Pesan Damai Jokowi di AS

Kompas.com - 18/02/2016, 11:12 WIB
KOMPAS/SONYA HELEN SINOMBOR Presiden Joko Wido bersama Ibu Iriana tampak berjalan bersama dengan pendiri dan CEO Facebook Mark Zuckerberg. Jokowi mengunjungi kantor Facebook dalam rangkaian kunjungan ke Amerika Serikat untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-AS yang berlangsung pada 15-16 Februari 2016.

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Joko Widodo menemui pendiri sekaligus CEO Facebook, Mark Zuckerberg, dan CEO Twitter, Jack Dorsey, di San Fransisco, Amerika Serikat, Rabu (17/2/2016) waktu setempat.

Jokowi meminta dua raksasa media sosial itu memperbanyak ajakan perdamaian dunia.

"Saya mengajak Facebook untuk menguatkan penyebaran pesan toleransi, moderasi, dan perdamaian," ucap Jokowi seperti dikutip dari informasi tertulis Tim Komunikasi Presiden, Kamis (18/2/2016).

Jokowi mengawali kunjungan kenegaraan dengan menghadiri ASEAN-US Summits di Sunnylands.

Dalam forum itu, Jokowi juga berbicara mengenai perdamaian dunia, pananganan aksi dan penyebaran paham radikalisme, serta dukungan pada ekonomi kreatif.

Saat berada di kantor Facebook, Jokowi dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo sempat meninjau ruangan dan berdialog dengan pegawai Facebook dari Indonesia.

Sebelum meninggalkan kantor Facebook, Jokowi menulis pesan "Bersama Damai dalam Harmoni" berikut tanda tangan di dinding tanda tangan Facebook.

Dalam pertemuan dengan Jack Dorsey, CEO Twitter, Jokowi juga melihat peran penting media sosial ini dalam demokrasi digital. Ia berharap Twitter menegaskan platform sebagai penyebar informasi positif dan good governance.

"Saya mengajak @Twitter ikut sebarkan pesan toleransi dan perdamaian dunia -Jkw," tulis Jokowi melalui akun Twitternya ketika mengunjungi kantor Twitter di San Francisco.

Saat bertemu pimpinan negara-negara dalam forum ASEAN-US Summits, Jokowi menyampaikan gagasannya untuk memanfaatkan media sosial dalam menghadapi ekstremisme dan teroris.

Hal ini didasarkan pada fakta bahwa penyebaran paham ekstremisme dan ajakan bergabung dengan Foreign Terrorist Fighters (FTF) banyak dilakukan melalui media sosial.

"Oleh karena itu, kita harus bekerja sama dengan media sosial dalam menyebarkan perdamaian dan toleransi sebagai counter narasi," ujar Jokowi.


EditorSandro Gatra

Close Ads X