tolak Vaksin Anak, Ini Faktanya

Beredar Surat Ombudsman Jadi Alasan Ortu Tolak Vaksin Anak, Ini Faktanya

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.