Zulkifli Hasan: Soetrisno Bachir Kan Tim Sukses Pak Jokowi

Kompas.com - 20/01/2016, 15:35 WIB
Zulkifli Hasan didampingi tokoh senior PAN Amien Rais dan Sutrisno Bachir dalam acara pemantapan jelang Kongres PAN, di Yogyakatrta, Rabu (25/2/2015). Saat itu, Zulkifli Hasan merupakan calon Ketua Umum PAN. KOMPAS.com/IHSANUDDINZulkifli Hasan didampingi tokoh senior PAN Amien Rais dan Sutrisno Bachir dalam acara pemantapan jelang Kongres PAN, di Yogyakatrta, Rabu (25/2/2015). Saat itu, Zulkifli Hasan merupakan calon Ketua Umum PAN.
Penulis Dani Prabowo
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Joko Widodo melantik Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional, Soetrisno Bachir, sebagai Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Rabu (20/1/2016).

Namun, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan membantah bahwa pelantikan itu terkait dukungan PAN kepada pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

"Itu kan hak Presiden. Mas Tris (Soetrisno Bachir) kan tim sukses Pak Jokowi, itu tidak terkait sama PAN," kata Zulkifli di Kompleks Parlemen, Rabu.

Zulkifli juga enggan berkomentar ketika disinggung apakah sudah ada pembicaraan sebelumnya antara Presiden Jokowi dan PAN terkait penunjukan Soetrisno.

Hal ini termasuk saat ditanya mengenai wacana perombakan kabinet yang akan dilakukan Presiden dalam waktu dekat.

"Itu hak prerogratif Presiden. Urusan Presiden," kata dia.

Soetrisno sebelumnya membantah bahwa penunjukan dirinya terkait dukungan PAN ke pemerintah. Ia berdalih dipilih menjadi Ketua KEIN karena latar belakang pengalaman sebagai pengusaha.

(Baca: Jabat Ketua KEIN, Soetrisno Bachir Merasa Tak Wakili PAN)

Soetrisno menegaskan, untuk menunjukkan komitmennya memimpin KEIN, ia akan melepaskan jabatan dalam struktur kepengurusan PAN.

(Baca: Ini Profil Soetrisno Bachir Selaku Ketua KEIN)

"Saya tidak mewakili PAN di sini, (saya) sebagai entrepreneur, profesional," kata Soetrisno, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (20/1/2016).

Soetrisno akan menyampaikan pengunduran dirinya secara resmi sebagai pengurus PAN dalam waktu dekat.

"Kalau urusan PAN urusan ketua umum, dan saya juga nanti kan harus lengser keprabon kalau harus mendapat jabatan seperti ini. Ya, saya tidak boleh aktif lagi di partai," ujar mantan Ketua Umum PAN itu.

Pelantikan Soetrisno dan jajaran KEIN dilakukan di Istana Negara pada Rabu pagi. Soetrisno didampingi politisi PDI Perjuangan, Arif Budimanta, yang menjadi Wakil Ketua KEIN. (Baca: Jokowi Pilih Soetrisno Bachir Pimpin KEIN, Ini Daftar Pengurusnya)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KontraS Kecam Pengangkatan Eks Tim Mawar Jadi Pejabat Kemenhan

KontraS Kecam Pengangkatan Eks Tim Mawar Jadi Pejabat Kemenhan

Nasional
Sejumlah Pegawai Mundur, Pimpinan KPK: Hanya Pecinta Sejati yang Mampu Bertahan

Sejumlah Pegawai Mundur, Pimpinan KPK: Hanya Pecinta Sejati yang Mampu Bertahan

Nasional
Cerita Anggota Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo, Dikejar Suster karena Takut Tes Swab

Cerita Anggota Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo, Dikejar Suster karena Takut Tes Swab

Nasional
Sebaran Penambahan 4.494 Kasus Covid-19, Terbanyak di DKI Jakarta

Sebaran Penambahan 4.494 Kasus Covid-19, Terbanyak di DKI Jakarta

Nasional
Baleg DPR: Sanksi Pidana Tak Dibahas dalam Klaster Ketenagakerjaan RUU Cipta Kerja

Baleg DPR: Sanksi Pidana Tak Dibahas dalam Klaster Ketenagakerjaan RUU Cipta Kerja

Nasional
Sejumlah Pegawai Mundur, Pimpinan KPK: Ini Ujian, KPK Bukan Tempat Santai

Sejumlah Pegawai Mundur, Pimpinan KPK: Ini Ujian, KPK Bukan Tempat Santai

Nasional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 26 September 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 26 September 2020

Nasional
Imbas Mundurnya Sejumlah Pegawai, Pimpinan KPK Akan Evaluasi Sistem Kepegawaian KPK

Imbas Mundurnya Sejumlah Pegawai, Pimpinan KPK Akan Evaluasi Sistem Kepegawaian KPK

Nasional
Hingga 26 September, Pemerintah Telah Periksa 3.169.783 Spesimen Terkait Covid-19

Hingga 26 September, Pemerintah Telah Periksa 3.169.783 Spesimen Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE 26 September: Ada 119.379 Suspek Terkait Covid-19

UPDATE 26 September: Ada 119.379 Suspek Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE 26 September: Ada 61.628 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 26 September: Ada 61.628 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 26 September: Bertambah 3.207, Kini Ada 199.403 Orang yang Sembuh dari Covid-19 di Indonesia

UPDATE 26 September: Bertambah 3.207, Kini Ada 199.403 Orang yang Sembuh dari Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 26 September: Tambah 90 Orang, Pasien Meninggal akibat Covid-19 Jadi 10.308

UPDATE 26 September: Tambah 90 Orang, Pasien Meninggal akibat Covid-19 Jadi 10.308

Nasional
Pemerintah Sebut Pesangon PHK Beratkan Pengusaha, Minta Aturan di RUU Cipta Kerja Diubah

Pemerintah Sebut Pesangon PHK Beratkan Pengusaha, Minta Aturan di RUU Cipta Kerja Diubah

Nasional
UPDATE 26 September: Tambah 4.494, Kini Ada 271.339 Kasus Covid-19 di Indonesia

UPDATE 26 September: Tambah 4.494, Kini Ada 271.339 Kasus Covid-19 di Indonesia

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X