Bahas Pagu Indikatif APBN 2017, Jokowi Singgung Perbatasan

Kompas.com - 28/04/2016, 21:59 WIB
Presiden Joko Widodo saat memimpin Ratas soal persiapan Hari Raya Idul Fitri di Kantor Presiden pada Selasa (26/4/2016). Fabian Januarius KuwadoPresiden Joko Widodo saat memimpin Ratas soal persiapan Hari Raya Idul Fitri di Kantor Presiden pada Selasa (26/4/2016).
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas untuk membahas pagu indikatif APBN 2017 di Kantor Presiden pada Kamis (28/4/2016) sore.

Pagu indikatif adalah perkiraan jumlah maksimal anggaran yang diberikan kepada kementerian/lembaga.

Dalam rapat tersebut, Presiden Jokowi menekankan bahwa kementerian dan lembaga konsisten terhadap prinsip "anggaran menyesuaikan program kerja".

"Dalam penyusunan pagu indikatif 2017, saya minta agar betul-betul konsisten dengan pendekatan 'money follows program'," ujar Jokowi.

Prinsip tersebut, lanjut Presiden, menuai konsekuensi. Kementerian dan lembaga mesti memfokuskan alokasi anggarannya kepada program prioritas, yakni sektor infrastruktur, pendidikan dan kesehatan, terutama di daerah perbatasan.

Selain itu, kementerian dan lembaga mesti berorientasi pada proyek yang dapat menyerap tenaga kerja, mengurangi kemiskinan dan mengurangi kesenjangan antarwilayah.

Presiden juga menginstruksikan dana alokasi khusus (DAK) mesti digunakan demi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Salah satu bentuknya adalah dengan dana desa. Sementara dari sisi penerimaan negara, Jokowi mengasumsikan bersumber pada sektor pajak.

Dengan demikian kemampuan negara untuk menyerap pajak mesti ditingkatkan. Wajib pajak pun mesti diperluas.

"Caranya, tingkatkan penegakan hukum untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak," ujar Presiden.

Meski demikian, Jokowi meminta meninggalkan sumber penerimaan negara lain. Misalnya dari nonmigas atau laba BUMN.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X