Kompas.com - 04/03/2016, 13:08 WIB
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary
JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Zulkifli Hasan menyambut baik keputusan Jaksa Agung M Prasetyo yang akhirnya mengambil keputusan mengesampingkan (deponir) kasus yang menjerat dua mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad dan Bambang Widjojanto. 

Ia menilai, keputusan tersebut dapat mengurangi kegaduhan yang terjadi di masyarakat.

Protes publik karena menganggap kasus itu bagian dari kriminalisasi, tak pernah surut.

"Itu kan memang prerogatifnya Jaksa Agung. Tentu kita hargai," kata Zulkifli, di Nam Hotel Center, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (4/3/2016).

Ia berharap, dengan dikesampingkannya kasus tersebut dapat memperkuat KPK dalam melaksanakan tugasnya.

"Ini juga akan memperkuat KPK untuk melaksanakan tugas-tugasnya dan memperkuat penegakkan hukum," ujar Ketua Umum Partai Amanat Nasional itu.

Langkah mengesampingkan kasus Abraham dan Bambang diambil kejaksaan dengan sejumlah pertimbangan.

Dengan keputusan deponir kasus Abraham dan Bambang, maka pengusutan kasusnya dinyatakan berakhir.

Jaksa Agung M Prasetyo menjelaskan, opsi deponir diambil lantaran kejaksaan khawatir dua kasus itu justru kontraproduktif dengan upaya pemberantasan korupsi yang sedang berjalan saat ini.

Terlebih lagi, Abraham dan Bambang dianggap sebagai ikon anti-korupsi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.