Jaksa Agung Muda Pengawasan Minta Izin KPK untuk Periksa Tersangka Kasus Suap PT Brantas

Kompas.com - 07/04/2016, 15:01 WIB
Jaksa Agung Muda Pengawasan Widyo Pramono di Kompleks Kejaksaan Agung, Rabu (6/4/2016). Ambaranie Nadia K.MJaksa Agung Muda Pengawasan Widyo Pramono di Kompleks Kejaksaan Agung, Rabu (6/4/2016).
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Jaksa Agung Muda Pengawasan Kejaksaan Agung, Widyo Pramono, mengunjungi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Kamis (7/4/2016).

Kedatangan Widyo untuk bertemu dengan petinggi KPK perihal mendapatkan izin dalam pemeriksaan sejumlah tersangka KPK dalam kasus suap PT Brantas Abipraya, terkait kode etik jaksa.

"Jamwas hadir untuk koordinasi pemeriksaan kode etik. Rencananya, memeriksa sejumlah tersangka dalam proses penahanan KPK," ujar Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Piharsa Nugraha, Kamis.

Widyo Pramono membenarkan kedatangannya terkait pemeriksaan terkait kode etik jaksa .

"Jajaran Jamwas melakukan klarifikasi terhadap pihak-pihak yang diperiksa terkait dengan pelanggaran disiplin pegawai negeri sipil," kata Widyo di KPK.

Pemeriksaan kode etik pegawai negeri sipil tersebut berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

Widyo menuturkan, pelanggaran kode etik masih dalam proses penyelidikan. Hingga saat ini, belum ada keterangan mengenai pelanggaran apa yang dilakukan.

"Masih dalam pemeriksaan belum sampai pada kesimpulan (pelanggaran kode etik)," ucap Widyo.

Kemarin, Kejaksaan Agung meminta izin KPK untuk memeriksa Marudut Pakpahan, tersangka terkait dugaan suap dalam penanganan perkara di Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

"Kami koordinasi. Bagaimana pun kami dapatkan izin dari KPK untuk mendapatkan informasi karena kami sangat butuhkan informasi," ujar Sekretaris Jamwas Jasman Panjaitan di Kejaksaan Agung, Rabu (6/4/2016).

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tragedi Mei 1998 dan Lahirnya Komnas Perempuan

Tragedi Mei 1998 dan Lahirnya Komnas Perempuan

Nasional
Retrospeksi Tragedi Mei 1998: Kekerasan terhadap Perempuan yang Kerap Dilupakan

Retrospeksi Tragedi Mei 1998: Kekerasan terhadap Perempuan yang Kerap Dilupakan

Nasional
Wapres: Mari Lanjutkan Perjuangan Keluar dari Pandemi dengan Kurangi Mobilitas

Wapres: Mari Lanjutkan Perjuangan Keluar dari Pandemi dengan Kurangi Mobilitas

Nasional
Kasus Covid-19 Meningkat, Seluruh Gubernur di Sumatera Diminta Antisipasi Arus Balik Idul Fitri

Kasus Covid-19 Meningkat, Seluruh Gubernur di Sumatera Diminta Antisipasi Arus Balik Idul Fitri

Nasional
Ingat! Larangan Mudik Masih Berlaku hingga 17 Mei 2021

Ingat! Larangan Mudik Masih Berlaku hingga 17 Mei 2021

Nasional
Idul Fitri 1442 Hijriah, Megawati Minta Kader Teladani Pesan Soekarno

Idul Fitri 1442 Hijriah, Megawati Minta Kader Teladani Pesan Soekarno

Nasional
Kasus Covid-19 di Jawa Cenderung Menurun tetapi di Sumatera Meningkat

Kasus Covid-19 di Jawa Cenderung Menurun tetapi di Sumatera Meningkat

Nasional
Kemenhub: Puncak Arus Balik Diprediksi pada 16 dan 20 Mei

Kemenhub: Puncak Arus Balik Diprediksi pada 16 dan 20 Mei

Nasional
Kemenhub: 1,5 Juta Orang Keluar dari Jabodetabek sejak 22 April

Kemenhub: 1,5 Juta Orang Keluar dari Jabodetabek sejak 22 April

Nasional
Update 13 Mei: 8.919.557 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

Update 13 Mei: 8.919.557 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

Nasional
UPDATE: Suspek Covid-19 di Indonesia Tercatat 87.578 Orang

UPDATE: Suspek Covid-19 di Indonesia Tercatat 87.578 Orang

Nasional
UPDATE: Pemeriksaan Spesimen Terkait Covid-19 dalam Sehari Mencapai 31.550 Sampel

UPDATE: Pemeriksaan Spesimen Terkait Covid-19 dalam Sehari Mencapai 31.550 Sampel

Nasional
Update 13 Mei: Ada 94.857 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Update 13 Mei: Ada 94.857 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE: Bertambah 99, Kasus Kematian akibat Covid-19 Kini 47.716 Orang

UPDATE: Bertambah 99, Kasus Kematian akibat Covid-19 Kini 47.716 Orang

Nasional
UPDATE: Bertambah 4.201, Pasien Sembuh dari Covid-19 Mencapai 1.589.079 Orang

UPDATE: Bertambah 4.201, Pasien Sembuh dari Covid-19 Mencapai 1.589.079 Orang

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X