Andai Bung Karno Masih Hidup, Partai Politik Bisa Dikubur Hidup-hidup

Kompas.com - 16/02/2016, 14:43 WIB
Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta Dok. KompasPresiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta
EditorWisnubrata

Tetapi, yang terjadi sekarang ini tidak persis demikian. Rakyat bersuara apa, parpol bersuara lain lagi. Bisa tidak nyambung. Tak heran pula jika parpol dan para politisinya lebih mengurusi diri sendiri dan kelompoknya.

Sekarang ini kita baru lepas dua tahun dari Pemilu 2014. Belum ada hasil signifikan dan strategis yang dihasilkan parpol untuk kemaslahatan rakyat. Kinerjanya saja di DPR jeblok. Ribut sendiri sesama kawan separtai menjadi pemandangan lumrah di lingkungan politisi. Apabila ada kepentingan bersama, barulah mereka "bersatu", misalnya menghadapi pilkada. Memang, di politik itu lazim adagium "tidak ada musuh abadi, yang ada kepentingan abadi".

Maka kalau parpol mulai siap-siap rujuk pada tahun 2016, itu juga berarti sudah mulai memikirkan untuk Pemilu 2019. Sisa tiga tahun adalah waktu yang pendek. Jika konflik internal tidak segera diatasi, bisa-bisa mereka tak bisa panen suara di pemilu mendatang. Maklum saja mereka butuh rakyat setiap lima tahun sekali.

Tahun depan barangkali politisi pusat sudah mulai lebih banyak di daerah. Mereka menggarap daerah pemilihan (dapil) masing-masing.

Ketika mereka mulai sibuk persiapkan pemilu, pekerjaan yang harus dituntaskan dalam satu periode (lima tahun) tampaknya bakal terbengkelai. Saat tugas  belum rampung, di depan mata mereka sudah ada  pemilu. Akhirnya, tugas yang tidak selesai itu makin bertumpuk-tumpuk. Itu baru soal teknis. Soal substansi untuk membangun demokrasi, masih jauh dari harapan.

Padahal, kata ahli ilmu politik Michael Johnston (2005), parpol tidak hanya mengurusi pemilu, tetapi lebih penting adalah mengorganisasi dan memobilisasi kekuatan sosial menjadi energi demokrasi yang berkelanjutan.

Runyamnya sudah belasan tahun pasca reformasi, demokrasi kita masih tersesat. Parpol belum mampu memperkokoh demokrasi. Sebaliknya justru sering menggerogoti pilar-pilar demokrasi, sampai keropos. Bayangkan kalau Bung Karno masih hidup di zaman sekarang...

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tiga Tersangka Kasus Dugaan Korupsi di Perum Perindo Ditahan Terpisah

Tiga Tersangka Kasus Dugaan Korupsi di Perum Perindo Ditahan Terpisah

Nasional
Kunjungan Kerja, Wapres Puji Mal Pelayanan Publik Banyuwangi

Kunjungan Kerja, Wapres Puji Mal Pelayanan Publik Banyuwangi

Nasional
KSAL: TNI AL Harus Siap Hadapi Ancaman Konvensional dan Nonkonvensional

KSAL: TNI AL Harus Siap Hadapi Ancaman Konvensional dan Nonkonvensional

Nasional
Novel Baswedan Laporkan Pimpinan KPK Lili Pintauli ke Dewas

Novel Baswedan Laporkan Pimpinan KPK Lili Pintauli ke Dewas

Nasional
Kejagung Ungkap Peran 3 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi di Perum Perindo

Kejagung Ungkap Peran 3 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi di Perum Perindo

Nasional
Salah Satu Saksi Kasus Dugaan Korupsi Perum Perindo Meninggal Dunia saat Hendak Diperiksa Kejagung

Salah Satu Saksi Kasus Dugaan Korupsi Perum Perindo Meninggal Dunia saat Hendak Diperiksa Kejagung

Nasional
Muzani: Gerindra Ingin Belajar dari Loyalitas Santri kepada Kiai

Muzani: Gerindra Ingin Belajar dari Loyalitas Santri kepada Kiai

Nasional
Saksi Sebut Sarana Jaya Awalnya Ajukan Anggaran Rp 5,5 Triliun Dalam Penyertaan Modal Daerah

Saksi Sebut Sarana Jaya Awalnya Ajukan Anggaran Rp 5,5 Triliun Dalam Penyertaan Modal Daerah

Nasional
Kejagung Tetapkan 3 Tersangka Kasus Korupsi Perum Perindo

Kejagung Tetapkan 3 Tersangka Kasus Korupsi Perum Perindo

Nasional
Naik Pesawat ke Wilayah Level 3 dan 4 Non Jawa-Bali Juga Wajib Tes PCR

Naik Pesawat ke Wilayah Level 3 dan 4 Non Jawa-Bali Juga Wajib Tes PCR

Nasional
Kemenkes Klaim Indonesia Jadi Negara Non Produsen Vaksin Covid-19 yang Capaian Vaksinasinya Terbaik

Kemenkes Klaim Indonesia Jadi Negara Non Produsen Vaksin Covid-19 yang Capaian Vaksinasinya Terbaik

Nasional
3 Orang dan 1 Korporasi Tersangka Kasus Pengadaan Lahan di Munjul Segera Disidang

3 Orang dan 1 Korporasi Tersangka Kasus Pengadaan Lahan di Munjul Segera Disidang

Nasional
Sebaran 15.594 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia pada 21 Oktober 2021

Sebaran 15.594 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia pada 21 Oktober 2021

Nasional
UPDATE 21 Oktober: Ada 4.336 Kasus Suspek Covid-19

UPDATE 21 Oktober: Ada 4.336 Kasus Suspek Covid-19

Nasional
Pengacara Sebut Luhut Tak Datang Mediasi Atas Permintaan Penyidik

Pengacara Sebut Luhut Tak Datang Mediasi Atas Permintaan Penyidik

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.