Letak Istiqlal, dari Debat Soekarno-Hatta hingga Berdampingan dengan Katedral

Kompas.com - 22/02/2016, 07:07 WIB
Penulis Bayu Galih
|
EditorBayu Galih

Entah seperti apa proses debat itu berlangsung, namun pendapat Hatta kemudian "kalah". Pembangunan Istiqlal pun dimulai di Taman Wilhelmina.

Arsitek favorit Soekarno, Friedrich Silaban, ditunjuk sebagai arsitek setelah menang sayembara dengan tema "Ketuhanan".

Mengutip arsip Harian Kompas, hingga 7 Juli 1966, pembangunan masjid itu menghabiskan dana Rp 6.985.540.829,81 (uang lama).

Adapun buku Mengenal Istiqlal menjelaskan bahwa pada periode Soekarno menghabiskan anggaran hingga Rp 12,569 miliar, dan Rp 12,447 miliar di antaranya merupakan uang lama.

Berdampingan Katedral

Sejarah mencatat perbedaan pendapat itu. Namun, takdir menentukan bahwa Masjid Istiqlal kini berada di lokasi yang diinginkan Soekarno.  

Pilihan itu juga menjadikan Istiqlal berdiri berdampingan dengan Gereja Katedral Jakarta. Bangunan suci umat Katolik itu terlebih dulu ada, dan telah berdiri sejak 1828.

Setelah Istiqlal berdiri dengan megah, bukan berarti eksistensi Gereja Katedral terancam. Aktivitas di dua rumah ibadah terbesar itu tetap berjalan dengan lancar.

Bahkan, letak Istiqlal yang berdampingan dengan Katedral itu menjadi simbol toleransi bangsa.

Saat ada perayaan hari besar umat Nasrani, pengunjung Gereja Katedral biasa memarkirkan kendaraan di lapangan parkir Masjid Istiqlal yang memang berkapasitas luas.

Saat hari raya kedua agama itu berdekatan, aktivitas masing-masing juga tetap berjalan dengan baik. Tanpa merasa saling mengganggu atau saling mengancam.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X