Kapolri: Pelaku Serangan Bom Thamrin Kekurangan Biaya

Kompas.com - 15/02/2016, 18:26 WIB
Personel polisi bersenjata lengkap bersiap memasuki Gedung Skyline di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat untuk melumpuhkan pelaku teror ledakan dan penembakan, Kamis (14/1/2016). Serangkaian ledakan menewaskan sejumlah orang, terjadi baku tembak antara polisi dan beberapa orang yang diduga pelaku. KOMPAS / PRIYOMBODOPersonel polisi bersenjata lengkap bersiap memasuki Gedung Skyline di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat untuk melumpuhkan pelaku teror ledakan dan penembakan, Kamis (14/1/2016). Serangkaian ledakan menewaskan sejumlah orang, terjadi baku tembak antara polisi dan beberapa orang yang diduga pelaku.
Penulis Dani Prabowo
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti mengatakan, dana yang digunakan pelaku serangan teror di kawasan Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu terbilang cukup minim.

"Itu karena mereka kekurangan biaya, cuma Rp 900 ribu (biaya untuk merakit bom pos polisi)," kata Badrodin saat rapat gabungan dengan Komisi I dan III di Kompleks Parlemen, Senin (15/2/2016).

Meski kasus penyerangan berhasil diungkap dalam waktu singkat, bukan berarti ancaman terhadap terorisme berakhir.

Badrodin menuturkan, setidaknya 33 orang ditangkap pasca peristiwa tersebut.

Dari 33 orang yang diamankan, 17 orang diantaranya terkait serangan Sarinah. Sementara yang lainnya tidak memilk keterkaitan secara langsung.

"Ancaman teroris ini akan terus terjadi. Karena banyak kelompok yang masih berhubungan sama Bahrun Naim," ujarnya.

Muhammad Bahrun Naim alias Anggih Tamtomo alias Abu Rayan merupakan eks narapidana kepemilikan senjata api dan bahan peledak.

Bahrun Naim pernah ditangkap Datasemen Khusus 88 Antiteror Polri pada November 2010. Seusai menjalani hukuman, ia bebas sekitar Juni 2012.

Menurut catatan Satuan Tugas Khusus Antiteror Polri, Naim diduga telah melakukan baiat atau menobatkan diri sebagai bagian dari Negara Islam di Irak dan Suriah pada 2014. Di tahun yang sama, Naim menuju Suriah.

Badrodin menambahkan, jaringan Bahrun Naim yang berada di Tanah Air terus melakukan jihad dengan memotivasi orang lain agar mengikuti ajaran mereka.

Tak hanya itu, kelompok tersebut juga mengajarkan cara membuat bom dan bersedia mengirimkan dana dari luar negeri kepada siapa saja yang bersedia untuk melancarkan aksi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X