Ini Kronologi Teror di Kawasan Sekitar Sarinah Berdasarkan Rekaman CCTV

Kompas.com - 20/01/2016, 11:30 WIB
Foto ini dirilis oleh agensi berita China Xinhua, seorang pria tak dikenal dengan senjata, terduga pelaku, terlihat setelah ledakan menghantam kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, 14 Januari 2016. Serangkaian ledakan menewaskan sejumlah orang, terjadi baku tembak antara polisi dan beberapa orang yang diduga pelaku. AP / VERI SANOVRIFoto ini dirilis oleh agensi berita China Xinhua, seorang pria tak dikenal dengan senjata, terduga pelaku, terlihat setelah ledakan menghantam kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, 14 Januari 2016. Serangkaian ledakan menewaskan sejumlah orang, terjadi baku tembak antara polisi dan beberapa orang yang diduga pelaku.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAKARTA, KOMPAS.com  Polri merilis rekaman kamera pengawas atau CCTV atas aksi teror di kawasan sekitar Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada Kamis (14/1/2016) lalu.

Rekaman CCTV dari Gedung Jaya, seberang kedai kopi Starbucks, itu menunjukkan detik-detik teror yang dilakukan Sunakim alias Afif dan kawan-kawannya saat menembaki warga dan polisi.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Anton Charliyan mengatakan, rekaman CCTV dari sisi itu adalah rekaman paling lengkap ledakan di sekitar Menara Cakrawala dan pos polisi Sarinah serta awal penembakan polisi dan warga oleh pelaku di Jalan MH Thamrin.

Berikut ini catatan Kompas.com berdasarkan menit per menit aksi tersebut:

10.39.44 WIB
Terjadi satu kali ledakan di dalam Starbucks Coffee. Asap putih tampak mengepul di sekitar lokasi ledakan.

Saat itu, kondisi lalu lintas di Jalan MH Thamrin, baik dari arah Bundaran Hotel Indonesia ke Istana Negara maupun sebaliknya masih normal. Warga terlihat belum menyadari adanya ledakan di dalam kafe.

10.39.45 WIB
Beberapa orang tampak keluar dari Starbucks ke arah pelataran parkir. Dalam waktu beberapa detik, beberapa orang sudah berkumpul di sekitar Starbucks.

10.39.54 WIB
Sekitar 10 menit setelah ledakan pertama, terjadi ledakan kedua, yakni di pos polisi Jalan MH Thamrin, seberang Gedung Sarinah. Meskipun terjadi ledakan, arus lalu lintas saat itu masih terlihat normal.

10.40.30 WIB
Seorang wanita berdiri di depan pos polisi. Wanita berjilbab hitam itu tampak berjalan ke arah seberang Starbucks dengan kaki kanan berlumuran darah.

Beberapa saat kemudian, seorang pria berpakaian Go-Jek menjemput wanita itu di tengah jalan lalu membantunya menyeberangi jalan.

10.40.55 WIB
Sekitar lima personel polisi lalu lintas menutup arus lalu lintas dari arah Istana Negara menuju ke Bundaran HI. Mereka memarkir sepeda motornya di Jalan MH Thamrin, persis di depan pelataran parkir Starbucks.

Sementara itu, lalu lintas dari Bundaran HI ke Istana Negara masih normal.

10.44 WIB
Arus lalu lintas di Jalan MH Thamrin untuk semua arah mulai ditutup.

Seiring dengan itu, warga dari berbagai penjuru sudah mulai berkerumun dengan jarak sekitar 20 meter dari pos polisi. Mereka tampak memotret kondisi pos polisi yang rusak.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanggapi Protes Imam Nahrawi, KPK Sebut Kerabat Tersangka Boleh Jenguk Kecuali...

Tanggapi Protes Imam Nahrawi, KPK Sebut Kerabat Tersangka Boleh Jenguk Kecuali...

Nasional
Angka Kepercayaan Publik yang Menurun Jadi Pelecut Bagi KPK

Angka Kepercayaan Publik yang Menurun Jadi Pelecut Bagi KPK

Nasional
Mayoritas Peserta Rapimnas Golkar Dukung Airlangga Lanjutkan Kepemimpinan

Mayoritas Peserta Rapimnas Golkar Dukung Airlangga Lanjutkan Kepemimpinan

Nasional
Ketua Majelis Syuro: Saya Ingin PKS Tak Jadi Partai Menengah di Pemilu 2024

Ketua Majelis Syuro: Saya Ingin PKS Tak Jadi Partai Menengah di Pemilu 2024

Nasional
Saat Hakim Minta Eks Dirut PT INTI Tak Berkamuflase...

Saat Hakim Minta Eks Dirut PT INTI Tak Berkamuflase...

Nasional
Eks Dirut PT INTI Ungkap Alasan Ingin Dapat Pengadaan Semi BHS 6 Bandara di AP II

Eks Dirut PT INTI Ungkap Alasan Ingin Dapat Pengadaan Semi BHS 6 Bandara di AP II

Nasional
Gandeng Perusahaan China, Pemerintah Bangun PLTG 1,3 Miliar Dollar AS di Bali

Gandeng Perusahaan China, Pemerintah Bangun PLTG 1,3 Miliar Dollar AS di Bali

Nasional
Aburizal Ingin Pemilihan Ketum Golkar Melalui Musyawarah Mufakat

Aburizal Ingin Pemilihan Ketum Golkar Melalui Musyawarah Mufakat

Nasional
Eks Dirut PT INTI Mengaku Beri Uang Rp 2 Miliar ke Eks Dirkeu AP II untuk Lunasi Utang

Eks Dirut PT INTI Mengaku Beri Uang Rp 2 Miliar ke Eks Dirkeu AP II untuk Lunasi Utang

Nasional
Menko PMK: Sebelum Lulus Pembekalan Pranikah Enggak Boleh Nikah

Menko PMK: Sebelum Lulus Pembekalan Pranikah Enggak Boleh Nikah

Nasional
Menhub Minta GrabWheels Beroperasi Terbatas Seperti di Tempat Hiburan

Menhub Minta GrabWheels Beroperasi Terbatas Seperti di Tempat Hiburan

Nasional
Soal Sertifikasi Perkawinan, Komisi VIII DPR: Jangan Sampai Memberatkan Warga

Soal Sertifikasi Perkawinan, Komisi VIII DPR: Jangan Sampai Memberatkan Warga

Nasional
Erick Thohir: Ahok Harus Mundur dari PDI-P jika Jabat Pimpinan BUMN

Erick Thohir: Ahok Harus Mundur dari PDI-P jika Jabat Pimpinan BUMN

Nasional
Aburizal Bakrie: 2024 Golkar Harus Bisa Mencalonkan Presiden Sendiri

Aburizal Bakrie: 2024 Golkar Harus Bisa Mencalonkan Presiden Sendiri

Nasional
Kepastian Posisi Ahok di BUMN Bakal Terjawab Awal Desember

Kepastian Posisi Ahok di BUMN Bakal Terjawab Awal Desember

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X