Siapkan Munas Luar Biasa, Partai Golkar Gelar Rapat Pleno

Kompas.com - 07/04/2016, 16:52 WIB
Politisi Partai Golkar Nurdin Halid saat ditemui di sela Rapimnas Partai Golkar di JCC Senayan, Jakarta, Senin (25/1/2016). KOMPAS.com/ABBA GABRILLINPolitisi Partai Golkar Nurdin Halid saat ditemui di sela Rapimnas Partai Golkar di JCC Senayan, Jakarta, Senin (25/1/2016).
Penulis Dani Prabowo
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah mendaftarkan kepengurusan baru hasil rekonsiliasi ke Kementerian Hukum dan HAM, Partai Golkar menggelar rapat pleno di Kantor DPP Partai Golkar, Kamis (7/4/2016).

Rapat pleno ini diagendakan untuk membahas penyelenggaraan Musyawarah Nasional Luar Biasa Partai Golkar dalam waktu dekat.

Pantauan di lokasi, seluruh pimpinan Partai Golkar hadir. Di antaranya, terlihat Ketua Umum Aburizal Bakrie, Sekjen Idrus Marham, Wakil Ketua Umum Agung Laksono, Syarif Tjijip Soetardjo, dan Bendahara Umum Bambang Soesatyo.

"Kepastiannya hari ini, yang pasti munaslub satu bulan dari sekarang," kata Wakil Ketua Umum Nurdin Halid di Kantor DPP Partai Golkar, Kamis.

"Tanggalnya bisa mundur atau maju satu hari," ujarnya.

Nurdin memastikan bahwa penyelenggaraan munaslub harus memberikan ruang demokrasi yang cukup bagi seluruh calon ketua umum yang akan maju.

Jangan sampai calon ketua umum yang merasa memiliki kantong tebal lebih diberikan peluang untuk sosialisasi.

"Saya sudah membuat skenario kerja SC. Insya Allah bisa diterima dengan baik oleh kader-kader," kata Nurdin.

Kompas TV Munas Golkar Mundur ke Mei atau Juni 2016



Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanoto Foundation Gandeng Pusdiklat Kesos untuk Cegah Stunting

Tanoto Foundation Gandeng Pusdiklat Kesos untuk Cegah Stunting

Nasional
Curhat Seorang Dokter ke Jokowi, Distigma hingga Diintimidasi Keluarga Pasien Covid-19

Curhat Seorang Dokter ke Jokowi, Distigma hingga Diintimidasi Keluarga Pasien Covid-19

Nasional
Tak Langsung Periksa Maria Pauline Lumowa, Bareskrim: Dia Sedang Istirahat

Tak Langsung Periksa Maria Pauline Lumowa, Bareskrim: Dia Sedang Istirahat

Nasional
Pembentukan Komisi Independen Dianggap Perlu Diatur dalam RUU PDP

Pembentukan Komisi Independen Dianggap Perlu Diatur dalam RUU PDP

Nasional
Enam Hal Ini Bisa Bantu Perbaiki Stigma Negatif Terkait Covid-19

Enam Hal Ini Bisa Bantu Perbaiki Stigma Negatif Terkait Covid-19

Nasional
Putusan MA Dinilai Tak Mungkin Ubah Hasil Pilpres 2019, Ini Alasannya

Putusan MA Dinilai Tak Mungkin Ubah Hasil Pilpres 2019, Ini Alasannya

Nasional
Dokter di Sampit ke Jokowi: Percuma Kita 'Tracing' Terus tetapi Tak Ada Alat

Dokter di Sampit ke Jokowi: Percuma Kita "Tracing" Terus tetapi Tak Ada Alat

Nasional
Periksa Eks Deputi Bappenas, KPK Gali Informasi Penerimaan Uang dari Mitra PT DI

Periksa Eks Deputi Bappenas, KPK Gali Informasi Penerimaan Uang dari Mitra PT DI

Nasional
Periksa Saksi, KPK Konfirmasi Aset Milik Nurhadi dan Menantunya yang Berada di SCBD

Periksa Saksi, KPK Konfirmasi Aset Milik Nurhadi dan Menantunya yang Berada di SCBD

Nasional
Belajar dari Putusan MA, Perludem Nilai Revisi UU Pemilu Perlu Memuat Putusan MK Terkait

Belajar dari Putusan MA, Perludem Nilai Revisi UU Pemilu Perlu Memuat Putusan MK Terkait

Nasional
Jokowi Tunjuk Prabowo jadi 'Leading Sector' Lumbung Pangan Nasional

Jokowi Tunjuk Prabowo jadi 'Leading Sector' Lumbung Pangan Nasional

Nasional
Pimpinan KPK Datangi Kantor Anies Baswedan, Ini yang Dibicarakan...

Pimpinan KPK Datangi Kantor Anies Baswedan, Ini yang Dibicarakan...

Nasional
Kejagung Periksa Tiga Saksi Terkait Korupsi Impor Tekstil India

Kejagung Periksa Tiga Saksi Terkait Korupsi Impor Tekstil India

Nasional
Putusan MA Dinilai Tak Pengaruhi Legitimasi Jokowi

Putusan MA Dinilai Tak Pengaruhi Legitimasi Jokowi

Nasional
Rekor 2.657 Kasus Baru Covid-19, Jokowi: Ini Lampu Merah Lagi

Rekor 2.657 Kasus Baru Covid-19, Jokowi: Ini Lampu Merah Lagi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X