Infak Shalat Jumat di Masjid Istiqlal Bisa Mencapai Rp 100 Juta

Kompas.com - 22/02/2016, 14:14 WIB
Warga melangsungkan shalat Jumat pertama di bulan Ramadhan di Masjid Istiqlal, Jakarta, 19 Juni 2015. AP PHOTO / Achmad IbrahimWarga melangsungkan shalat Jumat pertama di bulan Ramadhan di Masjid Istiqlal, Jakarta, 19 Juni 2015.
|
EditorBayu Galih

Masjid Istiqlal juga kerap menjadi titik bertemu para pelancong yang punya jadwal acara tak jauh dari Istiqlal, baik pelancong dengan kendaraan pribadi maupun rombongan.

Hal ini tidak mengherankan. Lokasi Istiqlal memang terletak di jantung Ibu Kota dan dekat dengan banyak obyek wisata lain atau tempat-tempat penting.

"Anak sekolah, ziarah Wali Songo. Bus luar kota masuk ke sini bisa dari pukul 03.00 atau 04.00 pagi. Shalat subuh dulu di Istiqlal," tutur Abu.

Dikutip dari dokumen Masjid Istiqlal, pengunjung masjid karya arsitek Friedrich Silaban ini rata-rata dikunjungi 1,5 juta wisatawan dalam negeri setiap bulannya.

Sementara itu, wisatawan mancanegara per bulannya bisa mencapai 7.000 orang. Sedikitnya, papar Abu, wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Istiqlal per harinya sekitar 50 hingga 100 orang.

"Itu hari biasa. Kalau hari libur dan Sabtu-Minggu bisa lebih banyak lagi," kata dia.

Sementara itu, hingga 2015, tercatat sebanyak 20 tamu VVIP mancanegara pernah berkunjung ke Istiqlal.

Nama-nama besar, seperti Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Putra Mahkota Kerajaan Inggris Pangeran Charles, Presiden Turki Recep Toyyip Erdogan, hingga yang terbaru Presiden Republik Italia Sergio Mattarella, pernah singgah di mesjid terbesar di Asia Tenggara ini.

Terbuka untuk orang asing

Untuk menarik lebih banyak turis, terutama turis mancanegara, peningkatan pelayanan tengah dicanangkan oleh pengurus Masjid Istiqlal. Ini juga mengacu pada tingginya antusiasme turis asing terhadap masjid ini.

Abu menuturkan, para turis asing menganggap Istiqlal bak museum. Kebanyakan dari mereka kagum dan penasaran mengapa Istiqlal, sebagai tempat beribadah, begitu terbuka dengan orang asing.

Arsitektur bangunan serta kegiatan yang dilaksanakan di Istiqlal juga tak kalah memancing antusiasme para turis asing. Karena itulah, pelayanan dari para pengurus masjid ke depannya akan terus ditingkatkan.

"Karena, pelayanannya biasa-biasa saja antusiasme sudah sangat tinggi. Bagaimana kalau ditingkatkan lagi," ujar Abu.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X