Kompas.com - 10/12/2015, 20:15 WIB
Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo KOMPAS.com/ICHA RASTIKAKetua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo
|
EditorHeru Margianto
TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Hary Tanoesoedibjo mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih jalan di tempat. Menurut dia, mayoritas masyarakat Indonesia masih berada di bawah garis kemiskinan.

"Belum ada pertumbuhan ekonomi di negara ini. Nyatanya sampai sekarang angka penduduk sejahtera masih 30 persen dan 70 persen masih biasa-biasa saja," kata Hary dalam acara pengukuhan pengurus daerah Partai Perindo di Gedung Ukhuwah, Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (10/12/2015) sore. 

Menurut dia, selama ini kebijakan pemerintah hanya digulirkan untuk mendukung para penduduk sejahtera yang 30 persen tersebut.

Baca juga: Rajai Iklan Indonesia, Tiga Stasiun TV Milik Hary Tanoe Raup Rp 23,2 Triliun

Ia menilai, belum ada kebijakan pemerintah yang membawa perubahan bagi warga yang berada di bawah garis kemiskinan. 

"Sebetulnya gampang, tinggal diperlukan pelatihan skiil dan perlindungan, serta paling penting jangan dimasuki pasar bebas," ujar dia. 

Masyarakat Indonesia, kata dia, belum bisa menghadapi persaingan dengan negara asing. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kalau ada pasar bebas tapi kondisinya masih seperti ini, mana mereka bisa bersaing," tuturnya.

Sebelum ke Kabupaten Tasikmalaya, salah satu bos media di Indonesia ini pun melantik pengurus daerah partainya di Ciamis, Jawa Barat, pagi tadi.

Kunjungan ini merupakan rangkaian kunjungannya ke daerah dalam rangka mengukuhkan pengurus partainya di daerah. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wacana Jokowi 3 Periode Dinilai Didesain untuk 'Test the Water'

Wacana Jokowi 3 Periode Dinilai Didesain untuk "Test the Water"

Nasional
UPDATE: Rekor Bertambah 15.308, Kasus Covid-19 Indonesia Capai 2.033.421

UPDATE: Rekor Bertambah 15.308, Kasus Covid-19 Indonesia Capai 2.033.421

Nasional
Pemerintah Minta DPR Bahas Isu Krusial dalam RKUHP, Jangan Langsung Sahkan

Pemerintah Minta DPR Bahas Isu Krusial dalam RKUHP, Jangan Langsung Sahkan

Nasional
Jokowi: Covid-19 Tak Kenal Status Ekonomi, Suku, Maupun Agama

Jokowi: Covid-19 Tak Kenal Status Ekonomi, Suku, Maupun Agama

Nasional
Wapres Dorong Konversi BPD Jadi Bank Syariah Dipercepat

Wapres Dorong Konversi BPD Jadi Bank Syariah Dipercepat

Nasional
Kemenkes: Stok Tabung Oksigen Masih Cukup, tetapi Mengkhawatirkan

Kemenkes: Stok Tabung Oksigen Masih Cukup, tetapi Mengkhawatirkan

Nasional
Jokowi: Saya Minta Hal Sederhana, Tinggallah di Rumah jika Tak Ada Kebutuhan Mendesak

Jokowi: Saya Minta Hal Sederhana, Tinggallah di Rumah jika Tak Ada Kebutuhan Mendesak

Nasional
BKN Sebut Distribusi Guru PNS Masih Terkonsentrasi di Jawa

BKN Sebut Distribusi Guru PNS Masih Terkonsentrasi di Jawa

Nasional
Pemerintah Pusat Disarankan Beri Dana ke Pemda untuk Tingkatkan Tes PCR

Pemerintah Pusat Disarankan Beri Dana ke Pemda untuk Tingkatkan Tes PCR

Nasional
Soal RKUHP, Komisi III DPR Hanya Akan Bahas Pasal-pasal Kursial

Soal RKUHP, Komisi III DPR Hanya Akan Bahas Pasal-pasal Kursial

Nasional
Hasil TWK Jadi Misteri, Eks Pimpinan KPK: Kesannya Sangat Kuat Ada yang Disembunyikan

Hasil TWK Jadi Misteri, Eks Pimpinan KPK: Kesannya Sangat Kuat Ada yang Disembunyikan

Nasional
Jokowi Ungkap Alasan PPKM Mikro Paling Tepat: Tak Matikan Ekonomi Rakyat

Jokowi Ungkap Alasan PPKM Mikro Paling Tepat: Tak Matikan Ekonomi Rakyat

Nasional
Jokowi: Jangan Tolak Vaksin, Agama Apa Pun Tak Ada yang Melarang

Jokowi: Jangan Tolak Vaksin, Agama Apa Pun Tak Ada yang Melarang

Nasional
Anggota DPR Nilai Kebiasaan Masyarakat Selesaikan Persoalan ke Ranah Pidana Harus Diubah

Anggota DPR Nilai Kebiasaan Masyarakat Selesaikan Persoalan ke Ranah Pidana Harus Diubah

Nasional
Kemenkes: Ada Kecenderungan Varian Delta Juga Menyerang Kelompok 18 Tahun ke Bawah

Kemenkes: Ada Kecenderungan Varian Delta Juga Menyerang Kelompok 18 Tahun ke Bawah

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X