Kompas.com - 10/03/2016, 19:39 WIB
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bambang Widjojanto menyebut dua hal menarik di dalam peristiwa LSM yang menguji keputusan Jaksa Agung Muhammad Prasetyo yang mendeponir perkaranya melalui jalur praperadilan.

Pertama, menurut Bambang, mestinya publik menelisik lebih jauh siapa penggugat putusan Jaksa Agung itu. Apakah mereka dikendalikan oleh pihak-pihak yang berkepentingan, dan sebagainya.

"Lacak saja latar belakang mereka. Kalau tahu latar belakangnya, pasti tahulah kepentingan mana yang sedang bekerja," ujar Bambang usai mengisi acara seminar di Jakarta, Kamis (10/3/2016).

Bambang enggan menjelaskan lebih jauh soal pernyataannya tersebut.

"Saya sebenarnya enggak mau bicara kasus. Saya sudah serahkan ke lawyer," ujar dia.

Hal kedua, Bambang merasa gugatan itu tidak substansial. Sebab, Undang-Undang tentang Kejaksaan sudah terang benderang disebutkan deponir bukan tugas atau wewenang yang bisa diuji sah atau tidaknya.

Deponir adalah hak prerogatif Jaksa Agung sebagai penuntut tertinggi.

"Jadi ini bukan soal substansinya. Tapi cuma kegaduhannya saja," ujar Bambang.

Meski demikian, Bambang mengaku tidak mempersoalkan gugatan tersebut. Bambang tetap menghormatinya.

"Pada dasarnya kita harus menghormti orang pada posisi tidak setuju. Tetap harus dihormati ya karena kita juga perlu orang-orang seperti itu. Tapi juga kalau ini diterus-teruskan, basis argumennya masih banyak dipertanyakan," ujar Bambang.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sosok Deolipa Yumara, Pengacara yang Dampingi Bharada E Tak Sampai Sepekan

Sosok Deolipa Yumara, Pengacara yang Dampingi Bharada E Tak Sampai Sepekan

Nasional
Bupati Pemalang Terjaring OTT KPK, Waketum Gerindra: Bukan Kader Kita

Bupati Pemalang Terjaring OTT KPK, Waketum Gerindra: Bukan Kader Kita

Nasional
Alasan Bharada E Cabut Kuasa Deolipa Yumara dan Boerhanuddin

Alasan Bharada E Cabut Kuasa Deolipa Yumara dan Boerhanuddin

Nasional
Ini Kata Pengacara Soal Pengakuan Sambo Atas Tewasnya Brigadir J

Ini Kata Pengacara Soal Pengakuan Sambo Atas Tewasnya Brigadir J

Nasional
Prabowo Mesti Jeli Pilih Cawapres Bila Tak Ingin Ulangi Kekalahan Pilpres 2014 dan 2019

Prabowo Mesti Jeli Pilih Cawapres Bila Tak Ingin Ulangi Kekalahan Pilpres 2014 dan 2019

Nasional
Jambore Nasional Pramuka 2022 Bakal Dibuka Ma'ruf Amin

Jambore Nasional Pramuka 2022 Bakal Dibuka Ma'ruf Amin

Nasional
Kuasanya Dicabut, Eks Pengacara Bharada E Deolipa Yumara Minta 'Fee' Rp 15 Triliun

Kuasanya Dicabut, Eks Pengacara Bharada E Deolipa Yumara Minta "Fee" Rp 15 Triliun

Nasional
Ketua Komisi III Pastikan Rapat dengan Kapolri Bahas Pembunuhan Brigadir Yosua Digelar Terbuka

Ketua Komisi III Pastikan Rapat dengan Kapolri Bahas Pembunuhan Brigadir Yosua Digelar Terbuka

Nasional
Prabowo Dinilai di Atas Angin jika Ganjar dan Anies Tak Maju pada 2024

Prabowo Dinilai di Atas Angin jika Ganjar dan Anies Tak Maju pada 2024

Nasional
OTT Bupati Pemalang Terkait Jual Beli Jabatan

OTT Bupati Pemalang Terkait Jual Beli Jabatan

Nasional
Muzani Sebut Kader Siap Kerja Keras Menangkan Prabowo di Pilpres 2024

Muzani Sebut Kader Siap Kerja Keras Menangkan Prabowo di Pilpres 2024

Nasional
Sufmi Dasco Sebut Ada Partai Ingin Gabung Koalisi Gerindra-PKB

Sufmi Dasco Sebut Ada Partai Ingin Gabung Koalisi Gerindra-PKB

Nasional
Update OTT Bupati Pemalang: Jumlah Orang yang Ditangkap Menjadi 34

Update OTT Bupati Pemalang: Jumlah Orang yang Ditangkap Menjadi 34

Nasional
Muzani: Seluruh Kader Gerindra Minta Prabowo Maju Pilpres 2024

Muzani: Seluruh Kader Gerindra Minta Prabowo Maju Pilpres 2024

Nasional
Kemenag Buka Rekrutmen 6.179 Pendamping Proses Produk Halal, Ini Cara Daftarnya

Kemenag Buka Rekrutmen 6.179 Pendamping Proses Produk Halal, Ini Cara Daftarnya

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.