Kompas.com - 24/11/2015, 21:00 WIB
Spanduk berukuran 30 meter (m) x 50 m bertuliskan "Berani Jujur Hebat" dipasang di Gedung Balaikota DKI Jakarta, di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Minggu (9/12/2012). Pemasangan spanduk itu sendiri untuk memeringati Hari Antikorupsi Se-dunia yang jatuh pada hari itu. Di kesempatan itu, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, akan membangun budaya transparan untuk memerangi korupsi di Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta.

KOMPAS/WISNU WIDIANTOROSpanduk berukuran 30 meter (m) x 50 m bertuliskan "Berani Jujur Hebat" dipasang di Gedung Balaikota DKI Jakarta, di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Minggu (9/12/2012). Pemasangan spanduk itu sendiri untuk memeringati Hari Antikorupsi Se-dunia yang jatuh pada hari itu. Di kesempatan itu, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, akan membangun budaya transparan untuk memerangi korupsi di Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta.
|
EditorSabrina Asril
JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memperingati Hari Antikorupsi Sedunia dengan menggelar festival pada 10-11 Desember 2015 di Kota Bandung, Jawa Barat.

Pimpinan sementara KPK Johan Budi mengatakan, rencananya Presiden Joko Widodo juga akan hadir dalam acara tersebut.

"Pak Jokowi akan hadir untuk tanggal 10 (Desember)," ujar Johan saat konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (24/11/2015).

Selain itu, kata Johan, acara itu juga akan dihadiri pimpinan lembaga tinggi negara, kementerian, aparat penegak hukum, serta sejumlah komunitas dan lembaga swadaya masyarakat.

Johan mengatakan, dalam rangkaian acara tersebut akan dilakukan berbagai kegiatan seperti pendidikan antikorupsi, lomba orasi antikorupsi, pemberian penghargaan, hingga deklarasi antikorupsi.

"Kemudian ditutup 29 Desember memperingati hari lahirnya KPK akan membuka tirai gedung baru KPK," kata Johan.

Dengan perayaan ini, Johan berharap pemberantasan korupsi tidak dimaknai sebagai seremoni belaka. Ia berharap perayaan itu dapat menyebarkan "virus" antikorupsi kepada masyarakat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jangan sampai seremonial itu hanya sermonial belaka tapi ada yang tersisa dalam hati publik dan bisa dilakukan dalam sehari-hari agar perilaku tidak koruptif," kata Johan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.