Bawaslu Ingatkan Kekacauan Data Penduduk Jangan Sampai Disalahgunakan

Kompas.com - 21/11/2015, 17:35 WIB
Pimpinan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Nasrullah di acara media gathering Bawaslu, Bandung, Jumat (20/11/2015) KOMPAS.com/Nabilla TashandraPimpinan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Nasrullah di acara media gathering Bawaslu, Bandung, Jumat (20/11/2015)
|
EditorSabrina Asril
BANDUNG, KOMPAS.com - Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Nasrullah menyayangkan, masih adanya persoalan klasik seputar Daftar Pemilih Tetap (DPT). Salah satunya di Kabupaten Kutai Timur.

"Sangat banyak panitia pengawas menemukan yang ganda, sudah meninggal, macam-macam temuan itu. Ada juga seorang punya 10 NIK (Nomor Induk Kependudukan)," kata Nasrullah di Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jumat (20/11/2015).

Nasrullah menuturkan, temuan itu telah disampaikan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat untuk melakukan perbaikan.

Namun, ia menemukan kesalahan serupa tetap ditemukan pada Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih).

"Kita sudah sampaikan ke KPU setempat dan KPU setempat sudah melakukan beberapa kali perbaikan. Tapi setelah sudah dicoret tiba-tiba di Sidalih muncul lagi," ujar dia.

Akibatnya, menurut Nasrullah, pemilih di Kutai Timur menjadi membengkak.

"Misalnya pemilih yang memperoleh surat keterangan domisili yang setelah dicek ternyata KTP di luar Kabupaten setempat," ungkap Nasrullah.

Ia meminta KPU melakukan pengawalan dan pengawasan ekstra ketat terhadap daftar pemilih tersebut termasuk mengawal kebutuhan logistik, terutama surat suara.

"Jangan sampai disalahgunakan," sambung dia.

Permasalahan lain juga ditemukan Bawaslu saat mengunjungi salah satu daerah di Sulawesi Tenggara. Di sana, sejumlah penduduk Suku Bajo masih tak mengenal tanggal lahir, sehingga mereka semua memiliki tanggal lahir yang sama di DPT.

"Ini berpotensi disalahgunakan. Kami titip kepada panwas agar dilakukan kontrol secara sungguh-sungguh di daerah-daerah yang kurang perhatian petinggi negara," kata Nasrullah.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Laporan Sementara KNKT: Simulasi Kecelakaan Sriwijaya Air SJ182 Sudah Dilakukan 2 Kali

Laporan Sementara KNKT: Simulasi Kecelakaan Sriwijaya Air SJ182 Sudah Dilakukan 2 Kali

Nasional
Koalisi Ajukan Kontra Memori Banding Atas Banding Jokowi pada Kasus Polusi Udara

Koalisi Ajukan Kontra Memori Banding Atas Banding Jokowi pada Kasus Polusi Udara

Nasional
Yasonna: Kebijakan Pembatasan Wisatawan Tergantung Penyebaran Covid-19

Yasonna: Kebijakan Pembatasan Wisatawan Tergantung Penyebaran Covid-19

Nasional
Sekjen PDI-P Sebut Sosok Calon Pangkostrad Sudah Mengerucut

Sekjen PDI-P Sebut Sosok Calon Pangkostrad Sudah Mengerucut

Nasional
Menag: Pemerintah Tak Bisa Larang Jemaah Berangkat Umrah jika Punya Visa

Menag: Pemerintah Tak Bisa Larang Jemaah Berangkat Umrah jika Punya Visa

Nasional
Pekan Depan, Komisi II DPR Gelar Raker Putuskan Jadwal Pemilu 2024

Pekan Depan, Komisi II DPR Gelar Raker Putuskan Jadwal Pemilu 2024

Nasional
Menag: Belum Saatnya Presiden Jokowi Turun Tangan Lobi Saudi Soal Penyelenggaraan Haji

Menag: Belum Saatnya Presiden Jokowi Turun Tangan Lobi Saudi Soal Penyelenggaraan Haji

Nasional
Menko PMK Gelar Rakor Evaluasi Pengendalian Covid-19 Saat Natal dan Tahun Baru

Menko PMK Gelar Rakor Evaluasi Pengendalian Covid-19 Saat Natal dan Tahun Baru

Nasional
Polemik Umrah di Tengah Pandemi: Sempat Ditegur Kemenag hingga Terpapar Omicron

Polemik Umrah di Tengah Pandemi: Sempat Ditegur Kemenag hingga Terpapar Omicron

Nasional
Demokrat Bantah Ada Aliran Dana Kasus Dugaan Korupsi Bupati Penajam Paser Utara ke Partai

Demokrat Bantah Ada Aliran Dana Kasus Dugaan Korupsi Bupati Penajam Paser Utara ke Partai

Nasional
Memori Hilang, Investigasi Jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182 pada Bagian Ini Tak Bisa Dilanjutkan

Memori Hilang, Investigasi Jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182 pada Bagian Ini Tak Bisa Dilanjutkan

Nasional
Kemenlu: Komunikasi dengan 5 WNI di Tonga Masih Terputus Pasca-tsunami

Kemenlu: Komunikasi dengan 5 WNI di Tonga Masih Terputus Pasca-tsunami

Nasional
Anies Puji Aksi Panggung Nidji di JIS, PSI Janji Akan Kirimkan Tanda Tangan Pendiri Band Itu

Anies Puji Aksi Panggung Nidji di JIS, PSI Janji Akan Kirimkan Tanda Tangan Pendiri Band Itu

Nasional
Azis Syamsuddin Mengaku Khilaf Beri Uang Rp 210 Juta untuk Robin Pattuju

Azis Syamsuddin Mengaku Khilaf Beri Uang Rp 210 Juta untuk Robin Pattuju

Nasional
Kasus Pembangunan Kampus IPDN, KPK Panggil Dirut Waskita Karya, Hutama Karya dan Adhi Karya

Kasus Pembangunan Kampus IPDN, KPK Panggil Dirut Waskita Karya, Hutama Karya dan Adhi Karya

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.