Mendagri: 58 Persen Camat Indonesia Tidak Paham Tata Kelola Pemerintahan

Kompas.com - 30/12/2015, 13:43 WIB
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo Dok Magdalena Siahaan/KOMPAS.comMenteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary
TANJUNG PINANG, KOMPAS.com - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyebutkan, sebanyak 58 persen pejabat camat di Indonesia tidak memahami tata kelola pemerintahan.

"Di Indonesia, 58 persen camat dari enam puluh ribu sekian camat itu tidak memahami tata kelola pemerintahan. Ini menjadi catatan tersendiri," ujar Tjahjo, saat pidato acara pelantikan Pejabat Gubernur Kepulauan Riau, Rabu (30/12/2015).

"Dokter gigi saja bisa jadi camat. Boleh atau enggak? Ya boleh-boleh saja sebenarnya. Tapi, dia harus memahami tata kelola pemerintah," lanjut dia.

Apalagi, kata Tjahjo, ada tren pascapilkada di mana pasangan yang menang 'mengangkut' tim suksesnya menjadi pejabat camat, lurah atau kepala desa tanpa mengukur kapabilitas yang bersangkutan soal pemahaman tata kelola pemerintahan.

"Yang seperti-seperti ini yang harus kita jaga seluruhnya. Jangan sampai sarjana sosial malah jadi direktur rumah sakit," kata Tjahjo.

Ia berpesan kepada kepala-kepala daerah yang baru terpilih dalam pilkada untuk benar-benar menjaga rekrutmen pejabat camat dan lainnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.