Mensos: Transmigrasi Warga Eks Gafatar Tak Boleh secara Eksklusif

Kompas.com - 02/02/2016, 16:54 WIB
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa berbicara kepada wartawan seusai melayat ke rumah dinas Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Jalan Widya Chandra V, Jakarta Selatan, Selasa (19/1/2016). Putra sulung Susi, Panji Hilmansyah, meninggal dunia di Amerika Serikat, Minggu (17/1/2016). KOMPAS.com/NABILLA TASHANDRAMenteri Sosial Khofifah Indar Parawansa berbicara kepada wartawan seusai melayat ke rumah dinas Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Jalan Widya Chandra V, Jakarta Selatan, Selasa (19/1/2016). Putra sulung Susi, Panji Hilmansyah, meninggal dunia di Amerika Serikat, Minggu (17/1/2016).
|
EditorSabrina Asril
JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, warga mantan anggota Gafatar yang menolak untuk dipulangkan ke daerah asal akan diberikan kesempatan untuk bertransmigrasi.

Namun, program transmigrasi tersebut dilakukan tidak secara eksklusif, tetapi secara inklusif.

"Transmigrasi warga mantan anggota Gafatar harus dilakukan secara inklusif, tidak boleh eksklusif," ujar Khofifah di Kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Selasa (2/2/2016).

Menurut Khofifah, di lokasi transmigrasi, lingkungan tempat tinggal warga eks Gafatar harus dijadikan satu dengan tempat tinggal masyarakat umum yang juga memilih bertransmigrasi.

(Baca: Menko PMK: Mantan Anggota Gafatar 5.764 Orang)

Penggabungan tersebut untuk mengantisipasi adanya pengkhususan yang dikhawatirkan  semakin menguatkan eksistensi kelompok Gafatar.

Menurut Khofifah, saat ini, ada 17 kepala keluarga di Surabaya yang ingin bertransmigrasi ke wilayah lain. Selain itu, terdapat 11 kepala keluarga di Rumah Perlindungan Trauma Centre (RPTC) Kemensos yang juga ingin bertransmigrasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat ini, warga eks Gafatar yang berada di tempat-tempat penampungan dibagi menjadi tiga klaster. Klaster pertama adalah keluarga yang kehilangan anggota keluarganya sehingga membutuhkan reunifikasi.

(Baca: Seorang Anggota Gafatar Ditolak di Kampung Halamannya)

Klaster kedua, warga yang takut kembali ke daerah asal karena takut tidak diterima oleh lingkungan lama.

Sementara itu, klaster ketiga adalah warga hidup sendiri karena tidak memiliki keluarga atau kerabat. Warga dalam klaster ketiga tersebut biasanya memilih untuk bertransmigrasi.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

TNI AU Terjunkan Pasukan Bantu Masyarakat Terdampak Erupsi Semeru

TNI AU Terjunkan Pasukan Bantu Masyarakat Terdampak Erupsi Semeru

Nasional
PMI Kirim 10 Tangki Air, Makanan, dan Layanan Kesehatan untuk Pengungsi Semeru

PMI Kirim 10 Tangki Air, Makanan, dan Layanan Kesehatan untuk Pengungsi Semeru

Nasional
Kasus Polisi Perkosa Mahasiswa hingga Bunuh Diri, Kapolri: Sedang Ditangani

Kasus Polisi Perkosa Mahasiswa hingga Bunuh Diri, Kapolri: Sedang Ditangani

Nasional
BPBD: 902 Warga Mengungsi akibat Erupsi Semeru

BPBD: 902 Warga Mengungsi akibat Erupsi Semeru

Nasional
Diangkat Jadi ASN Polri, Eks Kasatgas KPK: Kita Ikuti Dulu Sosialisasi Besok

Diangkat Jadi ASN Polri, Eks Kasatgas KPK: Kita Ikuti Dulu Sosialisasi Besok

Nasional
Erupsi Gunung Semeru, 41 Orang Alami Luka Bakar

Erupsi Gunung Semeru, 41 Orang Alami Luka Bakar

Nasional
Wapres Minta BNPB, Kemensos, Kemenkes, dan Pemprov Segera Tangani Dampak Erupsi Semeru

Wapres Minta BNPB, Kemensos, Kemenkes, dan Pemprov Segera Tangani Dampak Erupsi Semeru

Nasional
Mbah Rono: Erupsi Gunung Semeru Tidak Seperti Letusan Merapi Tahun 2010

Mbah Rono: Erupsi Gunung Semeru Tidak Seperti Letusan Merapi Tahun 2010

Nasional
AHY Instruksikan Kader Demokrat Bantu Warga Terdampak Erupsi Gunung Semeru

AHY Instruksikan Kader Demokrat Bantu Warga Terdampak Erupsi Gunung Semeru

Nasional
[POPULER NASIONAL] Respons Polri Usai Jokowi Kritik Polisi Sowan ke Ormas Pembuat Onar | Kronologi Erupsi Gunung Semeru

[POPULER NASIONAL] Respons Polri Usai Jokowi Kritik Polisi Sowan ke Ormas Pembuat Onar | Kronologi Erupsi Gunung Semeru

Nasional
BNPB Kirim Bantuan Logistik Senilai Rp 1,1 Miliar untuk Korban Erupsi Gunung Semeru

BNPB Kirim Bantuan Logistik Senilai Rp 1,1 Miliar untuk Korban Erupsi Gunung Semeru

Nasional
Kepala BNPB Pastikan Tahapan Penanganan Darurat Erupsi Semeru Berjalan Optimal dan Cepat

Kepala BNPB Pastikan Tahapan Penanganan Darurat Erupsi Semeru Berjalan Optimal dan Cepat

Nasional
BNPB: 13 Orang Meninggal akibat Erupsi Gunung Semeru, Baru 2 yang Teridentifikasi

BNPB: 13 Orang Meninggal akibat Erupsi Gunung Semeru, Baru 2 yang Teridentifikasi

Nasional
Erupsi Gunung Semeru, Kemenhub Sebut Penerbangan Masih Beroperasi Normal

Erupsi Gunung Semeru, Kemenhub Sebut Penerbangan Masih Beroperasi Normal

Nasional
PVMBG: Gunung Semeru Masih Level Waspada meskipun Aktivitasnya Meningkat

PVMBG: Gunung Semeru Masih Level Waspada meskipun Aktivitasnya Meningkat

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.