Kompas.com - 28/04/2016, 13:46 WIB
|
EditorSandro Gatra

JAKARTA, KOMPAS.com - Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar diperkirakan membutuhkan biaya sekitar Rp 47 miliar.

"Munas membutuhkan biaya sejumlah Rp 47 miliar. Dari situ ditanggung bakal calon Rp 1 miliar per calon," kata Ketua Steering Committee Munaslub Partai Golkar Nurdin Halid usai rapat pleno DPP Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (28/4/2016).

Sebelumnya, dalam paparan SC di rapat pleno, Nurdin menyebutkan bahwa estimasi biaya Munaslub akan mencapai Rp 66,9 miliar. Dengan asumsi setiap pengurus DPD Provinsi, Kabupaten/Kota diberikan uang saku.

Adapun total uang saku tersebut mencapai sekitar Rp 15 miliar. Namun, rapat pleno memutuskan agar uang saku peserta ditiadakan. (baca: Golkar Patok Setoran Rp 1 M untuk Setiap Caketum)

"Uang saku dihilangkan, tapi uang transport ditingkatkan sesuai kondisi daerah. Pada bakal calon hanya diberatkan Rp 1 miliar. Sisanya sumbangan," tutur Nurdin.

Sementara itu, untuk uang transport, telah disepakati bahwa uang tersebut disesuaikan dengan daerah asal peserta. (baca: Politik Uang Munaslub Golkar)

Peserta yang datang dari daerah yang lebih jauh akan mendapatkan uang transport lebih besar. Sebaliknya, yang daerahnya lebih dekat akan mendapatkan uang tranaport lebih sedikit.

Kompas TV Munaslub Golkar Akan Berlangsung di Bali
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.