Menkumham Minta BNN Laporkan Petugas Lapas yang Halangi Penggeledahan

Kompas.com - 26/01/2016, 21:40 WIB
Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly usai peresmian gedung baru KPK di Jakarta, Selasa (29/12/2015) KOMPAS.com/NABILLA TASHANDRAMenteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly usai peresmian gedung baru KPK di Jakarta, Selasa (29/12/2015)
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly meminta Badan Narkotika Nasional melaporkan petugas lembaga pemasyarakatan yang menghalangi petugas BNN saat dilakukan penggeledahan.

Yasonna memastikan akan menindaklanjuti hal tersebut.

"Sipir kalau ada permintaan pengeledahan harus diberikan, tidak bisa seperti itu," ujar Yasonna saat ditemui di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa (26/1/2016).

"Beri tahu saja ke kita siapa saja orangnya, nanti ditindaklanjuti," kata dia.

Sebelumnya, BNN menyatakan napi di dalam lapas yang punya hubungan dengan jaringan narkoba sulit untuk disentuh.

Salah satunya, menurut BNN karena prosedur masuk ke lapas yang dianggap kerap dipersulit.

Kepala BNN Komisaris Jenderal Budi Waseso pun melontarkan pernyataan keras. Buwas mengancam akan melakukan upaya paksa, bahkan menyerbu lapas kalau petugasnya dipersulit masuk.

Ia mencontohkan, saat hendak memeriksa jaringan narkoba yang punya hubungan dengan napi di sebuah lapas di Bali, petugas BNN menurutnya dipersulit.

Karena hambatan, saat dapat masuk petugas sudah kehilangan barang bukti.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X