Ada "1001" Cerita di Istiqlal

Kompas.com - 22/02/2016, 09:57 WIB
Indra Akuntono
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

Ditertibkan

Sementara itu, Ketua Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal (BPPMI), Muhammad Muzammil Basyuni mengakui banyaknya warga yang jualan di dalam masjid juga yang menyewakan mukena. Bahkan menurutnya, ada pula yang menawarkan jasa pijat.

Banyaknya warga yang sering tidur di dalam dan pelataran masjid serta warga yang berjualan di dalam masjid akan terus ditertibkan oleh pihak masjid Istiqlal.

"Itu menjadi pkerjaan rumah saya untuk dibenahi secara tepat dan baik," ujar Muzammil.

Ia menambahkan, diperlukan pendekatan untuk menertibkan mereka agaa tak merasa diusir oleh pihak masjid.

Mereka, kata Muzammil, perlu diberi pemahaman sehingga ke depannya, masjid dapat digunakan sesuai peruntukan dan fungsinya. Tak lagi dimanfaatkan sebagai lapak berjualan.

"Jadi siapapun yang mau masuk ke masjid bisa merasakan nikmatnya suasana yang kondusif. Aman dan nyaman. Tidak awut-awutan seperti tidak ada aturan," kata pria yang baru menjabat Ketua BPPMI sejak 22 Januari lalu ini.

Adapun menurut Protokol Masjid Istiqlal, Abu Hurairah Abdul Salam, warga yang mencari keuntungan dengan berjualan di dalam masjid kerap "kucing-kucinga"n dengan petugas.

Namun, ia mengaku penertiban akan terus digalakkan, bahkan kegiatan pembersihan direncanakan akan dilakukan Maret mendatang.

"Target kami per 1 Maret yang namanya gepeng, PKL di Istiqlal Insya Allah sudah tidak ada lagi," ungkap Abu.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X