SBY: Bahaya kalau Pemimpin Tidak Mau Dengar Kritikan

Kompas.com - 20/03/2016, 15:13 WIB
SBY dan Ani Yuddhoyono saat memasuki kompleks Masjid Agung Demak KOMPAS.com ( ARI WIDODO )SBY dan Ani Yuddhoyono saat memasuki kompleks Masjid Agung Demak
|
EditorSandro Gatra
SURABAYA, KOMPAS.com — Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menganggap bahaya jika pada era transparansi dan demokrasi seperti sekarang seorang pemimpin tidak berkenan mendengar kritikan dari warganya.

"Kalau seorang pemimpin tidak berkenan mendengar kritikan dari warganya, bisa bahaya," kata SBY saat membuka konsolidasi Partai Demokrat di Surabaya, Minggu (20/3/2016).

SBY mengaku, selama 10 tahun menjadi presiden, dirinya ataupun pemerintahan yang dia pimpin tidak lepas dari kritikan setiap hari. (Baca: SBY Vs Jokowi, Pantun Kritik 'Dibalas' Hambalang...)

"Kalau sehari saja ada 10 kritikan, berapa kalau dikalikan 10 tahun," kata SBY.

Kritikan yang disampaikan warga saat dia menjabat presiden juga beragam bentuknya. Ia memberi contoh saat menerima kritikan dari kelompok suporter saat sedang makan soto di Lamongan. (Baca: Untuk Orang seperti SBY, Pesan Jokowi Itu Sungguh Mengena)

Partai Demokrat menggelar rapat konsolidasi tertutup di Surabaya. Selain mengevaluasi kinerja, rapat yang dipimpin SBY itu juga membahas persiapan pemenangan pilkada serentak 2017.

Rapat tersebut dihadiri oleh 34 ketua DPD Partai Demokrat seluruh Indonesia, 60 anggota DPR RI, dan seluruh pengurus DPP. (Baca: "Blusukan" Jokowi ke Hambalang adalah Sindiran Keras bagi SBY)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tersangka Pencabulan Remaja Jadi Plt Bupati Buton Utara, Ini Kata Komnas Perempuan

Tersangka Pencabulan Remaja Jadi Plt Bupati Buton Utara, Ini Kata Komnas Perempuan

Nasional
Pesan Febri Diansyah untuk KPK: Bangun Komunikasi Dua Arah

Pesan Febri Diansyah untuk KPK: Bangun Komunikasi Dua Arah

Nasional
Pamit dari KPK, Febri Diansyah Harap Semangat Pegawai Tak Runtuh

Pamit dari KPK, Febri Diansyah Harap Semangat Pegawai Tak Runtuh

Nasional
Kasus Covid-19 Naik 16,4 Persen Dalam Sepekan, Ini Rinciannya...

Kasus Covid-19 Naik 16,4 Persen Dalam Sepekan, Ini Rinciannya...

Nasional
Satgas Covid-19 Kecewa Masih Ada Kampanye Pilkada Timbulkan Kerumunan

Satgas Covid-19 Kecewa Masih Ada Kampanye Pilkada Timbulkan Kerumunan

Nasional
Instagram Pariwisata Vanuatu Diwarnai Komentar Rasisme, Ini Tanggapan Kemenlu

Instagram Pariwisata Vanuatu Diwarnai Komentar Rasisme, Ini Tanggapan Kemenlu

Nasional
Febri Diansyah: Independensi KPK Tidak Cukup dengan Satu Kalimat

Febri Diansyah: Independensi KPK Tidak Cukup dengan Satu Kalimat

Nasional
Gubernur Lemhanas: Isu Komunisme Sengaja Dimunculkan untuk Kepentingan Politik

Gubernur Lemhanas: Isu Komunisme Sengaja Dimunculkan untuk Kepentingan Politik

Nasional
Kontras Pertimbangkan Gugat Keppres Terkait Eks Tim Mawar Menjabat di Kemenhan

Kontras Pertimbangkan Gugat Keppres Terkait Eks Tim Mawar Menjabat di Kemenhan

Nasional
Komnas Perempuan Catat 115 Kasus Kekerasan Seksual Libatkan Pejabat Publik Selama 2018-2019

Komnas Perempuan Catat 115 Kasus Kekerasan Seksual Libatkan Pejabat Publik Selama 2018-2019

Nasional
Hasil Tes 'Swab' Seluruh Pimpinan dan Pegawai DKPP Negatif Covid-19

Hasil Tes "Swab" Seluruh Pimpinan dan Pegawai DKPP Negatif Covid-19

Nasional
Mundur dari KPK, Febri Diansyah Ungkap Pergulatan Batin Selama Setahun

Mundur dari KPK, Febri Diansyah Ungkap Pergulatan Batin Selama Setahun

Nasional
ICW Sarankan Presiden Evaluasi Kinerja Penegak Hukum Terkait Penanganan Kasus Korupsi

ICW Sarankan Presiden Evaluasi Kinerja Penegak Hukum Terkait Penanganan Kasus Korupsi

Nasional
Febri Diansyah: Perang atas Korupsi Bisa Dilakukan di Dalam dan Luar KPK

Febri Diansyah: Perang atas Korupsi Bisa Dilakukan di Dalam dan Luar KPK

Nasional
Febri Diansyah Menjawab Kemungkinan Terjun ke Politik Usai Mundur dari KPK

Febri Diansyah Menjawab Kemungkinan Terjun ke Politik Usai Mundur dari KPK

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X