Iqrak Sulhin
Dosen Kriminologi UI

Dosen Tetap Departemen Kriminologi UI, untuk subjek Penologi, Kriminologi Teoritis, dan Kebijakan Kriminal.

Zaskia, Media, dan Ideologi

Kompas.com - 24/03/2016, 11:48 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini
EditorWisnubrata

Zaskia mungkin berada dalam sebuah hiper-realitas yang menganggap bahwa mengolok-olok itu wajar, bahkan terhadap apa yang selama ini dianggap sakral.

Fenomena ini juga bisa dibuktikan dengan melihat bagaimana masyarakat menggunakan dan memahami fungsi media sosial, seperti Facebook, Twitter atau Instagram.

Saat ini, kita mungkin bisa melihat bagaimana kualitas peradaban kita dari bagaimana perbincangan yang terjadi di media sosial.

Munculnya edaran Kapolri mengenai hate speech saya kira adalah bukti bagaimana media sosial, yang sejatinya wadah ekspresi yang produktif, justru dipahami dan dipergunakan secara destruktif oleh sebagian orang.

Dua kekuatan ini saya kira telah membentuk bagaimana persepsi kita tentang kehidupan, juga terhadap bangsa ini. Di media sosial, tidak hanya mengolok-olok, sebagian pengguna juga melakukan kekerasan simbolis terhadap yang lain atau melakukan cyber bullying.

Bahkan, isi dari tweet atau posting-an di Facebook justru menebar fitnah dan kebencian terhadap kelompok tertentu, terutama kelompok minoritas atau marjinal.

Terakhir, saya melihat bahwa kasus Zaskia ini juga dapat dilihat sebagai belum berhasilnya dunia pendidikan kita di dalam membentuk karakter yang bisa menghargai, tidak hanya orang lain, tetapi juga bangsa dan negara ini.

Tantangan dunia pendidikan menjadi semakin berat bila dikaitkan dengan latar belakang kedua. Media justru menjadi kekuatan yang mendelegitimasi apa saja yang menjadi "normal" atau "harus" dalam dunia pendidikan.

Menurut saya, untuk menghindari kasus-kasus serupa, upaya bersama pun diperlukan. Zaskia dan artis-artis muda saat ini adalah generasi yang hidup dan berkembang dalam kultur populer dan dekonstruktif terhadap apa yang selama ini dianggap normal oleh masyarakat.

Oleh karenanya, diperlukan media yang sadar dan proporsional (tidak hanya mengikuti selera pasar) dan dunia pendidikan formal yang kreatif dan adaptif dengan perkembangan masyarakat.

Walau demikian, setiap individu pun perlu cerdas, quick thinking, dan tidak asal, terlebih bila ia seorang figur publik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.