Politisi Demokrat: Jokowi Hanya Gunting Pita, SBY yang Membangun - Kompas.com

Politisi Demokrat: Jokowi Hanya Gunting Pita, SBY yang Membangun

Kompas.com - 21/04/2016, 05:05 WIB
Cahyo/presidenri.go.id Presiden ke-6 SBY dan Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers bersama, seusai pertemuan empat mata, di Laguna Resort and Spa, Nusa Dua, Bali, Rabu (27/8) malam.

JAKARTA, KOMPAS.com - Politisi Partai Demokrat Umar Arsal menolak pernyataan pengamat politik dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) J Kristiadi yang menyebut kinerja Presiden Joko Widodo lebih baik dan berhasil dibanding Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono.

Anggota Komisi V DPR RI itu mengaku heran atas dasar apa J Kristiadi membandingkan kinerja SBY dan Jokowi.

"Kami sebagai kader Partai Demokrat tidak mengerti atas dasar apa pengamat tersebut membandingkan SBY dengan Jokowi. Tentunya 10 tahun Pak SBY memimpin sudah banyak dirasakan oleh rakyat, itu sudah terbukti rakyat merindukan kepemimpinan SBY," kata Umar dalam keterangan tertulisnya, Rabu (20/4/2016).

Umar menilai, apa yang dilakukan Jokowi saat ini hanya melanjutkan saja dari kerja SBY. Termasuk pembangunan infrastruktur jalan yang kerap dibangga-banggakan oleh pemerintah.


(baca: SBY: Saya Tak Menyalahkan Jokowi, Memang Tak Gampang Jadi Presiden)

"Presiden Jokowi hanya meresmikan saja dan gunting pita, semua pembangunan dilakukan era pemerintahan SBY. Yang baru hanya program jalan kereta Jakarta-Bandung itu saja masih jadi polemik," ujar Umar.

Pengurus Harian DPP Partai Demokrat ini menilai, J Kristiadi terkesan mengadu domba SBY dan Jokowi. Di sisi lain, dia menilai, J Kristiadi ingin mencari perhatian Jokowi. (baca: PDI-P: Jokowi Kebut Ketertinggalan Era SBY)

Kendati demikian, dia percaya pernyataan yang dilontarkan Kristiadi tersebut tidak membuat hubungan Ketua Umum Partai Demokrat dengan Jokowi jadi rengang.

"SBY berpolitik selalu santun dan sopan, jadi biarkan rakyat yang menilai dan merasakan capaian yang dilakukan selama 10 tahun. Pak SBY selalu menginstruksikan kadernya selalu mendukung pemerintah Jokowi bilamana baik untuk rakyat," ujar Umar.

Umar pun menjabarkan sejumlah Prestasi SBY selama 10 tahun memimpin. Misalnya pendapatan per kapita pada 2004 hanya sebesar 1188 Dollar AS dan melonjak menjadi 3499 Dollar AS pada 2013.

(baca: SBY: Pak Jokowi, Jangan Mau Kita Diadu Domba)

Di tahun 2012, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6,23 persen, tertinggi kedua setelah Tiongkok. Dalam segi pembangunan, laju jalan nasional meningkat hingga 38.570 kilometer.

"Jadi saya rasa J Kristiadi terlalu berlebihan dan mengada-ngada. Terkesan ingin cari sensasi dan perhatian posisi dari Jokowi," katanya.

J Kristiadi sebelumnya menilai, kepemimpinan Jokowi masih lebih baik dibandingkan SBY. (baca: Kristiadi: SBY Enggak Sebanding dengan Jokowi)

"Jangan sebut-sebut dia. Dia enggak sebanding dengan Jokowi. Itu menurut saya," ujar dia di Kantor Saiful Mujani Research and Consulting, Menteng, Jakarta, Minggu (17/4/2016).  

Hal pertama dalam hal pembangunan infrastruktur. Belum dua tahun menjabat sebagai presiden, Jokowi dinilai sudah mengebut proyek infrastruktur di pelosok Indonesia.   

"Sepuluh tahun, dia (SBY) enggak ngapa-ngapain. Ya coba, berapa jalan tol yang dia bangun? Ya dia memang hebat, gagah, santun. Tapi enggaklah, ya," ujar Kristiadi.


PenulisIhsanuddin
EditorSandro Gatra

Terkini Lainnya

Transaksi Narkoba di Depan Warkop, Pelaku Tempelkan Sabu pada Stiker Caleg

Transaksi Narkoba di Depan Warkop, Pelaku Tempelkan Sabu pada Stiker Caleg

Regional
Kemendagri Sebut Perekaman E-KTP Sudah Mencapai 97,21 Persen

Kemendagri Sebut Perekaman E-KTP Sudah Mencapai 97,21 Persen

Nasional
Kapal Motor Tenggelam di Sungai Kapuas, 1 Tewas dan 12 Hilang

Kapal Motor Tenggelam di Sungai Kapuas, 1 Tewas dan 12 Hilang

Regional
Gelombang di Perairan Talaud Capai 4 Meter, Nelayan Diimbau Hati-hati

Gelombang di Perairan Talaud Capai 4 Meter, Nelayan Diimbau Hati-hati

Regional
Percepat Perekaman E-KTP, Kemendagri Kirim Tim ke 5 Provinsi di Wilayah Timur

Percepat Perekaman E-KTP, Kemendagri Kirim Tim ke 5 Provinsi di Wilayah Timur

Nasional
5 Hari Pasca-operasi Bariatrik, Titi Wati Hanya Diizinkan Minum Susu Khusus

5 Hari Pasca-operasi Bariatrik, Titi Wati Hanya Diizinkan Minum Susu Khusus

Regional
Penjemput Wisatawan Pangandaran Dihadang Orang Tak Dikenal di Stasiun Banjar

Penjemput Wisatawan Pangandaran Dihadang Orang Tak Dikenal di Stasiun Banjar

Regional
Mendikbud: Akan Ada Simulasi Nasional Kebencanaan Secara Serempak

Mendikbud: Akan Ada Simulasi Nasional Kebencanaan Secara Serempak

Edukasi
Dua Biksu Thailand Tewas Ditembak di Kuil oleh Kelompok Bersenjata

Dua Biksu Thailand Tewas Ditembak di Kuil oleh Kelompok Bersenjata

Internasional
Di Depan Santri, Ma'ruf Sebut Dorongan Ulama Membuatnya Maju Jadi Cawapres

Di Depan Santri, Ma'ruf Sebut Dorongan Ulama Membuatnya Maju Jadi Cawapres

Nasional
Apakah Anak Perlu Belajar tentang 'Literasi Keuangan'?

Apakah Anak Perlu Belajar tentang "Literasi Keuangan"?

Edukasi
1.500 Surat Tilang Sudah Dikirim ke Pelanggar ETLE

1.500 Surat Tilang Sudah Dikirim ke Pelanggar ETLE

Megapolitan
Usai Kecelakaan, Pangeran Philip Menyetir Tidak Pakai Sabuk Pengaman

Usai Kecelakaan, Pangeran Philip Menyetir Tidak Pakai Sabuk Pengaman

Internasional
Ini Dia, Daftar Lembaga Beasiswa Belanda dari Dalam dan Luar Negeri

Ini Dia, Daftar Lembaga Beasiswa Belanda dari Dalam dan Luar Negeri

Edukasi
Bujuk PKL Mau Direlokasi, Pengelola Pasar Baru Bekasi Gratiskan Biaya Sewa Kios 6 Bulan

Bujuk PKL Mau Direlokasi, Pengelola Pasar Baru Bekasi Gratiskan Biaya Sewa Kios 6 Bulan

Megapolitan

Close Ads X