Freddy Budiman Tak Masuk Daftar Eksekusi Mati Gelombang Tiga - Kompas.com

Freddy Budiman Tak Masuk Daftar Eksekusi Mati Gelombang Tiga

Kompas.com - 27/04/2016, 19:54 WIB
KOMPAS.COM/ANDRI DONNAL PUTERA Terpidana mati kasus narkoba Freddy Budiman (38) tengah difoto oleh warga saat menghadiri rilis pengungkapan kasusnya. Dia masih mengendalikan peredaran narkoba dari dalam lapas. Rilis kasus Freddy diadakan di salah satu gudang miliknya di Mutiara Taman Palem, Jakarta Barat, Selasa (14/4/2015).

JAKARTA, KOMPAS.com - Jaksa Agung Muhammad Prasetyo memastikan Freddy Budiman tidak masuk daftar terpidana yang akan dieksekusi mati pada eksekusi gelombang tiga mendatang.

"Sepertinya (Freddy) belum," ujar Prasetyo saat ditemui di Istana Kepresidenan, Rabu (27/4/2016).

Alasannya, Freddy hingga saat ini masih dalam proses mengajukan Peninjauan Kembali (PK).

"Memang sih PK tidak bisa mempengaruhi proses. Tapi kalau hukuman mati, ya masa PK enggak ditunggu?" ucap Freddy.

"Nanti kalau kami eksekusi ternyata PK diterima gimana? Enggak bisa kembali lagi," ujar dia.

Hal ini berarti Freddy dua kali lolos dari eksekusi setelah eksekusi mati kedua, 29 April 2015 lalu. Kala itu, alasannya sama seperti alasan Prasetyo saat ini.

(Baca: Kejagung Dua Kali Somasi Terpidana Mati Freddy Budiman agar Segera Dieksekusi)

Prasetyo sendiri tidak mau mengungkapkan kapan eksekusi mati gelombang ketiga akan dilaksanakan. Ia menampik rumor bahwa eksekusi akan digelar Mei 2016.

"Siapa bilang Mei? Nanti dulu deh. Nantinya juga kalian tahu," ujar Prasetyo.

Freddy adalah terpidana mati atas perkara penyelundupan 1,4 juta pil ekstasi dari China ke Indonesia. Penyelundupan tersebut dilakukan pada 2012 lalu.

Meski sudah berada di balik jeruji besi Lapas Cipinang, Jakarta Timur, Freddy masih mengendalikan peredaran narkotika. Hal itu terlihat dalam pengungkapan beberapa kasus narkotika.

Hal itu menyebabkan Freddy Budiman dipindah ke Lapas Nusakambangan, Jawa Tengah. Namun, sebelumnya Freddy sempat dipindah ke Lapas Gunung Sindur, Jawa Barat.

(Baca: Freddy Budiman Dipindahkan ke Nusakambangan)


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorBayu Galih

Terkini Lainnya

Bos Lippo Billy Sindoro, Eks Koruptor yang Jadi Tersangka Korupsi Lagi

Bos Lippo Billy Sindoro, Eks Koruptor yang Jadi Tersangka Korupsi Lagi

Nasional
Berita Populer: 'Selfie' Berujung Maut hingga Ancaman Saudi

Berita Populer: "Selfie" Berujung Maut hingga Ancaman Saudi

Internasional
Saat Nanik S Deyang Lari Hindari Media Usai Jadi Saksi Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet...

Saat Nanik S Deyang Lari Hindari Media Usai Jadi Saksi Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet...

Megapolitan
BERITA POPULER: Bupati Bekasi dan Petinggi Lippo Group Ditangkap KPK

BERITA POPULER: Bupati Bekasi dan Petinggi Lippo Group Ditangkap KPK

Nasional
TNI Manunggal Membangun Desa Sasar Bangun Desa di Sekitar Gede Pangrango

TNI Manunggal Membangun Desa Sasar Bangun Desa di Sekitar Gede Pangrango

Regional
Kapolda Jatim Minta Semua Polres Mencontoh Pelayanan Publik Polres Madiun

Kapolda Jatim Minta Semua Polres Mencontoh Pelayanan Publik Polres Madiun

Regional
Rumah Baru bagi Pasutri Lansia yang Anaknya 'Down Syndrome' Mulai Dibangun...

Rumah Baru bagi Pasutri Lansia yang Anaknya "Down Syndrome" Mulai Dibangun...

Regional
11 Fakta Dugaan Suap Proyek Meikarta yang Seret Bupati Bekasi

11 Fakta Dugaan Suap Proyek Meikarta yang Seret Bupati Bekasi

Nasional
Kronologi OTT Pejabat Pemkab Bekasi hingga Penyitaan Uang dan Mobil

Kronologi OTT Pejabat Pemkab Bekasi hingga Penyitaan Uang dan Mobil

Nasional
Ribuan Perempuan Berseragam 'Kompeni' Menari Angguk di Alun-alun Wates

Ribuan Perempuan Berseragam "Kompeni" Menari Angguk di Alun-alun Wates

Regional
5 BERITA POPULER NUSANTARA: Soal Mitigasi Gempa di Surabaya hingga Trauma Warga Sigi

5 BERITA POPULER NUSANTARA: Soal Mitigasi Gempa di Surabaya hingga Trauma Warga Sigi

Regional
Kejari Palopo: Tersangka Baru Kasus Jalan Lingkar Barat Bisa Bertambah

Kejari Palopo: Tersangka Baru Kasus Jalan Lingkar Barat Bisa Bertambah

Regional
Selain Suap, Bupati Bekasi Juga Disangka Terima Gratifikasi

Selain Suap, Bupati Bekasi Juga Disangka Terima Gratifikasi

Nasional
Ketua KPK: Sudah 2 Orang Terima Hadiah dari Melaporkan Kasus Korupsi

Ketua KPK: Sudah 2 Orang Terima Hadiah dari Melaporkan Kasus Korupsi

Regional
Jalan Jatibaru Dibuka Dua Arah, Angkot Bebas Melintas hingga Rute Transjakarta Dialihkan

Jalan Jatibaru Dibuka Dua Arah, Angkot Bebas Melintas hingga Rute Transjakarta Dialihkan

Megapolitan
Close Ads X