Kapolri: Demo Buruh Jangan Anarkistis, Jangan Menutup Jalan

Kompas.com - 23/11/2015, 16:55 WIB
Massa buruh berunjuk rasa di kawasan Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (1/9/2015). Mereka menolak buruh asing dan menuntut kenaikan upah serta menolak ancaman PHK. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOMassa buruh berunjuk rasa di kawasan Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (1/9/2015). Mereka menolak buruh asing dan menuntut kenaikan upah serta menolak ancaman PHK.
|
EditorSabrina Asril
BOGOR, KOMPAS.com — Kapolri Jenderal (Pol) Badrodin Haiti meminta para buruh yang berencana melakukan demonstrasi dan mogok nasional untuk tetap tertib saat menggelar aksi.

Dia berjanji akan menindak oknum buruh yang kedapatan bertindak anarkistis atau mengganggu kepentingan umum.

"Yang penting tidak anarkistis. Anarkistis, nanti saya tindak," kata Badrodin, di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (23/11/2015).

Badrodin mengungkapkan, Polri telah menyiagakan personel untuk menjaga keamanan di semua daerah selama para buruh berunjuk rasa dan melakukan mogok kerja. (Baca: Aksi Mogok Nasional, Apindo Imbau Pengusaha Tak Izinkan Buruhnya Ikut )


Ia memastikan bahwa jumlah personel yang diterjunkan akan disesuaikan dengan jumlah demonstran buruh.

"Banyak (personel) sesuai dengan informasi. Berapa saja saya siapkan. Yang penting jangan anarkistis, jangan menutup jalan," ungkapnya. (Baca: Jika Peraturan tentang Pengupahan Tidak Dicabut, Buruh Serukan Perlawanan )

Sejumlah organisasi buruh berencana melakukan aksi mogok nasional pada 24-27 November. Aksi ini dilakukan untuk memprotes penetapan upah yang mengacu pada formula baru, yakni pertumbuhan ekonomi dan inflasi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X