Boni Hargens Ditunjuk Jokowi Jadi Dewan Pengawas "Antara"

Kompas.com - 26/01/2016, 16:02 WIB
Foto direktur eksekutif LPI Boni Hargens Rani/Kompas.comFoto direktur eksekutif LPI Boni Hargens
|
EditorSabrina Asril
JAKARTA, KOMPAS.com — Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), Boni Hargens, dilantik sebagai Anggota Dewan Pengawas Lembaga Kantor Berita Nasional Antara, Selasa (26/1/2016) pagi ini.

Boni mengungkapkan, dirinya sempat dipanggil Presiden Joko Widodo sebelum hari raya Idul Fitri tahun lalu. Di sana, Presiden berpesan kepada Boni agar bisa berkontribusi untuk Antara.

"Dulu saya dipanggil Presiden dan diperintahkan untuk membantu di Antara," kata Boni saat dihubungi Kompas.com, Selasa ini.

Dia menyebutkan, Presiden Jokowi berpesan kepada dirinya untuk bisa membawa Antara menjadi salah satu agen informasi untuk masyarakat.

Mantan anggota tim sukses Jokowi-Jusuf Kalla saat pemilihan presiden lalu ini juga mengungkapkan bahwa Presiden Jokowi berharap agar Antara bisa mengomunikasikan ke masyarakat tentang agenda-agenda pembangunan yang tercantum dalam Nawacita.

(Baca: Ramai-ramai Dukung Jokowi, Ramai-ramai Jadi Pejabat)

"Karena peningkatan kesadaran masyarakat soal gagasan baik dari pemerintah, akan meningkatkan dukungan masyarakat. Intinya, Antara ini harus benar-benar menjadi agen informasi untuk masyarakat, dan menjadi penyambung lidah negara," kata pengajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UI ini.

Selain Boni, ada pula Deddy Hermawan, yang sebelumnya menjadi staf ahli Menteri Komunikasi dan Informatika, juga dilantik sebagai anggota Dewan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X