Cara Gibran dan Kaesang Hadapi "Haters" Jokowi

Kompas.com - 25/02/2016, 06:36 WIB
Iriana dan Selvi (dua dari kanan) bersama Gibran dan adik-adik Gibran saat jumpa pers di kediamannya di Solo, Selasa (14/4/2015). KOMPAS.com/ M. WISMABRATAIriana dan Selvi (dua dari kanan) bersama Gibran dan adik-adik Gibran saat jumpa pers di kediamannya di Solo, Selasa (14/4/2015).
Penulis Bayu Galih
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagai anak presiden, kedua putra Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep, memahami bahwa tidak semua orang menyukai kiprah bapaknya.

Bahkan, Gibran dan Kaesang kerap menjadi sasaran para haters atau pembenci Jokowi.

Gibran misalnya. Putra sulung Jokowi itu mengaku sering menerima mention di media sosial Twitter, yang menjelekkan, bahkan memfitnah bapaknya.

Dalam acara "Mata Najwa" di Metro TV, Rabu (24/2/2016) malam, Gibran pun menjelaskan langkah yang dilakukannya saat menghadapi haters di Twitter.

"Kalau ada berita jelek malah saya retweet. Biar seru aja, kan bisa kesaring, siapa saja sih yang makan fitnah mentah-mentah," kata Gibran kepada pembawa acara Najwa Shihab.

Cara ini dilakukan Gibran agar tidak terlalu serius dalam meladeni kebencian orang lain, apalagi yang tidak dikenalnya.

"Biar sekalian jadi buzzer (untuk) orang-orang itu. Kan orang-orang lain juga sudah cukup pintar untuk menilai," tutur Gibran, yang berprofesi sebagai pengusaha katering ini.

Namun, Gibran mengaku ada sejumlah ujaran kebencian yang membuatnya merasa terganggu. Apalagi jika itu menyangkut fitnah atau berita hoax alias palsu, 

Saat itulah kadang-kadang Gibran membicarakannya dengan Jokowi.

"Kalau politik tidak pernah bicara sama sekali, tapi kalau berita hoax kita omongin," ucap Gibran.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Isu Reshuffle Menguat, Kursi Menteri Siapa Dapat

Isu Reshuffle Menguat, Kursi Menteri Siapa Dapat

Nasional
Pemerintah Diminta Uji Kalung Antivirus Corona Sebelum Diproduksi Massal

Pemerintah Diminta Uji Kalung Antivirus Corona Sebelum Diproduksi Massal

Nasional
Soal Kalung Antivirus, Menko PMK Sebut Perlu Ada Uji Klinis

Soal Kalung Antivirus, Menko PMK Sebut Perlu Ada Uji Klinis

Nasional
Tangani Covid-19, Menko PMK Ingin Keterlibatan Perguruan Tinggi Lebih Kuat

Tangani Covid-19, Menko PMK Ingin Keterlibatan Perguruan Tinggi Lebih Kuat

Nasional
PN Jaksel Kembali Gelar Sidang PK yang Diajukan Djoko Tjandra Hari Ini

PN Jaksel Kembali Gelar Sidang PK yang Diajukan Djoko Tjandra Hari Ini

Nasional
UPDATE 6 Juli: 1.137 WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri, 752 Sembuh

UPDATE 6 Juli: 1.137 WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri, 752 Sembuh

Nasional
Anggota Komisi IX DPR Ragukan Efektivitas Kalung Eucalyptus Antivirus Corona

Anggota Komisi IX DPR Ragukan Efektivitas Kalung Eucalyptus Antivirus Corona

Nasional
Kekecewaan Masyarakat terhadap DPR atas Penundaan Pembahasan RUU PKS

Kekecewaan Masyarakat terhadap DPR atas Penundaan Pembahasan RUU PKS

Nasional
63.749 Kasus Covid-19 di Indonesia, Persentase Kematian Lebih Tinggi Dibanding Global

63.749 Kasus Covid-19 di Indonesia, Persentase Kematian Lebih Tinggi Dibanding Global

Nasional
Gugus Tugas: Pakai Masker dengan Benar, Tekan Penularan Covid-19 hingga 50 Persen

Gugus Tugas: Pakai Masker dengan Benar, Tekan Penularan Covid-19 hingga 50 Persen

Nasional
[POPULER NASIONAL] Prediksi Menteri Tak Kena Reshuffle | Kasus Positif Covid-19 Bertambah 1.607 Orang

[POPULER NASIONAL] Prediksi Menteri Tak Kena Reshuffle | Kasus Positif Covid-19 Bertambah 1.607 Orang

Nasional
Wakil Ketua KPK Minta Erick Thohir Laporkan Kasus Korupsi yang Libatkan BUMN

Wakil Ketua KPK Minta Erick Thohir Laporkan Kasus Korupsi yang Libatkan BUMN

Nasional
Masyarakat Minta DPR Segera Bahas dan Sahkan RUU PKS

Masyarakat Minta DPR Segera Bahas dan Sahkan RUU PKS

Nasional
Cegah Covid-19, Pesepeda Disarankan Tak Berkelompok Lebih dari Lima Orang

Cegah Covid-19, Pesepeda Disarankan Tak Berkelompok Lebih dari Lima Orang

Nasional
RUU PKS Ditarik dari Prolegnas Prioritas di Saat Tingginya Kasus Kekerasan Seksual

RUU PKS Ditarik dari Prolegnas Prioritas di Saat Tingginya Kasus Kekerasan Seksual

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X