Sebelum Meninggal, Gubernur Kepri Sudah Siap Bertemu Jokowi

Kompas.com - 08/04/2016, 21:59 WIB
Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun, saat ditemui wartawan di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/4/2016). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaWakil Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun, saat ditemui wartawan di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/4/2016).
|
EditorIndra Akuntono

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun terlihat sedih ketika menjawab pertanyaan wartawan terkait meninggalnya Gubernur Riau Muhammad Sani, di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/4/2016).

Nurdin mengaku banyak belajar dari kepribadian Sani. Terutama sifat pekerja kerasnya.

"Sebenarnya dalam kondisi beliau capek, dia mau mengikuti rapat pemerintahan bersama Bapak Presiden tadi di Istana Negara. Menurut keluarga, beliau telah siap berpakaian rapi untuk berangkat (ke istana), tapi karena kelelahan, beliau membatalkan (mengikuti rapat di istana)," kata Nurdin, di Rumah Sakit Abdi Waluyo.

Nurdin mengungkapkan masyarakat Kepulauan Riau turut berduka cita atas kepergian pimpinannya tersebut. Pasalnya, kata dia, Sani merupakan pemimpin yang dapat dijadikan suri tauladan.

Sani sebelumnya sudah menjabat Gubernur Kepulauan Riau selama satu periode.

"Tentunya kami berharap keluarga bersabar, karena ini adalah takdir Allah SWT. Kita harus kuat menerima ini dan mudah-mudahan amal ibadah beliau dapat diterima di sisi Allah SWT," kata Nurdin.

Jenazah Sani rencananya akan diterbangkan ke Tanjung Pinang dari Halim Perdanakusuma pada malam hari ini. Kemudian jenazah Sani akan dimakamkan di makam keluarga di Kepulauan Riau pada Sabtu (9/4/2016).

Sani lahir di Parit Mangkil, Sungai Ungar, Kundur, Karimun, Kepulauan Riau, pada 11 Mei 1942. Dia tercatat sebagai Gubernur Kepri periode 2010-2015 dan 2016-2021. Sani terpilih sebagai gubernur menggantikan Ismeth Abdullah pada 2010.

Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla juga sempat melayat Sani di RS Abdi Waluyo.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemenlu: Hampir 79.000 WNI Telah Kembali dari Malaysia

Kemenlu: Hampir 79.000 WNI Telah Kembali dari Malaysia

Nasional
Kamis Ini, Eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan Dijadwalkan Jalani Sidang Perdana

Kamis Ini, Eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan Dijadwalkan Jalani Sidang Perdana

Nasional
Gugus Tugas: Belum Ada Vaksin Covid-19, Status Bencana Nasional Masih Diperlukan

Gugus Tugas: Belum Ada Vaksin Covid-19, Status Bencana Nasional Masih Diperlukan

Nasional
Penerapan New Normal dan Anggapan Terlalu Prematur

Penerapan New Normal dan Anggapan Terlalu Prematur

Nasional
Menpan RB Sebut Sistem Kerja ASN Fleksibel Saat New Normal

Menpan RB Sebut Sistem Kerja ASN Fleksibel Saat New Normal

Nasional
Polisi Diminta Tuntaskan Seluruh Kasus Dugaan Perbudakan ABK Indonesia

Polisi Diminta Tuntaskan Seluruh Kasus Dugaan Perbudakan ABK Indonesia

Nasional
Pemerintah Sebut Jakarta Salah Satu Provinsi yang Siap Relaksasi PSBB

Pemerintah Sebut Jakarta Salah Satu Provinsi yang Siap Relaksasi PSBB

Nasional
UPDATE: 23.851 Kasus Covid-19, Sejumlah Provinsi Disebut Tak Lagi Alami Penambahan Signifikan

UPDATE: 23.851 Kasus Covid-19, Sejumlah Provinsi Disebut Tak Lagi Alami Penambahan Signifikan

Nasional
Marak Praktik Perbudakan ABK WNI, Pemerintah Didesak Ratifikasi ILO 188

Marak Praktik Perbudakan ABK WNI, Pemerintah Didesak Ratifikasi ILO 188

Nasional
Ketua DPR Minta Pemerintah Transparan soal Data Covid-19 Sebelum Terapkan 'New Normal'

Ketua DPR Minta Pemerintah Transparan soal Data Covid-19 Sebelum Terapkan "New Normal"

Nasional
49 WNI Positif Covid-19 di Malaysia Berasal dari Klaster Depo Tahanan Imigrasi dan Konstruksi

49 WNI Positif Covid-19 di Malaysia Berasal dari Klaster Depo Tahanan Imigrasi dan Konstruksi

Nasional
Ini Keinginan Iman Brotoseno Setelah Dilantik Jadi Dirut TVRI

Ini Keinginan Iman Brotoseno Setelah Dilantik Jadi Dirut TVRI

Nasional
Masyarakat Galang Petisi Penundaan Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19

Masyarakat Galang Petisi Penundaan Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19

Nasional
Dewas KPK Tindaklanjuti 183 Permintaan Pemberian Izin Terkait Penindakan

Dewas KPK Tindaklanjuti 183 Permintaan Pemberian Izin Terkait Penindakan

Nasional
Kepala Bappenas Sebut Syarat 'New Normal' Tak Hanya Turunnya Penularan Covid-19

Kepala Bappenas Sebut Syarat "New Normal" Tak Hanya Turunnya Penularan Covid-19

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X