Datangi Kejaksaan Agung, Mantan Ketum Luruskan Informasi Terkait Gafatar

Kompas.com - 29/01/2016, 13:57 WIB
Foto: Eks Ketua Gafatar Mahful Tumanurung saat memenuhi panggilan Bakorpakem untuk dimintai keterangan soal Gafatar di kantor Jamintel, Kejaksaan Agung, Jumat (29/1/2016).




Kristian ErdiantoFoto: Eks Ketua Gafatar Mahful Tumanurung saat memenuhi panggilan Bakorpakem untuk dimintai keterangan soal Gafatar di kantor Jamintel, Kejaksaan Agung, Jumat (29/1/2016).
|
EditorSabrina Asril
JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Koordinasi Pengawasan Aliran dan Kepercayaan memanggil mantan Ketua Umum Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) Mahful Tumanurung untuk dimintai keterangannya seputar ormas yang dipimpinnya itu.

Ketika ditemui saat masa rehat, Mahful mengatakan kedatangannya tersebut bermaksud untuk meluruskan informasi-informasi liar yang selama ini beredar di masyarakat.

"Kedatangan saya dalam rangka meluruskan informasi tentang Gafatar agar semua beres. Kami dipanggil ke kantor Jaksa Muda Intelijen. Belum selesai, masih akan diteruskan setelah sholat Jumat," ujar Mahful di kantor Jamintel Kejaksaan Agung RI, Jakarta Selatan, Jumat (29/1/2016).

Dalam kesempatan itu ia juga mengatakan bahwa Gafatar itu sudah lama bubar sejak 11 Agustus 2015. Ia juga meminta aset-aset eks anggots Gafatar, berupa benda bergerak dan tidak bergerak, diperhatikan dan dikembalikan.

(Baca: Mantan Ketum Gafatar Angkat Bicara soal Cap Sesat MUI)

"Tidak ditanya apa-apa, saya hanya menjelaskan soal Gafatar saja. Kami juga ingin semuanya jelas, supaya kami tidak digantung," ungkap Mahful.

Dia berharap agar pemerintah bisa mengambil sikap tegas dan bijak sehingga seluruh mantan anggota Gafatar bisa kembali ke masyarakat dengan tenang untuk memulai hidupnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Syukur-syukur, kami bisa dikembalikan ke Kalimantan," ucapnya.

Sementara itu, Sudarto dari Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika yang ikut mendampingi Mahful, menjelaskan bahwa sudah sejak lama Gafatar tidak berafiliasi dengan Ahmad Mosshadeq, pemimpin Al-Qiyadah Al-Islamiyah.

(Baca: Eks Ketua Umum Gafatar: Kami Tidak Terima Dipulangkan ke Daerah Asal)

Eks anggots kelompok Gafatar juga tidak menyatakan membuat agama baru.

"Tadi mereka menjelaskan kepada Bakorpakem bahwa Gafatar bukan merupakan ormas keagamaan, karena sudah lama mereka tidak berafiliasi dengan Ahmad Moshsadeq. Mereka hanya memandang Mosshadeq sebagai guru. Kenapa mereka tidak diberikan izin atau legalitas, karena salah satu anggotanya pernah terlihat dengan NII (Negara Islam Indonesia)," ujar Sudarto.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

TNI AU Terjunkan Pasukan Bantu Masyarakat Terdampak Erupsi Semeru

TNI AU Terjunkan Pasukan Bantu Masyarakat Terdampak Erupsi Semeru

Nasional
PMI Kirim 10 Tangki Air, Makanan, dan Layanan Kesehatan untuk Pengungsi Semeru

PMI Kirim 10 Tangki Air, Makanan, dan Layanan Kesehatan untuk Pengungsi Semeru

Nasional
Kasus Polisi Perkosa Mahasiswa hingga Bunuh Diri, Kapolri: Sedang Ditangani

Kasus Polisi Perkosa Mahasiswa hingga Bunuh Diri, Kapolri: Sedang Ditangani

Nasional
BPBD: 902 Warga Mengungsi akibat Erupsi Semeru

BPBD: 902 Warga Mengungsi akibat Erupsi Semeru

Nasional
Diangkat Jadi ASN Polri, Eks Kasatgas KPK: Kita Ikuti Dulu Sosialisasi Besok

Diangkat Jadi ASN Polri, Eks Kasatgas KPK: Kita Ikuti Dulu Sosialisasi Besok

Nasional
Erupsi Gunung Semeru, 41 Orang Alami Luka Bakar

Erupsi Gunung Semeru, 41 Orang Alami Luka Bakar

Nasional
Wapres Minta BNPB, Kemensos, Kemenkes, dan Pemprov Segera Tangani Dampak Erupsi Semeru

Wapres Minta BNPB, Kemensos, Kemenkes, dan Pemprov Segera Tangani Dampak Erupsi Semeru

Nasional
Mbah Rono: Erupsi Gunung Semeru Tidak Seperti Letusan Merapi Tahun 2010

Mbah Rono: Erupsi Gunung Semeru Tidak Seperti Letusan Merapi Tahun 2010

Nasional
AHY Instruksikan Kader Demokrat Bantu Warga Terdampak Erupsi Gunung Semeru

AHY Instruksikan Kader Demokrat Bantu Warga Terdampak Erupsi Gunung Semeru

Nasional
[POPULER NASIONAL] Respons Polri Usai Jokowi Kritik Polisi Sowan ke Ormas Pembuat Onar | Kronologi Erupsi Gunung Semeru

[POPULER NASIONAL] Respons Polri Usai Jokowi Kritik Polisi Sowan ke Ormas Pembuat Onar | Kronologi Erupsi Gunung Semeru

Nasional
BNPB Kirim Bantuan Logistik Senilai Rp 1,1 Miliar untuk Korban Erupsi Gunung Semeru

BNPB Kirim Bantuan Logistik Senilai Rp 1,1 Miliar untuk Korban Erupsi Gunung Semeru

Nasional
Kepala BNPB Pastikan Tahapan Penanganan Darurat Erupsi Semeru Berjalan Optimal dan Cepat

Kepala BNPB Pastikan Tahapan Penanganan Darurat Erupsi Semeru Berjalan Optimal dan Cepat

Nasional
BNPB: 13 Orang Meninggal akibat Erupsi Gunung Semeru, Baru 2 yang Teridentifikasi

BNPB: 13 Orang Meninggal akibat Erupsi Gunung Semeru, Baru 2 yang Teridentifikasi

Nasional
Erupsi Gunung Semeru, Kemenhub Sebut Penerbangan Masih Beroperasi Normal

Erupsi Gunung Semeru, Kemenhub Sebut Penerbangan Masih Beroperasi Normal

Nasional
PVMBG: Gunung Semeru Masih Level Waspada meskipun Aktivitasnya Meningkat

PVMBG: Gunung Semeru Masih Level Waspada meskipun Aktivitasnya Meningkat

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.