Tiga Minggu, Berkas Perkara "Trafficker" Nikita Mirzani Mandek di Kejaksaan

Kompas.com - 18/02/2016, 13:54 WIB
Nikita Mirzani di pelataran gedung TransTV, Jakarta Selatan, Senin (14/12/2015) sore KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENG PANGERANGNikita Mirzani di pelataran gedung TransTV, Jakarta Selatan, Senin (14/12/2015) sore
|
EditorSabrina Asril
JAKARTA, KOMPAS.com - Berkas perkara perdagangan orang melalui prostitusi dengan korban artis Nikita Mirzani masih tertahan di Kejaksaan Agung.

"Di kejaksaan sudah tiga minggu ini, belum P19, belum pula P21. Sudah lama di sana," ujar Kepala Subdirektorat III Dittipidum Bareskrim Polri Kombes (Pol) Umar Surya Fana di kantornya, Kamis (18/2/2016).

Penyidik tengah menunggu apakah kejaksaan mengembalikan berkas perkara itu ke polisi atau menyatakan lengkap. Sebab, penyidik berencana mengadakan reka ulang perkara tersebut. Artinya, jika jaksa mengembalikan berkas perkara itu sesegera mungkin, penyidik langsung mempersiapkan jadwal reka ulang.

"Tapi sampai sekarang belum ada petunjuk. Ya kami kan kerjanya tergantung seberang sana (kejaksaan)," ujar Umar.

(Baca: "Trafficker" Nikita Mirzani Menangis Saat Diperiksa)

Kasus prostitusi online yang menjerat Nikita berawal dari penyamaran polisi di Hotel Kempinsky Jakarta, 11 Desember 2015 lalu. Penyidik yang menyamar menggerebek aktivitas prostitusi di hotel itu. Artis Nikita Mirzani yang menjadi korban prostitusi diamankan dalam penggerebekan itu.

Penyidik menangkap mucikari Nikita, F dan O, tidak lama kemudian. Keduanya langsung ditetapkan sebagai tersangka atas tuduhan perkara perdagangan orang.

Adapun Nikita diposisikan sebagai korban. Belakangan, penyidik menetapkan A sebagai tersangka. A ditangkap 16 Januari 2016.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X