Mundur Saat Akhir Sidang MKD, Novanto Dianggap Tak Tunjukkan Keinginan Baik

Kompas.com - 17/12/2015, 17:07 WIB
Setya Novanto di kediamannya Jalan Wijaya, Jakarta Selatan, Rabu (16/12/2015) usai menyatakan mundur sebagai Ketua DPR RI. Fabian Januarius KuwadoSetya Novanto di kediamannya Jalan Wijaya, Jakarta Selatan, Rabu (16/12/2015) usai menyatakan mundur sebagai Ketua DPR RI.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengamat Lingkar Madani untuk Indonesia Ray Rangkuti menilai bahwa tidak ada niat baik dari Setya Novanto dengan mengundurkan diri dari jabatan Ketua DPR RI jelang ketuk palu persidangan Mahkamah Kehormatan Dewan.

"Jelas-jelas tidak ada keinginan baik dari Saudara Setya Novanto dengan mengundurkan diri. Kalau disebut (mundur) demi kepentingan bangsa dan negara, ya kan tinggal menunggu ketuk palu. Kalau supaya tidak menimbulkan kegaduhan, sudah gaduh," ujar Ray, Kamis (17/12/2015)  di Jakarta.

Menurut Ray, kalaupun Novanto ingin mengundurkan diri, seharusnya dilakukan di tengah-tengah proses sidang KMD, bukan di ujung proses.

Dengan hasil akhir 10 orang anggota MKD menyatakan adanya pelanggaran kode etik sedang dan tujuh orang menyatakan pelanggaran berat, maka hal itu akan berujung dengan menonaktifkan Novanto dari jabatan Ketua DPR RI.

Ray menengarai ada upaya yang tidak sungguh-sungguh dari anggota MKD dari Fraksi Partai Golkar. Pandangan mereka di akhir sidang dianggap tidak masuk akal dengan hal yang mereka persoalkan di awal sidang.

"Di satu segi mereka mempersoalkan legal standing, keaslian rekaman, tapi putusannya (menganggap) salah berat. Di mana logikanya?" ucap Ray.

Ia menilai bahwa Novanto dan Golkar tidak memperlihatkan adanya keinginan tulus, baik untuk meminta maaf maupun menyatakan ada pelanggaran berat.

Novanto mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua DPR RI periode 2014-2019.

Pengunduran itu dilakukan beberapa saat jelang pengambilan putusan MKD atas dugaan pelanggaran kode etik Novanto sebagaimana dilaporkan oleh Menteri ESDM Sudirman Said.

Dalam surat yang dilayangkan ke MKD, Rabu malam, Novanto menyatakan bahwa ia mundur karena ingin menjaga harkat dan martabat Dewan. Selain itu, ia ingin agar masyarakat tidak gaduh atas kasus yang sedang menimpanya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

TNI AD Terima Laporan Hasil Uji Klinis Obat Anticovid-19, Diklaim Ampuh 90 Persen

TNI AD Terima Laporan Hasil Uji Klinis Obat Anticovid-19, Diklaim Ampuh 90 Persen

Nasional
Ketua KPU Harap Semua Pihak Terapkan Protokol Kesehatan di Setiap Proses Pilkada 2020

Ketua KPU Harap Semua Pihak Terapkan Protokol Kesehatan di Setiap Proses Pilkada 2020

Nasional
Jokowi Bersepeda Sambil Bagikan Masker di Kebun Raya Bogor

Jokowi Bersepeda Sambil Bagikan Masker di Kebun Raya Bogor

Nasional
UPDATE : Tak Kurang dari 1.862.801 Spesimen Terkait Covid-19 Telah Diperiksa

UPDATE : Tak Kurang dari 1.862.801 Spesimen Terkait Covid-19 Telah Diperiksa

Nasional
KPU: 226 Daerah Sudah Transfer 100 Persen Dana Pilkada 2020 ke Penyelenggara Pemilu

KPU: 226 Daerah Sudah Transfer 100 Persen Dana Pilkada 2020 ke Penyelenggara Pemilu

Nasional
Azwar Anas: Pemimpin Ideal Itu yang Mendengarkan Aspirasi Rakyat

Azwar Anas: Pemimpin Ideal Itu yang Mendengarkan Aspirasi Rakyat

Nasional
UPDATE : Kasus Suspek Covid-19 Tembus 76.327 Orang

UPDATE : Kasus Suspek Covid-19 Tembus 76.327 Orang

Nasional
Bertambah 2.345 Kasus Baru Covid-19, DKI Catat Penambahan Tertinggi

Bertambah 2.345 Kasus Baru Covid-19, DKI Catat Penambahan Tertinggi

Nasional
UPDATE 15 Agustus: Bertambah 50 Orang, Total 6.071 Pasien Covid-19 Meninggal

UPDATE 15 Agustus: Bertambah 50 Orang, Total 6.071 Pasien Covid-19 Meninggal

Nasional
Update: Bertambah 2.345, Kasus Covid-19 Jadi 137.468 Orang

Update: Bertambah 2.345, Kasus Covid-19 Jadi 137.468 Orang

Nasional
UPDATE 15 Agustus: Bertambah 1.703 Orang, Total 91.321 Pasien Sembuh dari Covid-19

UPDATE 15 Agustus: Bertambah 1.703 Orang, Total 91.321 Pasien Sembuh dari Covid-19

Nasional
Erick Thohir Klaim Angka Kematian Covid-19 Indonesia Rendah

Erick Thohir Klaim Angka Kematian Covid-19 Indonesia Rendah

Nasional
Bio Farma Memperkirakan Vaksin Covid-19 Diproduksi Februari atau Maret 2021

Bio Farma Memperkirakan Vaksin Covid-19 Diproduksi Februari atau Maret 2021

Nasional
Muchdi Pr Klaim Tak Ada Dualisme di Tubuh Partai Berkarya

Muchdi Pr Klaim Tak Ada Dualisme di Tubuh Partai Berkarya

Nasional
Partai Berkarya Kubu Muchdi Pr Gelar Rakernas Sosialisasikan Hasil Munaslub

Partai Berkarya Kubu Muchdi Pr Gelar Rakernas Sosialisasikan Hasil Munaslub

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X