Kompas.com - 22/01/2016, 17:00 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla di Bursa Efek Indonesia  (BEI), Jakarta, Rabu (30/12/2015) YOGA SUKMANA/KOMPAS.COMWakil Presiden Jusuf Kalla di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (30/12/2015)
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary
JAKARTA, KOMPAS.com — Dua nama yang belakangan ini menjadi sorotan, I Wayan Sumardana alias Tawan (31) dan Muhammad Kusrin, ternyata tak luput dari perhatian Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Sutawan atau Tawan populer dengan tangan robot buatannya. Sementara itu, Kusrin adalah seorang pria lulusan SD yang mampu merakit televisi. 

Kalla mengaku kagum terhadap keduanya. Ia menilai, apa yang dilakukan Sutawan dan Kusrin merupakan bukti bahwa inovasi bisa lahir dari siapa pun, tak hanya dari orang-orang berpendidikan tinggi.

"Jadi, jangan lihat pendidikan orangnya, tetapi lihat apa yang ditemukan. Pendidikan penting pasti, tetapi yang paling penting apa yang ditemukannya," ujar Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (22/1/2016).

Ia mengatakan, selama ini, inovasi tidak selalu dilihat dari tingkat pendidikan penemunya. Menurut Kalla, Sutawan dan Kusrin telah membuktikan hal tersebut.

Kalla lalu menyebutkan founder Facebook, yakni Mark Zuckerberg. Menurut dia, apa yang dilakukan Zuckerberg juga membuktikan kalau inovasi bisa tercipta dari siapa pun.

"Anda tiap hari pakai Facebook. Siapa yang temukan? Kan bukan sarjana, melainkan mahasiswa," kata Kalla.

Sutawan adalah seorang tukang las asal Desa Nyuhtebel, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali. Tangan kirinya yang lumpuh karena stroke mendorongnya merancang tangan rakitan.

Berbekal informasi dari internet dan ilmunya selama bersekolah di jurusan Elektro Sekolah Teknik Menengah (STM) Rekayasa, Denpasar, hingga tahun 2002 lalu, Tawan mulai merakit tangan robot sejak empat bulan lalu.

Sementara itu, Muhammad Kusrin adalah warga Desa Jatikuwun, Karanganyar, Jawa Tengah. Ia hanya lulusan SD, tetapi mampu merakit televisi.

Kini, usaha Kusrin sudah mendapatkan sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI).

Sertifikat SNI ini diberikan langsung oleh Menteri Perindustrian Indonesia Saleh Husin di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (19/1/2016).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Survei IPO: AHY Ungguli Prabowo sebagai Tokoh Potensial di Pilpres 2024

Survei IPO: AHY Ungguli Prabowo sebagai Tokoh Potensial di Pilpres 2024

Nasional
Satgas BLBI Bertugas Hingga 2023, Ini Susunan Organisasinya

Satgas BLBI Bertugas Hingga 2023, Ini Susunan Organisasinya

Nasional
Jokowi Teken Keppres Nomor 6/2021, Tegaskan Pembentukan Satgas BLBI

Jokowi Teken Keppres Nomor 6/2021, Tegaskan Pembentukan Satgas BLBI

Nasional
PDI-P Apresiasi Dukungan DPR atas Peleburan Kemenristek dan Kemendikbud

PDI-P Apresiasi Dukungan DPR atas Peleburan Kemenristek dan Kemendikbud

Nasional
Kemenag Bantah Informasi Soal Vaksin Sinovac yang Tak Bisa Digunakan Sebagai Syarat Umrah

Kemenag Bantah Informasi Soal Vaksin Sinovac yang Tak Bisa Digunakan Sebagai Syarat Umrah

Nasional
UPDATE 10 April: 5.041.654 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 9.927.110 Dosis Pertama

UPDATE 10 April: 5.041.654 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 9.927.110 Dosis Pertama

Nasional
UPDATE 10 April: Ada 59.139 Suspek Terkait Covid-19

UPDATE 10 April: Ada 59.139 Suspek Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE 10 April: 64.091 Spesimen Terkait Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

UPDATE 10 April: 64.091 Spesimen Terkait Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

Nasional
UPDATE 10 April: Tambah 95, Total 42.443 Orang Meninggal Dunia akibat Covid-19 di Indonesia

UPDATE 10 April: Tambah 95, Total 42.443 Orang Meninggal Dunia akibat Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 10 April: Ada 111.137 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 10 April: Ada 111.137 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 10 April: Tambah 3.629 Orang, Pasien Sembuh dari Covid-19 Capai 1.409.288

UPDATE 10 April: Tambah 3.629 Orang, Pasien Sembuh dari Covid-19 Capai 1.409.288

Nasional
UPDATE: Kasus Covid-19 di Indonesia 1.562.868, Bertambah 4.723

UPDATE: Kasus Covid-19 di Indonesia 1.562.868, Bertambah 4.723

Nasional
Politisi PKS Sebut Kementerian Investasi Tak Dibutuhkan, Ini Alasannya

Politisi PKS Sebut Kementerian Investasi Tak Dibutuhkan, Ini Alasannya

Nasional
Survei IPO Sebut Program Bansos Tunai Tak Tepat Sasaran, KSP Sebut Jokowi Langsung Turun Mengecek

Survei IPO Sebut Program Bansos Tunai Tak Tepat Sasaran, KSP Sebut Jokowi Langsung Turun Mengecek

Nasional
56 Persen Masyarakat Puas terhadap Kinerja Jokowi, Politikus PKS: Ini Warning

56 Persen Masyarakat Puas terhadap Kinerja Jokowi, Politikus PKS: Ini Warning

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X