Kompas.com - 08/04/2016, 21:54 WIB
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah membantah tuduhan bahwa dirinya mengatasnamakan DPR dan sepakat membubarkan Komisi Pemberantasan Korupsi. Menurut Fahri, tudingan itu tidak berdasarkan pada bukti-bukti yang ada.

"Ini bohong, tidak ada alat buktinya," ujar Fahri saat memberikan keterangan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (8/4/2016).

Ia mempertanyakan bagaimana dirinya bisa mengatakan DPR bersepakat untuk membubarkan DPR.

Menurut Fahri, harus ada prosedur melalui amandemen apabila KPK ingin dibubarkan.

Ia menuturkan, saat DPR melakukan rapat konsultasi terakhir dengan Presiden, kedua pihak telah bersepakat untuk menunda revisi UU KPK.

Oleh karena itu, jika Presiden tidak setuju, maka DPR pun akan menyepakati keinginan Presiden tersebut.

"Itu kan ada prosedurnya, harus ada amandemen. Kalau saya bilang mayoritas anggota Dewan setuju amandemen, lihat saja hasil rapat konsultasi terakhir di kantor Presiden," kata dia.

Ia menyatakan bahwa jika Presiden tidak menginginkan amandemen, maka DPR juga tidak menginginkan hal itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.