Kompas.com - 16/12/2015, 22:03 WIB
Ketua DPR RI Setya Novanto usai melakukan pertemuan dengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10/2014). TRIBUNNEWS / DANY PERMANAKetua DPR RI Setya Novanto usai melakukan pertemuan dengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10/2014).
|
EditorSabrina Asril
JAKARTA, KOMPAS.com — Di tengah gonjang-ganjing pengunduran diri Setya Novanto sebagai Ketua DPR RI atas kasus pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden demi saham PT Freeport, keluarga politisi Partai Golkar itu sempat menggelar pengajian anak yatim di kediamannya.

"Tadi abis maghrib ada pengajian anak yatim," ujar salah seorang pemuda yang duduk-duduk di depan rumah Novanto di Jalan Wijaya XIII, Nomor 19, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (16/12/2015).

(Baca: BREAKING NEWS: Setya Novanto Mundur sebagai Ketua DPR)

Pemuda berbaju koko putih tersebut menolak menyebutkan identitas. Dia hanya mengaku sebagai salah seorang petugas katering untuk petugas pengamanan dalam rumah Novanto.

Dia juga tidak mau berbicara banyak terkait aktivitas pengajian anak yatim tersebut.

"Tanya ke dalam saja. Saya enggak tahu apa-apa," ujar dia.

(Baca: Setya Novanto Mundur, Ini yang Harus Ditempuh untuk Pilih Ketua DPR Baru)

Meski demikian, pemuda tersebut mengakui bahwa pengajian tersebut tidak dihadiri oleh sang tuan rumah.

Novanto sudah tidak berada di rumah tersebut sebelum pengajian. Menurut pantauan Kompas.com pada pukul 21.40 WIB, rumah bergaya modern itu sepi dari aktivitas. Beberapa mobil tampak terparkir di sepanjang depan pagar rumah.

Sebuah mobil Mercedes Benz dengan nomor pelat B 179 VEN sempat masuk ke dalam rumah. Namun, penumpangnya tidak diketahui.

(Baca: Setya Novanto Mundur, Ini Surat yang Dikirim ke MKD)

Setya Novanto mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua DPR RI periode 2014-2019.

Pengunduran diri itu menyusul penanganan kasus dugaan pelanggaran kode etik Novanto yang dilaporkan Menteri ESDM Sudirman Said ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).

Dalam surat yang dilayangkan ke MKD, Rabu (16/12/2015) malam, Novanto menyatakan, keputusan mundur dibuat lantaran dirinya ingin menjaga harkat dan martabat Dewan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.